Nostalgia di The 90's Festival

08.18


JI Expo sore hari, antrian mobil telah rapat memasuki area gelaran nostalgia The 90's Festival. Sebuah gerbang bertajuk mesin waktu berwarna-warni meriah menyambut para pengunjung. Usai menukarkan tiket, kami bertiga mendapat gelang juga jas hujan untuk memasuki area konser.






Dari terowongan waktu yang dindingnya berhiaskan ornamen jam yang berputar terbalik, kami langsung dihantarkan pada suasana 90-an. Festival yang memiliki empat panggung utama, ini benar-benar dibuat selayaknya tahun 90-an lengkap dengan pernak-perniknya. 

Empat panggung utama yang merupakan sponsor The 90's Festival yaitu panggung  Toped Stage (Tokopedia), Hardtop Stage (Grab), View Master Stage (MLD Spot), 90's Icon Stage (Wardah). setiap panggung menampilkan deretan artis 90an dengan jadwal masing-masing yang membuat para pengunjung harus mobile dari satu panggung ke panggung lainnya demi menyaksikan artis kesayangannya.


Saat kami masuk. di sudut kanan, panggung Wardah terdengar suara khas TIC Band yang membawakan lagu hits mereka. Menuju panggung Wardah, kami melewati jajaran stand yang menjajakan makanan zaman 90-an hingga aneka mainan tahun 90-an seperti nintendo, tamagochi dan sebagainya. Feels like turn back time.



Ku tak akan berhenti beri cinta dan rinduku
Sampai kau mengerti dan pahami semua yang kuberikan
Jangan kau pergi dariku bila waktuku sedikit untukmu
setiap hembusan nafasku kulakukan yang terbaik untukmu

Lagu yang pernah begitu hits di tahun 1999 ditampilkan penyanyi aslinya begitu menyentuh seolah tak berubah padahal belasan waktu telah berlalu. Usai lagu "Terbaik Untukmu" ditampilkan, TIC Band pun turun dari panggung. Saya, Nana dan Heni berkeliling area The 90s Festival sambil bersiap menunggu penampilan The Groove di panggung Hardtop Grab.

Kami yang memang niat datang pun sengaja berkostum T-Shirt sampul buku tahun 90an. Saya memakai baju buku Bahasa Indonesia sementara dua sahabat saya mengenakan baju sampul buku PPKn. Keunikan t-shirt kami membuat beberpa pengunjung memfoto kami juga tak ragu menghampiri dan bertanya beli di mana?



Selain area yang disulap serupa suasana tahun 90an lengkap dengan simbol-simbol ataupun ikon yang begitu khas di tahun 90-an seperti MTV, Grifone, Grafiti dengan warna mencolok memanjakan selera nostalgia para pengunjung. Belum lagi kehadiran para costplayer yang berkostum jagoan ala 90-an seperti Power Ranger dan ksatria Baja Hitam. Duh, benar-benar seru.



Menjelang pukul 4 sore, Rika Roeslan, Reza serta personel The Groove lainnya nampak bersiap di panggung yang disambut histeris oleh para pengunjung. "Dahulu", menjadi lagu pembuka yang dinyanyikan bersama, seolah seisi JI Expo ikut larut dalam lirik lagu "Dahulu".

Dahulu semua indah
Dahulu terasa bergelora
Dahulu hanya ada aku
Dahulu ku menjadi bunga cintamu


Menampilkan lima lagu hits di masa keemasan mereka, The Groove tampil begitu menghentak sore itu. Rasanya tak ingin melihat mereka menyudahi penampilannya. Dari panggung Grab, kami berjalan cepat menuju panggung MLD Spot, di sana Warna sedang tampil. Meski kami hanya dapat menyaksikan satu lagu, kami puas mendengar langsung lagu “Rindu” dinyanyikan oleh 5 personel Warna di atas Panggung.

Rindu ini terasa indahnya
Andai kau ada di sini
Bersamaku berbagi rasa
Ingin kuungkap semua rasa 
Curahkan cinta ini
Untukmu hanya dirimu

Dari panggung MLD Spot, kami berlari tepatnya saya yang berlari menuju panggung Wardah karena di sana idola jaman saya masih remaja alias ABG sedang tampil. Eza Yayang dan Band-nya DOT. Ya Allah, mau nangis. Lebay kan? Yah begitulah adanya. 



Sosok yang gambarnya selalu saya gunting dari majalah dan ditempel di buku serta setiap sudut kamar ketika remaja dulu. Sosok yang gambarnya saya ajak ngobrol dengan halusinasi tingkat tinggi. 

