Air Mata di Kaki Kabah

08.43

Rukun Yamani
Semalam saya baru mengetahui bahwa sholat tahiyatul Masjid boleh diganti tawaf. Subuh ini kami akan tawaf sebagai pengganti tahiyatul masjid. Di dalam ransel saya membawa tiga botol air zamzam untuk didoakan dan dibawa tawaf.


Saya berjalan bersama Mba Nevy dan Mba Sri. Setiap satu putaran kami bergerak mendekati Kabah. Di putaran ketiga posisi kami sangat dekat dengan Rukun Yamani. Kami mendekat dan memang kondisi Rukun Yamani sedang tidak dipenuhi jamaah.

Source: https://www.facebook.com/MekahMadinahOfficial

Hawa dingin masuk ke seluruh tubuh saya saat tangan dan kening saya bersentuhan langsung dengan Rukun Yamani. Sekali lagi air mata berjatuhan menderas karena sadar kesalahan besar yang pernah dilakukan. Di sini di kaki Kabah, di rukun Yamani saya bersujud. Harum aroma yang khas seolah menjadi aromaterapi yang mendamaikan. Usai tawaf kami sholat subuh berjamaah dan mendapat tempat di pelataran kabah. Kemudian kami kembali ke hotel dan sarapan.

Sholat di Hijir Ismail
Pengalaman istimewa subuh tadi saya ceritakan pada Maryati dan Mba Icha sehingga siang ini kami berniat melakukan tawaf lagi sebelum sholat dzuhur.

Area Hijr Ismail
Pic: www.viva.co.id


Seusai putaran ketujuh kami tiba di Hijir Ismail. Pintu masuk area Hijir Ismail yang tidak begitu luas disesaki oleh jamaah yang keluar masuk.
Tentu semua jamaah ingin merasakan beribadah di area terdekat dengan Kabah apalagi sholat di Hijir Ismail memiliki banyak keutamaan.

Begitu mendapat tempat yang sedikit lebih lapang, saya pun sholat sunnah dua rakaat di sana. Saat itu saya pasrah jika sampai saya ditabrak atau bahkan terinjak jamaah lain, ukuran tubuh orang Indonesia memang sedikit “imut” dibanding jamaah dari negara lain. Saat saya hendak sujud, ada seorang jamaah ikhwan yang merentangkan tangan seolah menghalangi dan mengamankan posisi saya sehingga tidak terganggu jamaah lain. Sayang saya tak sempat mengucap terima kasih atau bahkan mengenalnya.

Metropolisnya Mekkah
Mekkah hadir layaknya kota-kota besar di belahan dunia manapun. Berbeda dengan Madinah yang begitu tenang dan damai, Mekkah begitu hiruk pikuk.




Antrian akhwat memesan kopi

Di tempat saya menginap, Zamzam Tower yang merupakan tempat hotel berbintang seperti Raffles, Pullman dan sejenis sekaligus pusat perbelanjaan mewah. Aneka brand kelas dunia membuka outlet di Mall ini. Yang mengejutkan ternyata di dalamnya ada gerai Starbucks.


Paket paling murah isinya roti, ayam dan kentang

Uniknya di Mekkah ini jika ingin memesan atau membayar terutama makanan, tempat pembayaran terbagi menjadi dua jalur ikhwan dan akhwat. Waktu saya membeli kopi di Starbucks dan iseng mampir ke KFC, saya sempat ditegur petugas karena dengan cueknya masuk ke area ikhwan. Ya maaf, saya kan tidak tahu.


Gerai Bodyshop

Restoran makanan Indonesia


Tawaf Wada
Tibalah hari terakhir saya di Mekkah. Pagi hari usai sarapan rombongan kami bersiap untuk melakukan tawaf wada atau dikenal sebagai tawaf perpisahan.

Bersiap Tawaf Wada

Untuk tawaf wada jamaah disarankan melakukan di lantai dua masjidil harrom. Tentu jarak yang ditempuh menjadi empat kali lipat lebih jauh dibanding tawaf yang mengelilingi Kabah. Namun bismillah rombongan yang hanya berjumlah dua belas orang ini tetap berjalan melakukan ibadah sunnah terakhir.



