Say Something Good Only: Moral Lesson from Madinah

11.20

Malam hari saat istirahat di hotel saya chatt dengan beberapa teman di Jakarta. Saya memang sengaja tidak membeli paket internet, alasan utama supaya irit karena bisa mengandalkan wifi hotel dan alasan kedua supaya bisa fokus. Malam itu saya bilang pada teman-teman bahwa saya kangen makan gorengan seperti bakwan dan lainnya. Di Madinah ini tidak ada penjaja makanan di gerobak, kalaupun ada di gerobak itu menjual siwak. Masa nyemil siwak, seloroh saya malam itu sebelum tidur.


Serenade Subuh di Masjid Nabawi




Pukul empat pagi saya sudah berangkat menuju masjid Nabawi. Azan subuh di Madinah adalah pukul 5.30 pagi, sehingga kami berempat bisa menunaikan ibadah sunnah sambil menunggu sholat subuh.


Udara dingin menyambut langkah kaki kami, puluhan jamaah pun terlihat berjalan memadati Masjid Nabawi. Suasana dini hari yang begitu syahdu terlihat di sekeliling masjid Nabawi.







Be careful of your wish for your wish might come true
Usai sholat subuh kami kembali ke hotel untuk sarapan pagi dan bersiap untuk jalan-jalan keliling kota Madinah. Saya tak sabar melihat kota tempat tinggal Rasulullah yang menyejukkan ini.

Ketika rombongan saya di bus 94 sudah naik semua, petugas membagikan snack yang berisi onde-onde dan bakwan! Terkejutlah saya, baru semalam saya bicara kangen makan bakwan, tiba-tiba sepotong bakwan hangat hadir di depan mata saya. Saking senangnya, bakwan itu saya makan perlahan seraya menikmati panorama kota Madinah yang gedung-gedungnya berwarna senada.

Bakwan ...

Saya kaget sekali, betapa cepat permintaan saya dikabulkan. Saya jadi berpikir untung saja tidak berkata yang buruk, setidaknya saya harus berpikir sebelum berkata. Katakanlah yang baik-baik saja, Insya Allah terwujud.

Masjid Quba



Kami tiba di masjid Quba setelah kurang lebih sepuluh menit berkendara. Suasana masjid begitu ramai. Para pedagang sibuk menjajakan dagangannya di pelataran masjid. Kami berkumpul sebentar sebelum masuk ke area masjid untuk menunaikan sholat dhuha. Konon sholat di masjid Quba sama halnya dengan sholat 100 kali.

Langit begitu cerah membiru kontras dengan masjid yang berwarna putih menjadikan pemandangan yang begitu memukau. Kami tak lama di masjid Quba, usai dhuha dan seluruh anggota rombongan telah lengkap maka bus pun berangkat menuju tujuan selanjutnya.
                                                  
Kebun Kurma



Selama hampir lima belas menit perjalanan, tibalah kami di tujuan selanjutnya yaitu Kebun Kurma. Debu yang diterbangkan angin menemani langkah saya memasuki kebun kurma. Sebuah toko besar terletak tepat di pintu masuk. Toko tersebut menjual aneka kurma beserta barang-barang lainnya.

Selama rombongan kami sibuk berbelanja, saya dan Mba Icha teman serombongan malah berkeliling mencoba satu persatu jenis kurma. Dari kurma nabi, kurma sukhori yang konon adalah kurma terbaik, hingga kurma muda ruthob yang dijual dalam kondisi beku.


Puas mencoba aneka jenis kurma, saya dan Mba Icha pun berjalan ke area belakang toko yaitu perkebunan kurma. Sayangnya di bulan Desember tidak ada kurma yang berbuah, saya hanya meliat pepohonan kurma yang terlihat seperti pohon kelapa sawit.


Jabal Uhud
Dari kebun kurma perjalanan kami selanjutnya menuju Jabal Uhud. Kawasan perbukitan Jabal Uhud merupakan tempat perjuangan Rasul melawan kaum munafik.





Angin bertiup cukup kencang di Jabal Uhud. Kami tidak punya banyak waktu di sana mengingat terbatasnya lahan parkir untuk bus. Sepuluh menit dirasa cukup untuk menikmati dan berdoa di Jabal Uhud kemudian kami kembali menuju bus.




Uniknya Masjid Nabawi
Masjid kebangaan Madinah ini memiliki banyak keunikan selain payung-payung indahnya. Payung Masjid Nabawi menutup setiap sore bada ashar dan mengembang sempurna usai subuh. Ada satu lagi keunikan masjid Nabawi yaitu atap masjidnya yang terbuka setiap bada ashar.



Saat pertama saya menyaksikan atap yang terbuka, saya terkejut dan segera merekamnya. Betapa indah matahari sore terlihat dari dalam masjid Nabawi. Masya Allah … Subhanallah rasanya beruntung sekali bisa menikmati keunikan Masjid Nabawi

You Might Also Like

10 comments

  1. Subhanallah, betapa kata2 adalah doa, dan aku masih penasaran sama si penitip doa, anw, berkat titipan doanya aku sudah bisa beraktivitas normal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. biarlah tetap jadi rahasia Mas hehehe.

      Hapus
  2. Jadi kita harus selalu berkata-kata & berpikir yang baik-baik ya. Supaya terwujud. Membaca ini jadi kepingin beribadah Umroh. Semoga ada umur & rejekinya.

    BalasHapus
  3. Masyaallah, kakak berucap baik dan langsung Allah kabulkan. Jamuan dan perjalanan religi yang penuh hikmah dan berkah. Alhamdulillah ya kak

    BalasHapus
  4. Ucapan adalah doa. Cara sederhana, kita untuk selalu berkata baik. Suka dengan tulisannya.

    BalasHapus
  5. Duh semoga saya ada jalan ke sana. Amin...

    BalasHapus
  6. Kadang yang kita pikirkan itu pun bisa jadi do'a ya, mba yun.. Harus selalu khusnudzon akan apapun..

    Kartini

    BalasHapus
  7. Subhanalloh merinding melihat kemegahan Masjid Nabawi ketika dibuka. Masih sangat ingat ketika Kak Yun cerita kangen bakwan, kemudian besoknya langsung terkabul.

    BalasHapus
  8. MasyaAllah mbak..semoga doa2 di sana semua diijabah. Aamiiiin.

    BalasHapus
  9. Luar biasa!! Semoga saya bisa segera menyusul ziarah ke Makkah dan Madinah. Aamiin. Doakan ya Bu Guru..

    BalasHapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images