Mengunjungi Masjid Ramlie Musofa di Malam Hari

22.08


Ramadhan akan segera berakhir, tentu kaum muslimin akan berlomba-lomba melakukan kebaikan dan mengerjakan amal shaleh. Sebuah hadis meriwayatkan Rasulullah biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Itikaf berasal dari bahasa Arab "Akafa" yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi dapat juga diartikan kegiatan menetap di masjid untuk beribadah.


Biasanya Masjid yang menjadi tempat itikaf di Jakarta adalah masjid-masjid besar seperti Istiqlal, At Tiin, Daarut Tauhid, Sunda Kelapa dan Al Azhar. Saya pernah mengalami malam yang syahdu berkunjung ke Masjid di Sunter yang tengah terkenal, Masjid Ramlie Mustofa. Sepertinya masjid ini sangat nyaman untuk beritikaf.

Masjid Ramlie Musofa dari pintu masuk
Berlokasi di jalan Danau Sunter, dekat kantor saya lho ini (promosi sedikit). Masjid yang berada di tengah hunian elit kawasan Sunter ini berdiri megah dengan bangunan serupa Taj Mahal, didominasi warna putih bersih sehingga membuatnya sejuk dipandang mata.

Masjid Ramlie Musofa dari luar. Pemandangan malam harinya bagus kan?
Surat Al Fatihah di samping anak tangga
Dibangun tahun 2011 yang kemudian diresmikan lima tahun setelahnya yaitu pada bulan Mei 2016. Nama Masjid ini diambil dari nama pemilik yaitu Haji Ramlie, sedangkan Musofa adalah singkatan dari nama tiga anaknya yaitu Muhammad, Sopian dan Fabian.

Masjid ini sangat bersih dan modern. Saat saya masuk, bagian yang paling saya suka adalah ukiran surat Alfatihah di sisi kiri dan kanan tangga menuju bagian dalam masjid. Bagian dalam masjid berlapis karpet hijau, lalu di bagian langit-langit masjid terdapat ukiran Allah yang indah sekali.

bagian dalam masjid

bagian atap masjid Ramlie Musofa
tempat wudhu

Jendela-jendela besar dinaungi tembok putih berlengkung juga menjadi bagian favorit saya. Berdiri di jendela itu seolah menjadi Arabian Princess dari negeri 1001 malam. Tak salah kiranya jika masjid Ramlie Musofa ini disebut sebagai “Taj Mahal Indonesia”.

Serasa jadi Arabian Princess

sudah mirip Arabian Princess belum?

hampir serupa dengan Taj mahal India
sumber foto Herry Tjiang

Transportasi menuju Masjid Ramlie Musofa cukup mudah. Dengan Trans Jakarta jurusan PGC-Tanjung Priok lalu turun di halte Sunter Kelapa Gading kemudian disambung naik ojek. Selain rute PGC-Tanjung Priok, rute Pluit-Tanjung Priok juga bisa digunakan, turun di halte Danau Agung kemudian lanjut ojek, tak sampai lima menit kalian akan tiba di depan masjid Ramlie Musofa. Pengguna Commuter Line tidak perlu khawatir, kalian bisa  turun di stasiun Kemayoran dan seperti biasa dilanjut dengan ojek ya karena tidak ada kendaraan umum yang melintas persis di depan masjid ini.

Tak jauh dari masjid Ramlie Musofa ada sebuah tempat yang oke untuk ngabuburit yaitu Danau Sunter. Danau yang kini sudah bersih dan tertata rapi ini memiliki pemandangan yang cukup atraktif saat senja. Penjaja makanan sepanjang Danau akan senang hati menyediakan panganan untuk berbuka puasa (tapi bayar yaa, tidak gratis hehehe). Sebutir kelapa muda dengan es sepertinya cocok menjadi minuman berbuka puasa.

Pemandangan Danau Sunter saat senja


Segar kan buat berbuka?
Saya sendiri belum pernah beritikaf di masjid Ramlie Musofa. Jika teman-teman berniat itikaf di sana, mintalah izin penjaga dahulu ya. Insya Allah diizinkan kalau kita sopan. Selamat beritikaf teman-teman. Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

You Might Also Like

16 comments

  1. Kalo ke kelapa gading pasti lewat masjid ini nih. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jalur utama, sampingnya juga banyak makanan enak Den

      Hapus
  2. Aku pernah ke masjid ini dan memang kece banget.. Waktu itu siang sih, ternyata kalau malam kesana, ga kalah keren ya, mba ������

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, foto di sana siang hari dah biasa, makanya aku coba ke sana malam2 ternyata waaw banget Mba

      Hapus
  3. Jakut termasuk daerah yg sangat jarang kukunjungi krn bisa 3 jam kesana daei kebayoran wkwk #lebay. Tapi melihat keindahan masjid ini ajdi mupeng deh~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba naik kereta dari Kebayoran ke Tanah Abang dari situ ambil yg ke Kemayoran. Pemandangannya sesuai sama usaha ke sana Mba.

      Hapus
  4. pernah datang ke masjid tersebut, sempat sholat dhuzur. cantik , megah dan tertata apik. semoga jamaahnya juga banyak dan ramai . Tidak hanya di bulan puasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cakep ya Mpo masjidnye, kulineran di sana juga oke buanget, banyak makanan enak di Sunter

      Hapus
  5. Pernah lewat,tapi ga pernah mampir..

    Itu danau Sunter dah bener2 go internasional ya, ga kaya dulu sebelum di poles bang sandi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerja di samping danau Sunter bertahun-tahun jadinya saya lihat sendiri perubahannya, di era Jokowi sampai Ahok Danau dibersihkan dari Eceng Gondok dan sampah2 lanjut ke era Anies - Sandi dirapikan, diberi sentuhan seni. Makin banyak yg datang, makin banyak rezeki pedagang di sana

      Hapus
  6. Ceritanya konferhensif Mba. Jadi penasaran mau ke sana juga hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mba, sila kunjungi Masjid Ramlie musofa bagus banget tempatnya

      Hapus
  7. Wah Danau Sunter ternyata sudah bersih ya. Sepertinya enak juga masjid ini untuk dikunjungi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mampir2 ke Sunter Mas Ris, nanti kuajak minum es kelapa

      Hapus
  8. Duh.. ini udah jadi wishlist masjid di Jakarta yang harus dikunjungi.
    Tapi mau gimana lagi, aku kalau ke sini baru sempat lewat depan'a aja...

    Semoga deh aku punya waktu untuk mengunjungi masjid ini.
    Selain untuk ibadah, spot-spot yang ada di foto cocok untuk pre-wedding nih*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iihh koq sama sih pengen foto prewed di situ juga. Semangat mencari partner yang mau diajak prewed hehehhe

      Hapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images