My Spiritual Journey: 1st Chapter, Preparation

15.03

Tulisan ini tidak bermaksud untuk riya’ atau ujub, semoga bisa diambil hikmah dari pengalaman yang saya ceritakan ini dan semoga bisa menjadi inspirasi bahwa siapapun, bagaimanapun masa lalunya, jika Allah berkehendak maka orang tersebut bisa menjadi tamuNya di Baitullah.

Mom, your wish is my command
Sebagai guru saya tidak punya cuti namun saya punya dua kali libur panjang. Biasanya saya dan teman kantor yang kebetulan hobi backpacker sudah menyusun rencana perjalanan setiap menerima kalender akademik. Kami akan membeli tiket pesawat dan akomodasi lainnya dari jauh-jauh hari dan tentu saja pembayarannya menggunakan fitur cicilan dari kartu kredit.

Awal Januari 2017, rencana awal saya dan seorang teman akan
backpacking ke Jepang dan Korea libur Desember 2017 nanti. Secara tidak sengaja ibu saya mendengar rencana ini dan tanpa tedeng aling-aling langsung menegur saya dengan sangat keras.

“Apa mau ke Jepang, ke Korea? Ga bosen ke luar negeri terus? Ke rumah Allah aja belum kan? Orang islam bukan?”

Jleb, omelan ibu saya meresap ke hati dan saya pun terdiam. Detik itu juga hati kecil saya mengucap selamat tinggal Jepang-Korea, ke sana nanti-nanti saja saya memilih untuk umroh Desember 2017 nanti. Saya pun berniat dalam hati, walau sedikit kecut saat menatap saldo buku tabungan. Masih ada waktu, pikir saya optimis.

Man Jadda Wa Jadda
Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan memetik hasil. Saya ingat sekali kutipan yang saya dengar dari film yang diadaptasi dari novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi.

Semenjak saya niatkan untuk umroh Desember 2017, awalnya saya pesimis dengan kondisi tabungan saya, namun Masya Allah saya mendapat rezeki terus. Semua rezeki tak terduga seolah-olah menjadi berkah Allah dan konspirasi semesta yang mendukung niat baik saya. Alhamdulillah.

Pertengahan Juli saya dan seorang teman sekantor, namanya Maryati pun mendaftar di NRA travel. Kami memilih travel tersebut dari hasil survey dan baca referensi dari beberapa blog.

Memilih untuk pergi tanggal 26 Desember 2017 berarti saya harus siap dengan biaya-biaya ekstra mengingat tanggal yang saya pilih itu peak season. Sekali lagi Allah memudahkan, kami dapat diskon yang cukup lumayan.

Ketika urusan pendaftaran selesai, maka selanjutnya saya harus mengurus penambahan nama paspor menjadi tiga kata dan suntik meningitis untuk syarat visa.

Mengurus penambahan nama paspor pun mudah, sedang tidak antri di Kanim Jakarta Selatan. Suntik meningitis lebih dipermudah lagi, kantor KKP yang beralamat di jalan Jengki, jaraknya betul-betul dekat dari rumah.

Di tengah proses persiapan umroh saya pun berniat memperbaiki diri agar saya pantas menjadi tamu Allah, salah satunya saya memutuskan berhijab di bulan Ramadhan (semoga tetap istiqomah).

Sebulan menjelang keberangkatan semua persyaratan pun rampung. Saya pun semakin berdebar menunggu tibanya waktu keberangkatan. Saya sadar selama 34 tahun hidup di dunia, perilaku saya ini jauh dari yang namanya beriman dan beramal sholeh. Namun saya percaya Allah maha pemaaf dan pemurah. Allah akan memanggil hambanya yang mau, yang niat untuk bertamu ke rumahNya. Bismillah …

H-2
Jadwal keberangkatan saya semula tanggal 26 Desember diundur menjadi tanggal 27 Desember karena tiadanya jadwal penerbangan hari itu.

pembagian kartu identitas saat manasik

Menjelang keberangkatan, kami melakukan manasik dan penyerahan koper besar di Graha NRA di Mampang. Saat talbiyah diperdengarkan di seluruh ruangan manasik, saya menangis tersedu-sedu. Sampai saat ini pun saya masih merasakan betapa bergetarnya hati saya saat itu.

Labbaikallahumma Labbaik
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik


Saya juga menyempatkan meminta maaf pada keluarga serta semua orang terutama orang-orang yang pernah begitu dekat dengan saya secara personal, barangkali ada ucapan atau tingkah saya yang melukai mereka.

berpamitan pada keluarga



Keberangkatan
Jadwal flight saya pukul 3 sore dari terminal 3 Soekarno Hatta International Airport. Dari pukul 11 kami sudah siap berangkat menuju bandara. Saya dilepas dengan suara azan yang dikumandangkan oleh Papa. 




Papa ...
aku lahir ke dunia diiringi kumandang azanmu
Kini dengan azan yang sama 
kau lepas aku beribadah menuju rumahNya



Perjalanan menuju terminal 3 Bandara Soekarno Hatta terbilang cukup lancar. Rombongan NRA terlihat mencolok dengan seragam batiknya. usai menyerahkan koper kecil saya mendapat paspor, tiket dan kotak makan siang. Sambil menunggu masuk, saya sempat foto bersama keluarga di terminal 3 yang sangat cantik sekarang.


With Maryati

Meski sempat mengalami delay hampir 30 menit akhirnya rombongan kami berangkat menuju Jeddah, Saudi Arabia dengan Garuda Indonesia. Ssst ... ini pertama kalinya saya naik Garuda sehingga sedikit norak, maklum saya ini backpacker biasanya naik budget airlines.


The ticket

interior Garuda 


Perjalanan selama 9 jam berlalu tanpa terasa hingga kaki saya pun menjejak untuk pertama kalinya di King Abdul Aziz Airport Jeddah. Ratusan jamaah umroh dari berbaagai negara terlihat di hadapan saya, kami semua sama-sama mengantri di bagian imigrasi.

Bismillahirrahmanirrahim ...
Saya melangkah masuk ke antrian imigrasi. Detik ini perjalanan spiritual saya dimulai.

Nantikan lanjutannya.

You Might Also Like

9 comments

  1. Assalamualaikum kak yun... Semoga berlanjut dengan memenuhi panggilan berhaji ya.. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam Teh Tuty terima kasih ya. Insya Allah teh

      Hapus
  2. Assalamualaikum kak yun... Semoga berlanjut dengan memenuhi panggilan berhaji ya.. Aamiin

    BalasHapus
  3. Quote : "Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan memetik hasilnya" selalu bikin semangat. Semoga ibadahnya diterima oleh Allah SWT, mbak Yun. Amin.

    BalasHapus
  4. Inspiring Mba Yun.. cant wait the next chapter.

    BalasHapus
  5. Cepat² tulis lanjutannya, Miss Yun... ��

    BalasHapus
  6. Netes air mata gw nyit.. Barakallah ya..

    BalasHapus
  7. "Papa ...
    aku lahir ke dunia diiringi kumandang azanmu
    Kini dengan azan yang sama
    kau lepas aku beribadah menuju rumahNya" gemeter hatiku mba bacanya :")

    Man jadda wa jadda ya mba.. Alhamduillah nih baca kalimat itu jd semangat!

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images