7 Aktivitas di Bandung yang Bikin Jalan-jalan dengan Rekan Sekantor Tambah Seru

12.11

Instansi tempat saya bekerja selalu punya “jatah” jalan-jalan untuk tiap unit setiap tahunnya. Dikarenakan kesibukan yang padat dan beberapa orang tidak bisa ikut bergabung, kali ini kami memlilih untuk ke kota Bandung yang tak jauh dari Jakarta.

Sebagai orang yang pernah tinggal di Bandung, pasti dong Miss Yunita ditunjuk Boss untuk menyusun itinerary selama acara jalan-jalan berlangsung.

Itinerary ini boleh dijadikan contekan teman-teman yang mau berlibur di Bandung.

1.   Berfoto Cantik di Maribaya Lodge
Tempat wisata yang berlokasi di Lembang ini memang sedang hits karena banyaknya spot foto yang pasti instagramable untuk para pengunjung.


Menuju Maribaya Lodge juga tidak sulit, dari pintu keluar tol Pasteur langsung menuju jalan Setiabudi, melewati kampus favorit UPI Bandung lanjut naik ke atas hingga Lembang. Dari pertigaan Pasar Lembang ambil jalan lurus melewati Sesko dan Taman Wisata Maribaya.


Pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar  dua puluh ribu rupiah yang bisa ditukarkan dengan segelas susu. Area Maribaya Lodge sangat luas dan terdiri dari beberapa tempat cantik untuk berfoto yang sayangnya tidak gratis. Semua tempat berfoto berbayar dengan tingkat harga yang berbeda. Di semua tempat berfoto terdapat fotografer yang hasil fotonya dapat kita ambil di pintu keluar nanti.








Saya hanya mencoba swinging mountain dan harus merogoh kocek sebesar dua puluh ribu rupiah. Setelah swinging selesai, saya duduk menikmati pemandangan hutan pinus yang cantik sambil menyaksikan teman-teman yang mencoba bersepeda udara.




Usai menikmati semua area Maribaya Lodge kami menuju pintu keluar. Di Maribaya Lodge ini juga terdapat Glamping yaitu arena camping yang semuanya sudah tersedia. Saya sempat melirik tenda-tenda cantik yang di dalamnya sudah tersedia kasur lengkap dengan bantalnya.








Di pintu luar, pengunjung dapat mengambil hasil fotonya. Sebuah foto diberi harga sepuluh ribu rupiah. Mahal ya? Tapi memang kita harus mengapresiasi kerja keras sang Fotografer. Teman saya sampai menghabiskan uang seratus dua puluh ribu rupiah untuk dua belas foto karena begitu suka dengan hasilnya.


2.   Berbelanja di Cihampelas
Jika ingin menghabiskan sore hari di Bandung sambil berbelanja oleh-oleh khas Kota Kembang, maka tak lain dan tak bukan Cihampelas menjadi pilihan terbaik. Deretan factory outlet serta toko yang menjual panganan khas Bandung dapat dijumpai di sepanjang jalan Cihampelas.

Kawasan Cihampelas yang sedari dulu terkenal sebagai surga belanja, kini makin lengkap dengan adanya Cihampelas Skywalk. Saya pun naik dan berjalan di area skywalk. Aneka t-shirt, jaket, topi hingga makanan ringan bisa ditemukan di skywalk. Mengunjungi Cihampelas skywalk sebaiknya sore menuju senja, pemandangan cantik dan matahari pun tak bersinar terik.



pedagang di Skywalk Cihampelas

Suasana Skywalk

Jeans Perahu

Senja di Skywalk

Mana ada cilok seenak cilok di Bandung

3.   Makan malam di Misbar Jalan Riau
Keramaian jalan Riau (R.E Martadinata) menjadi solusi untuk perut lapar usai berbelanja.  Sebuah Rumah Makan yang menyajikan menu masakan sunda dengan konsep mengadaptasi suasana bioskop tahun 80-an sangat cocok untuk mengisi perut di dinginnya udara Bandung.

Rumah Makan Misbar ini berlokasi di Jalan R.E Martadinata tepat di samping RS. Halmahera. Menyajikan aneka masakan tumis sayuran, lauk-pauk yang pastinya menggoyang lidah. Lebih lucu lagi area tengah rumah makan dibuat seperti bioskop lengkap dengan layar dan film jadul untuk ditonton. Para pelayan bahkan kadang berkeliling menjajajakan barang layaknya pedagang asongan. Suasana tahun 80-an benar-benar hidup di dalam rumah makan ini.