Disebut perpisahan memang nyatanya berpisah karena pukul satu siang rombongan kami akan bertolak menuju bandara King Abdul Aziz di Jeddah utuk kembali ke tanah air. Belum kaki melangkah keluar menuju bus, hati ini sudah merasa rindu. Angin sepi mendesir dalam hati.

Bakso Mang Oedin, Balat
Perjalanan menuju King Abdul Aziz Airport memakan waktu hingga dua jam. Kami melewati dataran gurun pasir yang luas. Area inilah yang menjadi shooting film Mission Imposible. Ketika area gurun berakhir, bus kami memasuki perkotaan.


Desir pasir di padang tandus ...


Kami mampir di Balat, yaitu sebuah kawasan perbelanjaan. Di Balat banyak pedagang asal Indonesia. Toko oleh-oleh di sana cukup banyak dan lengkap, namun harganya lebih mahal dari Madinah.


Seporsi bakso Mang Oedin di Balat

Makanan khas Indonesia banyak dijual di Balat, salah satunya adalah bakso Mang Oedin. Harga seporsinya cukup mahal, namun kerinduan pada makanan Indonesia sudah tak tertahankan (ya memang lebay heheh). Semangkuk bakso, kerupuk dan es teh tawar saya nikmati di sore hari yang cerah itu.



Jakarta, Aku Pulang
Meski sempat bermasalah dengan urusan koper dan pemeriksaan di bagian imigrasi bandara, serta delay selama hampir 45 menit pesawat kami berangkat tepat waktu. Pukul sepuluh tiga puluh waktu Jeddah pesawat kami pun mengudara.



Delapan jam lebih kami di udara, saya sempat menyaksikan matahari terbit dari jendela pesawat. Mengagumkan. Kemudian langit Jakarta pun terlihat, laut dan atap-atap rumah semakin dekat hingga akhirnya kami mendarat sempurna.

Awan-awan dari balik jendela

Proses pengambilan bagasi pun tak lama, setelah semua koper serta air zamzam sudah didapat, saya pun mendorong troly keluar di mana Bapak saya sudah menjemput. Baru saja menjejakkan kaki di Indonesia namun kerinduan saya pada Mekkah terutama Madinah begitu meluap. Semoga Allah mengizinkan dan mengundang saya untuk datang ke rumahNya lagi. Aamiin 
 

Koper pun beranak pinak


You Might Also Like

66 comments

  1. Terharu pas lagi mau sujud terus ada yang jagain gitu.

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. iya yang mengalaminya pun kadang masih tak percaya

      Hapus
  3. Nginep di Pullman ya? cermin lobinya kayak kenal, hehehe.

    Saya bela-belain tawaf wada di depan Ka'bah Mbak Yun, sepanjang putaran nggak berhenti menangis. Tangisnya lebih hebat ketimbang tawaf pertama kali. Rasanya kayak duh kapan bisa ada di sini lagi.

    Saya jamin menuliskan ini pasti sambil menahan rindu ingin ke sana lagi deh.... saya yang bacanya juga rindu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup bener di Pullman, rezeki anak saleha Kak. Irit tapi dapatnya yang wawwaw hehhe

      Hapus
  4. Perjalanan ibadah yang memorable yah Kak Yun, selalu ada cerita di setiap likunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berkesan dan tak akan pernah terlupakan

      Hapus
  5. Duh..
    Ayam, kentang sama rotinya bikin ngiler 🀀🀀
    Ending dari perjalanan spiritual y mbak, tp perjalanan sesungguhnya baru dimulai ketika pulang dan mempraktekkan nilai2 serta pelajaran selama disana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, yang sulit adalah mempertahankan spirit rajin beribadah selama di sana untuk tetap dilaksanakan di sini

      Hapus
  6. Wow... nginep di Zamzam Tower... kereeen

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha rezeki anak saleha aja sih Mas