Beruntungnya generasi zaman sekarang, mereka bisa berkomunikasi langsung dengan idolanya lewat twitter, instagram dan lainnya. Namun begitu gelaran the 90’s festival ini selesai, saya mengunggah foto dan video DOT di instagram dan rasa tak percaya karena Eza Yayang yang asli berkomentar di postingan itu  Gusti, mimpi apa? Meski sudah berusia kepala 3 begini, namun  mengenai idola, saya bisa kembali jadi remaja berusia belasan.

Senja turun, kami beristirahat sebentar dan mampir membeli minuman di area sekitar panggung Toped. Di sana kami menyaksikan serombongan pengunjung memakai baju seragam sekolah lengkap dengan ibu gurunya yang memakai baju Korpri. Kami pun berkolaborasi dengan berfoto bersama.



Sementara itu T-Five sedang bersiap di panggung. Melihat T-Five saya tiba-tiba teringat seorang teman yang suka sekali dengan band ini dan menyebutnya dengan bahasa Sunda yang kental “tipaip Band”. Lagu "Kau" tentu saja jadi jagoan di senja itu. Galau, galau? Pastinya hahaha



Penampilan selanjutnya di panggung Hardtop, penampilan absurd, kocak dan paling ditunggu-tunggu, siapa lagi kalau bukan Padhyangan Project. Band yang terkenal dengan parodi lagu ini begitu hits pada tahun 90-an, saya punya semua kaset mereka (hehehehe kaset) . 

Lucu rasanya menyaksikan Daan Aria, Iszur Muchtar, Joehana, Denny chandra berubah menjadi bapak-bapak berperut buncit dan menyanyikan lagu mereka di panggung. Lagu hits macam "Cover Boy", "Antrilah di Loket", menghangatkan malam. Kami semua bernyanyi dan tertawa serentak mengenang seru dan lucunya zaman itu.



Usai Project Pop, di panggung Toped terdengar suara riuh, kami pun berpindah. Reza Artamevia tampil menyapa para penonton. Ia tak kehilangan kecantikannya seperti pertama debut dahulu tentu saja dengan lagu pertamanya yg fenomenal. Malam itu penonton hanyut terbius lagu-lagu yang dibawakan. "Satu yang Tak Bisa Lepas", "Aku Wanita", "Berharap Tak Berpisah", "Pertama" dibawakan begitu ciamik, menggetarkan sekaligus membuat penonton diam-diam menangis

Bukan berarti aku tak percaya kamu, kesungguhanmu
Tapi perihku di masa yang lalu, belum juga hilang
Selalu menghantui, selalu membayangi
Mungkinkah kau mencintai diriku selama-lamanya
Hingga maut memisahkan
Bukan hanya cinta yang sesaat terus menghilang
Bila hasrat telah usai

Reza yang membawakan 6 lagu pun merampungkan penampilannya di panggung Toped yang membuat kami harus pindah area lagi menuju panggung Wardah. Di sana Stinky tengah tampil. Saya penasaran bagaimana image Andre yang sekarang lebih dikenal sebagai komedian akan hadir bersama bandnya membawakan lagu romantis Stinky yang terkenal sepanjang masa “Mungkinkah”.

Benar saja, saat kami tiba, sebagian penonton sedang tertawa-tawa mendengar Andre Taulany menyambut penonton dengan mengucapkan terima kasih bagi penonton yang rela membeli tiket semoga amal ibadahnya dan sodaqoh tiketnya dibalas Allah.

Lagu Mungkinkah hadir sebagai penutup penampilan Stinky malam itu, saya merinding mendengar penonton begitu kompak menyanyikan reffrain lagu tersbeut

Kau kusayang selalu kujaga
Tak akan kulepas selamanya
Hilangkanlah keraguanmu pada diriku
Di saat kujauh darimu

Pecah, dahsyat dan saat Stinky mundur penonton pun sibuk berlarian pindah menuju panggung selanjutnya. Gelaran The 90s Festival ini memang membuat penonton harus rajin bolak balik panggung satu hingga empat demi artis idola. Melelahkan tapi ya tetap kami suka. Nostalgia gitu loh.

Kla Project pun hadir di panggung Hardtop Grab membuat malam makin syahdu. Tahu lagu pembukanya? Jogjakarta … waaww siapa yang tak kenal lagu itu? Siapa yang tak punya kenangan di Jogjakarta yang konon terbuat dari kopi dan rindu. Selanjutnya "Terpurukku di Sini", "Tentang Kita", "Menjemput Impian", serta "Tak Bisa ke Lain Hati" pun turut memanjakan telinga penonton. 