4.   Menginap di Lembang
 Malam makin larut, saatnya beristirahat. Kalau menginap di Bandung saya lebih senang di daerah Lembang karena sejuk. Villa yang kami tempati ini berada di jalur jalan besar Lembang PTPN. Desain rumah yang unik menjadikan villa ini begitu cantik untuk berfoto-foto. Salah satu villa yang saya sarankan untuk dilihat adalah kompleks Villa Istana Bunga. Villanya cantik dan unik-unik, cocok untuk acara gathering kantor atau acara keluarga.

Pagi harinya sebelum meninggalkan Villa, kami pun berfoto-foto di seluruh bagian villa cantik ini.




mari ngopi 





5.   Bersantai di Floating Market dan Rainbow Garden
Suasana Lembang pagi hari sangat menyejukkan. Pukul sembilan pagi tempat wisata Floating Market sudah dibuka. Dengan tiket masuk sebesar sepuluh ribu rupiah, pengunjung dapat menikmati seluruh area Floating Market dengan bonus secangkir kopi.






Yang baru di Floating Market adalah taman bunga Rainbow Garden. Dari pintu masuk Floating Market lanjut ke arah kanan hingga menemukan jembatan bambu, naik sedikit hingga terlihat gerbang Rainbow Garden.

Aneka bunga warna-warni terlihat cantik dan harum. Untuk menikmati kecantikan bunga-bunga di Rainbow Garden, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar sepuluh ribu rupiah.

Boss and us





Bunga lavender, aster, mawar serta lainnya mekar begitu indah dalam taman ini. Pengelola taman juga menyediakan kursi-kursi di beberapa tempat seraya memutarkan musik jazz lewat pengeras suara. Betapa nyamannya duduk menikmati bebungaan sambil mendengar alunan musik. So relaxing.

6.   Nuansa Noni Belanda di Lembang Farm house
Tak jauh dari Floating Market, kurang lebih sepuluh menit perjalanan turun menuju Bandung, terdapat satu kawasan wisata unik lagi yaitu Farm House. Lokasi wisata yang terkenal dengan nuansa Eropa ini menjadi tempat wisata yang sayang bila dilewatkan.

Tiket masuk sebesar dua puluh lima ribu rupiah tidak terhitung mahal karena bisa ditukar makanan atau minuman yang dijual di dalam area Farm House. Suasana teduh, bangunan khas Eropa dan orang yang lalu lalang dengan kostum ala Belanda menyambut langkah memasuki kawasan Farm House.

Voucher dua puluh lima ribu bisa ditukar dengan makanan ringan khas Belanda berupa croissant atau dipakai untuk makan di restoran. Waktu itu kami menukar voucher dengan makan di restoran yang sangat kental nuansa Belanda. Saya memesan chicken cordon bleu dan teh dilmah. Rsetoran dengan warna biru lembut dan putih dengan ornamen shabby chic ini sangat cantik untuk berfoto.






Usai makan, kami berkeliling Farm House dan berpapasan dengan pengunjung yang mengenakan pakaian tradisional Belanda yang bisa disewa seharga tujuh puluh ribu rupiah selama satu jam. 





Di Farm House kita dapat menemukan rumah Hobbit, sumur keberuntungan dan area untuk memasang gembok cinta seperti di Korea. Sudah ribuan gembok terkunci di area ini, dan sayang tak ada satu nama yang bisa saya gembok bersama di sana.






7.   Dago factory outlet
    Sebelum kembali ke Jakarta, area Dago patut dikunjungi. Di Dago kita dapat membeli oleh-oleh terkenal Bandung yaitu Kartika Sari juga berburu baju branded murah di jajaran Factory Outlet. Usai berbelanja, mari kembali ke Jakarta dengan melewati jalan layang kebanggaan Bandung menuju gerbang tol Pasteur yaitu jalan Pasupati.



ketemu murid di Kartika Sari

Demikianlah 7 hal seru yang bikin jalan-jalan di Bandung mengesankan. Nantikan tips jalan-jalan di kota-kota lainnya ala Miss Yunita.

You Might Also Like

5 comments

  1. Bacanya aja udah asik pake banget nih...

    BalasHapus
  2. nginep di Lembang memang asik.. kangen Bandung...Maribaya belum ke sana.

    BalasHapus
  3. Rainbow garden, belum ada ih dulu pas aku kesana

    BalasHapus
  4. Makan makam di Misbar kayaknya unik dan lucu.

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images