      Hapus
  7. Selalu merindukan Baitullah..
    Sampai krucil pun, betah disana karena sering dapat makanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. selalu dan selalu Mba. semoga dipanggil lagi ke sana

      Hapus
  8. Jadi makin pengen buat berkunjung dan beribadah disana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah Dayu segera ke sana. Aamin

      Hapus
  9. terharu mabk yun ampe nangis, begitu. jadi pgn kesana. trus Mall nya ciamik ya.. ada makanan indonesia juga. kayak bakso.. insyaallah bisa kesana.. amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah Mba Ari segera ke sana. Makanan Indonesia yang ada di sana rasanya ga begitu enak Mba hehehhe

      Hapus
  10. yun disana km make cadar gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Engga. Desember Mekkah dan Madinah itu cuacanya bersahabat jadi ga ngebul dan ga perlu pakai cadar

      Hapus
  11. Pengen ke sana. Semoga suatu saat kesampaian :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga Mba Nunik sekeluarga segera ke Baitullah

      Hapus
  12. Makan baksonya harusnya pakai nasi, biar nendang. Sayangnya lagi diet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahhaa tapi di sana sempet sekali cobain nasi. Yg enak di sana telur ayamnya. beda gitu

      Hapus
  13. Terima kasih mba yun, udah ngeshare semua yg mba yun alami di sana.. :)
    jadi cukup merasakan atmosfernya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mba Kartini, semoga bisa menginspirasi

      Hapus
  14. Mantap kak Yun, ada jualan baso jg di sana. Rasanya sama apa beda kak?
    https://helloinez.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bakso di sana cukuplah untuk mengobati rasa rindu pada si dia #ehh pada makanan Indonesia, tapi enakan makanan asli di Indo sih

      Hapus
  15. Mbak yun, baksonya kelihatan enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aslinya tidak begitu enak Mba, aku lebih suka bakso gerobakan di Jakarta hehehe

      Hapus
  16. Bosku pernah cerita, kerinduan pada Mekkah itu beda banget sama kerinduan kita pada tempat-tempat yang lain. Kalau tempat (wisata) lain, paling cukup sekali atau dua kali aja didatangi. Tapi kalau Mekkah, rindunya itu berat banget. Jadi kepengen ke sana juga. Insya Allah.
    Btw, doa-doa saat rukun umrah itu harus dihapalin atau bisa dibaca di buku sakunya itu, Kak Yun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, rasa rindu dan sepi ketika meninghalkan Mekkah itu terasa banget. Bahkan kalau boleh mau mau selamanya aja di sana. Doa2 boleh dibaca sambil baca bukunya. kalau aku dikasih earphone bluetooth gitu, jadi tinggal mengucapkan apa yg dibacakan oleh oleh muthowifnya

      Hapus
  17. Alhamdulillah ya mbak terpenuhi sudah undangan Nya beribadah di tanah suci. Semoga akan ada kesempatan2 berikutnya menikmati indahnya beribadah di sana. Aamiin

    BalasHapus
  18. Masya Allah, mohon doanya semoga bisa segera kesana. Aamiin

    BalasHapus
  19. kak yun ih. kmu sengaja yaa antre di tmpt ikhwan! hihihi

    BalasHapus
  20. Semakin banyak teman yg ke sana, jadi semakin besar nih hasrat ini ke baitullah. Dulu berpikir ke sana itu nunggu tua dulu hehe

    BalasHapus
  21. Makin mau ke sana sama (....)

    Setiap baca serial kak Yun Umroh😍😍
    Smoga kami yang sedang berencana dan berikhtiar dikabulkan ya kak..

    BalasHapus
  22. Semoga Allah mengizinkan dan mengundang kak Yun untuk bisa berkunjung ke rumahNya lagi. Aamiin

    Kak Yun sering-sering posting tentang perjalanan spiritual kesana kaaakk. Aku sukaaa bacanya, buat motivasi.

