Don't Make your Sweat Useless, Make It Useful by Eating Right

21.31



My Useless Sweat 
Malam itu saya begitu menikmati kucuran shower yang deras di kamar mandi sebuah pusat kebugaran. Air yang deras mengguyur seolah memanjakan tubuh yang lelah setelah mengikuti kelas zumba yang enerjik. Usai mandi, merapikan barang-barang dan mengeringkan rambut, saya berjalan menuju digital scale di ujung ruang ganti pusat kebugaran terkenal yang berada di lantai dua Mall Kota Kasablanka.


Timbangan digital ini punya rekam data para member, jadi ketika kita menimbang maka rekam data dari empat kali penimbangan sebelumnya akan muncul. Saat angka digital bergerak menuju angka bobot tubuh saya, saya shock dan sedih, hikkss …

Sudah hampir tiga bulan saya menjadi member di pusat kebugaran ini, berat badan saya masih saja turun naik, oh bukan, malah cenderung naik. Padahal semua latihan saya jalani, dari aerobik, cycling, treadmill hingga body combat yang begitu powerfull. Kelas latihan yang lembut seperti aneka jenis yoga pun saya jalani dengan tulus ikhlas eh tapi koq belum langsing juga. Apa salahku? (nangis, pukul-pukul tembok #drama)

Keluar dari pusat kebugaran, saya bergegas menuju Eat and Eat. Perut saya lapar sekali sehabis latihan tadi. Saya memesan seporsi cakwe, seporsi nasi bebek dan es teh manis.

Sedang asyik makan, lewatlah sosok yang cukup saya kenal. Arya, salah seorang personal Trainer di Celebrity Fitnes yang barusan lewat kemudian duduk di depan saya, ia menggenggam sekotak buah.

“Serius lu Mba, makannya begitu?” Tanya Arya.

“Iya laper banget gue abis zumba, sebelumnya gue cycling hampir satu jam.” Jawab saya.

“Yah kalau begitu mah nanti impas Mbak, sama aja bohong,” Katanya.

Obrolan dengan Arya membuat saya memahami kesalahan selama ini. Bagaimana mungkin saya ingin turun berat badan jika asupan saya malah lebih besar kalorinya dibanding dengan kalori yang terbakar saat berolahraga.

sumber: Instagram @slimfitid

I sweat a lot but it’s useless, I need to change.

I Make My Sweat Useful by Eating Right
Semenjak mengetahui kesalahan saya, bahwa semua keringat yang keluar selama berolahraga menjadi percuma karena saya tidak makan dengan benar. Saya jadi lebih rajin googling untuk mengetahui cara mengatur pola makan dengan baik hingga tidak terjebak dalam diet yang salah.

Saya belajar mengurangi asupan karbohidrat, gula dan memperbanyak konsumsi sayuran serta buah-buahan.

sumber: instagram @slimfitid
 
sumber: instagram @slimfitid

Selamat Tinggal Nasi Uduk, Lontong Sayur, Bubur Ayam dan teman-temannya ^_^

Jika saya terbiasa sarapan dengan nasi uduk, lontong sayur atau bubur ayam kini saya mencoba mengganti sarapan dengan segelas Slim&Fit. Alasan saya memilih Slim&fit karena:
a. Kenyang lebih lama karena tinggi protein, tinggi serat, dan mengandung karbohidrat lepas lambat Isomaltulosa. Protein tinggi jadi bisa untuk mengencangkan otot juga
b. Rendah lemak dan gula. 50% lebih rendah dari susu diet sejenis.
c. Tinggi Kalsium (setara dengan susu-susu tinggi kalsium lainnya)

d. Kalori terkontrol 200kkal/saji.

e. Hasil testimoni menyatakan dapat turun 1 kg/minggu bahkan 4-6kg sebulan.


dua varian Slim&Fit
sumber: Instagram @slimfitid

Makan Siang Seperti Biasa
Jika sarapan saya sudah mencoba mengganti asupan yang penuh karbohidrat itu dengan segelas Slim&Fit, makan siang saya lakukan seperti biasa.

Jika awalnya sulit sekali mengurangi makan nasi, kini saya terbiasa makan sayur dan lauknya saja. Banyak yang bertanya apa saya tidak lemas, namun saya jawab bahwa semuanya baik-baik saja.

Dulu awalnya saya pikir berat sekali untuk tidak makan nasi, namun setelah dijalani ternyata biasa saja.

sumber:  instagram @slimfitid

Makan Malam Porsi Segelas
Makan malam yang biasanya sepiring penuh kini segelas saja cukup. Ya segelas Slim&Fit cukup memenuhi kebutuhan kalori.

Agar lebih maksimal sebaiknya berhenti makan jam 7 malam dan segera menyikat gigi agar mengurangi keinginan untuk makan dan ngemil.

sumber: instagram @slimfitid

I am Happy and proud to be me
Setelah mencoba menjalani pola makan yang lebih baik, bobot tubuh saya perlahan turun. Masih jauh dari sempurna dan ideal (dan sesekali cheating #ups) tapi setidaknya saya telah berusaha untuk hidup lebih sehat.

Perasaan gembira, niat kuat menjadi kunci utama diet yang benar dan tentu saja mengonsumsi healthy diet buddy Slim&Fit.

i am happy

You Might Also Like

2 comments

  1. noted ahh.. nanti kucoba beli. kali - kali bb ku turun. gyahahaha.. (ngarep klo gak dibarengi olah raga mah gak akan turun yekan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes Kak, olahraga juga harus jaga makan. Udah jaga makan ga olahraga pun salah

      Hapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images