Paper, How Do I Live Without You?

21.45


As a writer, I need paper
Malam beranjak larut, suara ketukan keyboard laptop masih sayup terdengar. Berteman secangkir kopi, saya terus mengetik kisah nostalgia zaman kuliah dulu. Saya dan sahabat sedang membuat projek buku seri nostalgia kenangan kami kuliah di Bandung awal tahun 2001. Karena bertemakan nostalgia, konsep buku tersebut nantinya disampul hardcover dengan kertas berwarna kecoklatan seolah usang.

Bicara soal buku, awal  maret ini, buku terbaru saya baru saja terbit. Dengan cover kertas glossy buku saya terlihat begitu cantik. Diterbitkan oleh penerbit Ellunar, buku antologi puisi yang berjudul “Di Beranda Rumahku” menjadi bukti eksistensi saya di dunia kepenyairan.

Sepanjang tahun 2017, saya sudah menulis sepuluh buku. Tiba-tiba terbayang andai dunia ini tanpa kertas, bagaimana kesepuluh buku saya itu bisa sampai ke tangan pembaca. Seperti apa ya dunia tanpa kertas? Tak hanya untuk buku. Saya membayangkan aneka kertas surat, kertas kado, kertas origami juga karton-karton lucu. Bagaimana jika semua tidak ada? Sungguh saya tak berani membayangkan betapa sepi dunia tanpa kertas beserta warna-warninya.


kertas kado dan memo kecil yang lucu koleksi pribadi
buku karya saya yang siap dikirimkan

As a teacher I need paper, so does my student
Sebagai guru, kertas sudah menjadi bagian keseharian. Saya memberi tugas pada murid dengan kertas-kertas latihan. Membuat soal dan mengoreksi serta memberi nilai dilakukan di kertas khusus yang dicetak sekolah lengkap dengan logonya.

Begitu pula murid-murid saya, mereka terbiasa mencatat di selembar buku. Untuk tugas pun saya kadang meminta mereka menulis daripada mencetak untuk menghindari plagiasi. Beberapa murid yang saya ketahui mengoleksi aneka buku memo-memo kecil yang lucu-lucu untuk mereka gunakan menulis agenda ataupun kutipan-kutipan dari buku bacaan yang mereka suka.

Kemajuan teknologi yang semakin memudahkan manusia mulai menggeser kebiasaan dari manual menjadi digital. Contohnya saja kini kita dikenalkan dengan konsep bacaan e-book. Meski e-book begitu mudah didapat namun ternyata minat baca masyarakat pada buku fisik masih tinggi. Tengok saja pameran buku selalu ramai dipadati pengunjung.

Jika diperhatikan, buku-buku pilihan pembaca atau pengunjung pameran pastilah buku yang memiliki kualitas bagus. Dengan kertas kualitas tinggi  yang tidak mudah rusak. Saya jadi ingin mengetahui jenis kertas serta bagaimana pembuatannya.

Bagaimana kertas diproduksi?
Kertas diproduksi melalui proses pengeringan pulp. Pulp adalah serpihan kayu kecil yang diproses dan digunakan sebagai campuran yang kemudian diolah menjadi perekat alami untuk mengikat serat kayu. Pulp yang sudah kering dicampur hingga menyatu dengan serat selulosa. Agar kertas rata dan kering, ketika masih basah, dilakukan serangkaian proses penggulungan yang dipanaskan.

Untuk menghasilkan kertas yang bagus, halus dan mengkilap, proses penggulungan dilakukan berkali-kali hingga mendapat hasil yang sesuai standar mutu.


Kertas PaperOne
Dari sekian banyak produk kertas, saya mengenal kertas PaperOne yang sering saya gunakan untuk kebutuhan mencetak tulisan saya. Selain harganya yang sangat ekonomis dan ramah di kantong juga kualitasnya yang bagus. kertas tidak mudah sobek apalagi terlipat ketika diletakkan di printer.


aneka jenis kertas PaperOne

Kertas PaperOne produksi unggulan APRIL GROUP yang sudah bersertifikat PEFC merupakan kertas yang terbuat dari 100% serat perkebunan yang dikelola dengan baik.

Biasanya saya menggunakan kertas PaperOne All Purpose dengan kemasan biru untuk kebutuhan mencetak. Sebab kertas ini memiliki ketebalan yang sempurna dibandungkan produk lainnya. Sewaktu saya mengikuti Pelatihan Profesi Guru saya membawa serta satu rim kertas PaperOne dan hampir semua rekan guru peserta pelatihan lebih menyukai kertas yang saya bawa dibanding dengan yang lain.


kertas PaperOne All Purpose pilihan saya


Baca juga Kisah Lucu PLPG  

Selain kualitas kertasnya, kepedulian APRIL GROUP pada dunia pendidikan juga menjadi alasan saya memilih kertas PaperOne. Belum lama ini APRIL GROUP melalui anak perusahaannya yaitu PT RAPP berinvestasi miliaran rupiah  untuk membangun sarana infrastruktur di Jurusan Teknik Kimia Pulp dan Paper Universitas Riau. Kegiatan yang dilakukan PT RAPP, APRIL GROUP adalah bukti nyata bahwa industri mampu bersinergi dengan dunia pendidikan. Semoga terobosan yang dilakukan APRIL GROUP dapat menjadi contoh untuk industri lain sehingga dunia pendidikan di Indonesia makin maju

You Might Also Like

13 comments

  1. Kertas itukan asalnya dari pohon, apakah sampai saat ini produksi² kertas masih banyak menggunakan pohon atau serat kaya, kira² sudah ada belum yah produksi kertas berskala besar menggunakan bahan daur ulang sebagai antisipasi kelestarian lingkungan dan mengurangi penebangan pohon.

    BalasHapus
  2. Di era digital ini salahsatu semangatnya paperless, jadi rilisan fisik lambat laun makin dikurangi. Ke depan baiknya memang demikian.hikmahnya, dengan terbatasnya produk cetak kita jd lebih menghargai.

    BalasHapus
  3. Semoga menang.. dan semoga tetap paperless.. karena hutan di tebang akan membuat kertas,,

    BalasHapus
  4. I cannot live without paper grrr..

    BalasHapus
  5. Waw produktif banget, Mbak. Meski sekarang udah Go digital, setiap hari aku butuh kertas untuk cetak worksheet belajar anak. Lebih nyaman dengan kertas.

    BalasHapus
  6. Kertas, adalah saksi sejarah aktifitas manusia. Kalo digital rekam jejaknya juga ada. Sama-sama menyimpan sejarah.

    BalasHapus
  7. Kertas memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sekarang ini.

    BalasHapus
  8. Percaya atau tidak, kertas akan tetap hidup meski teknologi kian canggih. Minimal buat coret-coret daftar belanja harian.

    BalasHapus
  9. Meski sedang di galakkan less paper tetapi tetap kita sangat membutuhkan keberadaan kertas ya mba.

    BalasHapus
  10. mau enggak mau masih pakai kertas paling yg bs dilakukan mengurangi jumlah pemakaiannya

    BalasHapus
  11. paperone masih tetap dipilih buat ngeprint :D tetapi kadang berpikir juga demikian. apakah penggunaan kertas segitu banyaknya menghabiskan hutan berapa hektare ya..

    BalasHapus
  12. Betul kak, nggak ada yang ngalahin nikmatnya membaca buku fisik :)

    Cheers,
    Dee Rahma (heydeerahma.com)

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images