Saat itu, di waktu yang sama, di panggung MLD Spot Base Jam Reunion pun sedang tampil dengan berat hati saya pisah dengan Nana dan Henny yang bertahan menyaksikan Kla Project. Sementara saya pindah ke panggung MLD Spot. Saya mau melihat Adon beraksi di panggung.


Adon in action

Base Jam Reunion tampil menggebrak. Tak hanya membawakan lagu hits mereka di tahun 90-an. Adon dan Sigit selaku vokalis pun memberikan bonus dengan menyanyikan lagu Step by Step milik NKOTB. "Bukan Pujangga" menjadi lagu penutup penampilan Base Jam Reunion malam itu.



Saat saya kembali ke area panggung Hardtop Grab, kedua sahabat saya tengah duduk di lantai. Kami terlalu lelah untuk pindah ke panggung Toped di sebelah yang sedang menampilkan Sixpence None The Richer. Kami juga sedang menghemat tenaga untuk menyaksikan penampilan terakhir nanti. Semangat memang masih remaja, tapi kondisi stamina tidak bisa bohong. Hidup nostalgia ...!

Di tengah konser Sixpence None The Richer berlangsung, dari panggung Hardtop nampak Melly Goeslaw menyapa para penggemar. Potret is on the stage, lagu "Terbujuk" membuka penampilan mereka. Langit cerah, bintang berkelip menambah kesan malam itu saat Potret membawakan "I Just Wanna Say I Love You". Lagu unik yang liriknya hanya kalimat itu saja namun memberi kesan mendalam. I Just Wanna Say I Love You.

Pukul sebelas malam, suara Ari Lasso yang khas memecah keheningan malam. Separuh Nafasku ...  cukup membuat perhatian penonton beralih dan berlarian menuju panggung Toped. Penampilan penutup dari Dewa feat Ari Lasso ini berdurasi 1,5 jam. Tampil dengan hits yang begitu fenomenal, Ari Lasso hadir mengobrak-abrik emosi penonton yang semakin terbang menuju  masa lalu. "Tak Akan Ada Cinta yang Lain" turut dinyanyikan malam itu. 



Berkali-kali menyaksikan konser Dewa, saya belum pernah mendengar mereka menampilkan lagu "Tak Ada Cinta yang Lain". Lihat saja penonton perempuan hampir semua menangis tersedu entah mengapa, untungnya saya tidak.

Tak akan ada cinta yang lain
kupastikan cintaku hanya untukmu
Pernahkah terbesit olehmu
Aku pun takut kehilangan dirimu

Rangkaian konser berkhir hampir pukul satu malam, saatnya kami bertiga pulang membawa sejuta kenangan nostalgia. Kami bangga jadi generasi 90an, kamilah generasi transisi yang merasakan indahnya main petak umpet di bawah sinar rembulan di malam hari namun kami juga saksi keemasan Atari, Nintendo dan Sega. 

You Might Also Like

37 comments

  1. Asik ya, kak kembali ke era 90an..

    BalasHapus
  2. tamagochiiii. 😍😍😍

    BalasHapus
  3. Seru banget ya kak. Sebagai generasi 90's, kalau ngefans sama artis itu ya kerjanya guntingin foto idola, mulai dibuat kliping, sampai di pajang didinding kamar. Beda banget sama kids zaman now yg bisa langsung interaksi sama idplanya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kirain aku doang loh yang suka gunting dan nempel dari majalah lalu berhalusinasi ngajak ngobrol hehhehee

      Hapus
  4. Mungkinkah...kita kan slalu bersama..walau terbentang jarak antara kita...

    This was our themesong..and he still loves this song very much! hihihi

    BalasHapus
  5. Nostalgia bgt yakk 90 an. Brg2 mainan wktu kecil dlu. Mantabbb

    BalasHapus
  6. Itu judul lagu Dewa yang "Separuh Nafas", kan gak sesuai EBI mbak hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha iya yaa harusnya napas. Ga apalah yang nyanyi Ari Lasso, suaranya bagus

      Hapus
  7. Kayak balik ke masa2 ABG ya mba.. Hehe. Dr lagu2 di atas yg sempet ikutan ngehits di zaman aku SD itu yg the groove sama warna πŸ˜‚.
    Btw tahun 90an aku masih anak di bawah 10 tahun haha

    BalasHapus
  8. 90an bangeeeet...aku kenal semua nama band dan lagu yang disebutkan di atas. Huahahahhaa... i'm old! :)))))

    BalasHapus
  9. Kalo dengerin lagu2 tahun 90an jadi inget kehidupan zaman dulu. Oh iya, Protonema udah gak ada, ya? Lagunya bagus2 juga tuh. Aku suka banget :D

    BalasHapus
  10. Seru banget acaranya, terus tiba2 ngebayangin jajanan tahun 90'an *elus2 perut*

    BalasHapus
  11. Jadi flashback ya Mbak wkwkwk.

