Sepucuk Doa di Jabal Rahmah

10.06

Pagi pertama di kota suci, kami malah bangun sedikit kesiangan dan terburu-buru menuju Masjidil Harrom. Hari ini merupakan hari bebas bagi jamaah. Saya menghabiskan hari itu dengan menikmati suasana Mekkah dan berlama-lama di Masjidil Harrom.



pagi hari di Zamzam Tower

Gate 1 King Abdul Aziz


Keesokan harinya, Usai sholat subuh, saya dan Mbak Icha maju ke pelataran Kabah. Saya membacakan beberapa doa titipan teman-teman di Jakarta. Ada yang menitip doa begitu lengkap dan panjang, ada yang menitip doa pendek dan efektif, ada yang menitip doa untuk orang lain namun orang-orang terdekat malah tidak menitip doa mereka lebih suka mendengar kabar saya baik-baik dan sehat-sehat saja selama di Baitullah.

Untukmu, menitip doa ataupun tidak
Kau tetap kudoakan
Sebab dalam pazel kehidupanku
Melengkapi ataupun tidak
Cocok dengan yang rumpang ataupun tidak
Kau adalah salah satu kepingannya

Sebelum membacakan doa-doa titipan :)

Menjelang pukul enam tiga puluh kami kembali ke Zamzam Tower untuk sarapan. Sarapan kali ini lebih istimewa, jujur saja saya agak susah makan selama umrah. Usai sarapan kami kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap keliling kota Mekkah.

Mekkah City Tour
Bus melaju di tengah hiruk pikuknya kota Mekkah. Beda dengan Madinah yang tenang dan begitu henang, Mekkah tampil begitu metropolis. Tujuan kami hari ini adalah ke Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Mina dan Miqot untuk umrah kedua.

Suasana lalu lintas di Mekkah
Jalan di sana lebar-lebar, muat 4 mobil berjajar

Saat tiba di Jabal Tsur kondisinya begitu penuh dengan jamaah dan penuh renovasi di beberapa tempat sehingga debu begitu tebal. Saya hanya megedarkan pandang ke sekililing bukit yang tinggi itu kemudian masuk kembali ke bus.

Jabal Tsur, perbukitan tandus

kondisi bangunan yang berantakan di sekitar Jabal Tsur




Jabal Rahmah
Jabal Rahmah adalah tempat pertama kalinya Nabi Adam AS bertemu dengan Hawa setelah dipisahkan sekian ratus tahun. Setiap tanggal 9 Juhijjah seluruh jamaah haji mendatangi Jabal Rahmah karena doa yang dipanjatkan hari itu Insya Allah akan dikabulkan.

Apakah saya sanggup sampai puncak?

Perbukitan tinggi yang tersusun dari bebatuan karang ini dipenuhi jamaah umrah dari berbagai negara. Jantung pun berdebar menapaki bebatuan menuju puncak Jabal Rahmah. Meski pernah berkali-kali naik gunung, namun ini pertama kalinya saya menaiki perbukitan batu karang sambil mengenakan gamis.
Puncaknya Jabal Rahmah


Satu per satu bebatuan karang berhasil terlewati, dan tibalah saya di puncaknya Jabal Rahmah. Puluhan jamaah sedang doa bersama dan sholat sunnah di dekat sebuah tugu. Ada yang menangis sambil mengusap dinding tugu tersebut. Saya memejamkan mata, menikmati udara yang masuk ke paru-paru dan berdoa persis di hadapan tugu. Kemudian saya bergeser sejenak dan terdiam. Cukup lama saya terdiam di sana, mencoba mencerna kisah pertemuan kembali Nabi Adam AS dengan tulang rusuknya, Siti Hawa. Bagaimana rasanya bertemu kembali dengan orang 
yang dicintai setelah terpisah ratusan tahun?


Pardon for my round Face, selfie di tugu puncak Jabal Rahmah




Mina dan Umroh kedua
Tujuan kami selanjutnya adalah Mina. Pada saat musim haji, Mina ini begitu penuh dengan jamaah seluruh dunia. Ribuan tenda putih berjajar memenuhi Kawasan Mina. Sungguh saya baru menyadari betapa ibadah haji itu cukup berat persiapan fisiknya.

Di Mina juga ada LRT yang saat itu sedang tidak difungsikan, mungkin hanya berfungsi saat musim haji. Pada bagian atas bukit di Mina terdapat kompleks rumah peristirahatan keluarga raja.


Tujuan kami selanjutnya adalah mengambil miqot untuk umrah kedua sekaligus sholat dzuhur. Usai mengambil miqot, kami kembali menuju Masjidil Harrom dan menunaikan ibadah umrah kedua kalinya. Sekali lagi saya merasa merinding saat talbiyah dikumandangkan di perjalanan kembali menuju Mekkah.