    BalasHapus
  23. Tiap baca seri kak yun umroh aku selalu terharu.. trus tadi baca komenan ada yang nangis pas tawaf wada aku jadi ikutan netesin air mata..
    Kak yun sengaja ya antri ditempet ikhwan? πŸ™ˆπŸ™ˆ
    Jadi kalo beli oleh2 enaknya dimana kak di mekkah ama madinah? Apasih banyak nanya... hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belanja enaknya di Madinah apalagi ketemu seseorang dan dibantuin nawar2 pas belanja karena dia bisa bahasa Arab hehhehe

      Hapus
  24. waaaah impian banget tahun ini bisa umroh seperti Kak Yun.

    BalasHapus
  25. MasyaAllah, pingin sekali kesana. Terharu banget denger ceritanya, solat hanya untuk Allah, mangkanya ada yang jagain.

    InsyaAllah diundang lagi yaa kaa. Aamiin.

    BalasHapus
  26. Semenjak merasakan indahnya umroh, rasanya trip ke tempat lain jadi kurang greget, pengennya umroh aja, kenangannya terlalu membekas

    BalasHapus
  27. semoga semua yang komen di postingan mbak yunita ini..bisa disegerakan umroh tahun ini..paling lambat tahun depan...Amiin

    BalasHapus
  28. Kakak tau rasanya rindu meski belum bertemu? itu rasa aku baca cerita kaka ini lho kak

    BalasHapus
  29. Thx mb yun atas share pengalamanya dsana, bs buat bhn belajar kita. Doakan mg dusegerakan ke sana

    BalasHapus
  30. Cerita tentang umroh itu selalu menginspirasi..barakallah mba Yun utk sharing pengalamannya.. :)

    BalasHapus
  31. Baca cerita Kak Yun, makin bikin penasaran sama Mekkah dan Madinah hehe

    BalasHapus
  32. duh... jadi kangen pengen ke sini... hiks....

    BalasHapus
  33. jauh-jauh ke mekkah makan KFC?? Fokus di foto KFC hahha

    BalasHapus
  34. tentu ini pengalaman yang berkesan yaa.

    BalasHapus
  35. aamiin, semoga bisa kesana lagi...

    BalasHapus
  36. Tulisannya bilin envy dan terharu. Kaget ternyata ada rumah makan israel jg disana...hhhmm

    BalasHapus
  37. Terima kasih semua yg sudah memberi memberi komentar. Semoga semua segera ke Baitullah, jadi tamunya Allah. Niatkan saja, insya Allah rezeki dan dan yang lainnya dipermudah Allah. kalau kita pasrah, ikhlas dan percaya padaNya insya Allah deh akan dapat yang terbaik

    BalasHapus
  38. Perjalanan yang luar biasa Mbak Yunita. Perjalanan fisik dan rohani dan semua dituliskan dengan asik, jadi serasa ikut menikmati perjalanan umrahnya. Ngomong2 harga Bakso Bang Udin itu berapa permangkuknya?

    BalasHapus
  39. Selalu rindu akan tanahMu yang suci, dan rumahMu yang indah, Baitullah πŸ•‹

    BalasHapus
  40. bacanya terenyuh banget. jadi mau buru-buru berangkatin mamah ke sana. biar bisa merasakan langsung mba yunita ceritakan :') subhanallah

    BalasHapus
  41. Amien, gue haru, pengin nangis, pngin bisa naik haji, pengin ke tanah suci sama emak 😭😭😭😭

    BalasHapus
  42. Melihat matahari tenggelam atau terbit ketika sedang mengudara juga pengalaman yang terlupakan. Spektakular banget malahan. Beda rasanya dengan pengalaman pergantian siang/malam jika sedang di darat ya?

    BalasHapus
  43. Perjalanan yang sangat luar buasa ya mba Yunita,
    perjalanan terbaik sepanjang hidup kurasa

    BalasHapus
  44. Pengen suatu saat singgah di sana. Semoga nanti bisa merasakan apa yang Kak Yun rasakan...

    BalasHapus
  45. semoga bisa segera sampai kesana aamiin :)

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images