    BalasHapus
  12. Gen 90an memang yang paling seru ya, mba 😍

    BalasHapus
  13. Asli gue bacanya aja bisa merasakan keseruannya.... Anak jaman now pasti gak tau

    BalasHapus
  14. ini background blognya begitu ya?? hihi..

    wah aku yang lahir 2000an ga ngerti ini apa

    BalasHapus
  15. Ah kesel banget ini ketinggalan info event ini kak,. huh

    BalasHapus
  16. Koq gw bacanya kesel sih. Iri dan dengki krn gak tau dan gak dtg ke acara itu...hwaa. Padahal kan gw generasi 90-an juga.

    BalasHapus
  17. Seru banget mba, nyesel deh gak dateng. Walau umur masih 20an dan sempet nyicipin idup di eranya sinetron tersanjung 1-7 haha

    BalasHapus
  18. Seru sekali ceritanya. Ah. Nostalgia sama Satria Baja Hitam

    BalasHapus
  19. Zaman ini, pas banget dengan sejarah jatuh bangun dalam dunia percintaan dalam hidupku..ehm
    Jadi banyak banget lagu yang jadi bagian dari sejarah itu..
    Benar benar terwakili deh..

    BalasHapus
  20. Banyak ugha artis yang tampil ya kak yun. Btw kaos beli dimana kak? Hihihi
    Duh base jam 😍😍 haha

    BalasHapus
  21. Seru banget ya Kak Yun. Wah ada Ari Lasso juga 😍 Kalo jaman SMP aku ngefans banget sama Ada Band, sampe tiap malem wajib dengerin lagunya (dulu masih jaman kaset tape) 😊

    BalasHapus
  22. Ahhh... sayang.. pas kmrn bentrok acaranya....

    BalasHapus
  23. Aahh saya sudah duga ini yang terjadi baca Blognya Mbak Yunita. Demi apapun saya emang pengen dateng ke acara itu, sayangnya harus nugas ke Jogja waktu itu.

    Pas bagian liriknya, langsung nyanyi dong saya hahhaa

    BalasHapus
  24. Baca tulisan ini aja udah seru banget, apalagi pas acaranya yahhh...

    Tp btw itu kaosnya bikin sendiri atΓ u beli dimana?? Pengin beli kaos muatan lokal :P

    BalasHapus
  25. Aaa... Ksatria Baja Hitam. Ini favorit banget dulu

    BalasHapus
  26. Ninetendo... Kalo di daerahku namanya gamebot, dulu waktu kecil suka bgt main ini. Paling seru main yg tembak2an trus terakhirnya ngelawan monster yg menuhin layar... Ah, jadi nostalgia lagi 😊

    BalasHapus
  27. Kok ga ada dingdong ya yun disana

    BalasHapus
  28. Arghh acara ini mengingatkan,kawanku tahun lalu ke acara ini, dan dya bertemu Iqbaal CJR (bukan sbg tamu undangan,tapi sebagai pengunjung)

    Kmudian temenku yg tau bgt akunfans berat Iqbaal, lgsung deh ngirim.fotonya Iqbaal ma dya berdua ihh KZL bgt cobak

    BalasHapus
  29. Lengkap banget ulasan acaranya. Keren Kak Yun

    BalasHapus
  30. Kirain aku doank yang suka lagunya DOT. Ternyata kak yunita juga. Kaulah... Belahan jiwaku... Kaulah curahan hatiku πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Seru ya kak, jaman dulu suka sama penyanyi atau band tanpa terlalu tau muka dan latar belakangnya πŸ˜‚

    BalasHapus
  31. Duh, jadi nostalgia banget baca tulisan ini. Jadi nyesel nggak dateng deh.

    BalasHapus
  32. Lagu Malaysiaan ga ada yak wkwkwk...
    Jaman 90an masih ingusan kita. Tapi tahu lah, baca ini jadi inget dulu dikampung. Secara zaman 90an msh jadi anak kampung

    BalasHapus
  33. ahhhhh Kak aku iri, gak bisa ikut acara festival 90an, moga2 next year bisa gabung

    BalasHapus
  34. Pengen ikuutt. Pasti seru banget deh ke situ bareng temen-temen yang dulu pas 90 an...

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images