Dari tawaf, sai hingga tahalul untuk umrah kedua selesai sudah dilakukan. Saya tetap berada di Masjidil Harrom hingga waktu ashar tiba.

Rooftop Masjidil Harom
Karena kelelahan tanpa sadar saya tertidur di hotel dari bada ashar hingga menjelang maghrib, akhirnya saya tergopoh-gopoh berlarian untuk bisa tetap mengikuti sholat maghrib berjamaah di Masjidil Harom.

Namun saya telat menuju tempat biasa sholat yaitu, pelataran dekat Kabah. Para Askar sudah berjaga dan mengarahkan saya untuk terus berjalan ke sebelah kanan dan naik eskalator. Saya yang kebingungan hanya mengikuti arahan para Askar hingga tiba di ujung akhir escalator.

menjelang Isya

Masya Allah ternyata senja ini saya mendapat tempat sholat di rooftop Masjidil Harom. Langit yang cerah begitu indah. Di bawah sana ratusan jamaah yang sedang tawaf mengelilingi Kabah bagaikan titik putih kecil. Tiba-tiba saya merasa hanya butiran debu di alam semesta ini. Begitulah …


Aamiin ..


Saya di sana hingga bada isya dan tentu saja mengabadikan momen terbaik ini. Saya juga menulis di memo untuk saya foto dengan latar belakang Kabah. Satu lagi nikmat yang saya dapat. Pemandangan luar biasa dari rooftop Masjidil Harom. Masya Allah, Allah baik sekali pada saya.


Menjelang tahun baru di Indonesia, di sini jam 8 malam

You Might Also Like

19 comments

  1. Denger nama Jabal Rahmah aja rasanya gimanaa gitu. Apalagi berada di sana ya. Duuh, kapan ya aku bisa ke sana?

    BalasHapus
  2. Keberuntungan mba Yun dan qadarullah bisa ber-umroh sampai 2x ya di sana..MasyaAllah..semoga doa2 yang dilantunkan di sana diijabah Allah sWT. Aamiin.

    BalasHapus
  3. Aku baru baca yg bagian ini. Km ikut travel ya mba yun?
    Kebayang ya Nabi Adam dan Siti Hawa mrnahan rindu hingga tatusan tahun.
    Beruntung sekali cuaca cerah dan bisa umroh 2x disana

    BalasHapus
  4. Apalah saya yang menahan rindu 1, 2 hari saja sudah uring-uringan. Terima kasih, Mbak. Sudah mengingatkan.��

    BalasHapus
  5. AMINIINN .. doa orang teraniyaa biasanya makbul karena saya jomblo

    BalasHapus
  6. Jd keinget dulu ada teman berangkat ke Baitullah dia nanya mau nitip doa apa gak, tulis yang spesifik nanti saya doakan :D
    Bahagianya bisa ke sana, moga2 kelak dapat rezeki dan kesempatan ke sana jg aamiin :D

    BalasHapus
  7. Aku pun berdoa agar Bisa Umroh lagi tapi sama Anak Istri dan Orang Tua (Kalo Bisa)

    BalasHapus
  8. semoga saya nanti bisa sampai di sana.

    BalasHapus
  9. Baca postingan ini merinding ... ingin segera bisa ke sana ... aamiin ...

    BalasHapus
  10. Indahnya sudah sampai di Mekkah ya mbak. Dari membaca cerita ini saja sudah terbayang betapa Agungnya lingkungan sekitar. Mungkin itu semua berkat doa-doa yang dilantunkan umat manusia dari seluruh dunia sepanjang sejarah ya. Membaca tentang Mekah selalu menimbulkan getaran eh di dada ��

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah senangnya bisa beribadah Umroh. Semoga Mabrur ya Mbak

    BalasHapus
  12. Subhanallah..takjubb bacanya mba..ak ngerti kenapa ortu rindu kesana

    BalasHapus
  13. Bismillah...
    Dalam hati terus ada harapan dapat menginjakkan kaki di sini, entah pada umur berapa. Paling penting adalah ketika badan masih kuat dan sehat.

    BalasHapus
  14. Habis baca ini langsung pengen terwujud salah satu resolusi 2018. Umroh. Jadi ingat doa2 tulus dari masjidil haram :'(

    BalasHapus
  15. Meskipun saya gak begitu paham, tapi seneng liat orang yg bisa berangkat umrah dan melakukan ibada di sana :)

    BalasHapus
  16. MasyaAllah mb, baca ini aja rasanya merinding bgt. Semoga suatu saat diberi kesempatan menyusul kesana. Amien

    BalasHapus
  17. Jadi pingin kesana min... semoga aku bisa nyusul seperti mbak. Aamiin.

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images