Berpuisi di Bentara Budaya Jakarta

21.50


Sajak Selasa di Bentara Budaya Jakarta
Setiap selasa malam pada akhir bulan di Bentara Budaya Jakarta diadakan pentas pembacaan puisi. Saya pernah menyaksikan Bang Eka Siregar tampil membacakan puisinya diiringi karawitan. Tak disangka akhirnya tiba juga giliran saya tampil.



Baca Juga: Puisi "Siapakah Aku?"

Puisi untuk Ibu Kartini
Sajak selasa malam kali ini jatuh di akhir bulan April. Tema Ibu Kartini pun diusung untuk puisi yang dibacakan. Kebetulan sekali di buku puisi saya terbaru ada sebuah puisi berjudul Secangkir Kopi untuk Ibu Kartini yang memang saya tulis di moment perayaan Hari Kartini. Puisi yang saya tulis menceritakan perjuangan Kartini memajukan masyarakat Jepara terinspirasi dari film Kartini yang dibintangi oleh Dian Sastro.

Baca Juga: Dian Sastro menjelma menjadi Kartini

Setelah sekali latihan, maka tibalah malam yang saya nantikan. Saya memakai kebaya dan kain diikat model samparan. Sebagai “bintang malam ini” saya pun didandani oleh beauty blogger Titi. Pipi dibuat rona merah, sedang hidung dibuat shading agar terkesan mancung sedikit.

It Show Time
Para pemain gamelan sudah masuk terlebih dahulu, mereka mulai memperlihatkan kemampuannya. Saya dan Noval Karom sebagai pembaca puisi ditemani rombongan memasuki ruangan menuju panggung diiringi gending ketawang wijil wigariningtyas. Duh, serasa menjadi pengantin, semoga lekas yaa hehehee.

Mas Achi pemain (atau pemukul ya?) bonang

Saya pun membacakan puisi dengan lancar. Meski pada awalnya agak susah berdiri dari posisi duduk, maklum harus elegan memakai kebaya dan kain. Mengingat durasi, puisi pun tak saya tampilkan seutuhnya. Membaca puisi di panggung seolah mengembalikan kenangan semasa kuliah dulu. Rindunya …

Baca juga: Reuni Satrasia



pembacaan puisi oleh Noval Karom 

Usai pembacaan puisi, kami kembali ke tempat. Pementasan sajak selasa masih berlangsung, bahkan katanya banyak yang menampilkan puisi yang kekinian. Saya dan teman-teman karawitan BBJ sibuk berfoto. Kapan lagi saya mengabadikan pose berkebaya dengan syantik. Kan memang lagi syantik, tapi bukan sok syantik … lah jadi nyanyi lagu Siti Badriyah begini.

Terima kasih anggota Karawitan BBJ
Mba Nunik, saya, Mbak Dewi

Mbak Dewi, Mbak Nunik, Mbak Titi dan saya

seperti keluarga ningrat ya? hhheehehe
Saya senang sekali diajak tampil oleh teman-teman Bentara Budaya Jakarta. Bahkan sempat ditawari lagi tanggal 26 Juli kemarin, namun hari itu saya berangkat menjelajah Vietnam jadi terpaksa menolak meskipun pengen banget. Insya Allah kalau waktunya cocok saya mau tampil lagi.




Artikel ini ditulis di rumah dengan wajah kering dan keling akibat kelamaan backpacker-an dan merasa kedinginan, konon malam ini sedang terjadi aphelion.

Baca juga:
Ketika sajak sang maestro menjadi film
Asean Literary Festival 2017
My Writing Achievement

You Might Also Like

12 comments

  1. Deuh, Miss Yun. Kebayang bagaimana syahdu dan semangat bersatu dalam satu suasana. Yang begini jarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku pun terbawa suasana pas pentas saat itu. Kaya beneran ke zaman ibu Kartini karena iringan musiknya

      Hapus
  2. Awww webku d backlink-in, makasih kk. Saking sibuknya aku sampe lupa dandan sendirinya. kamu keren ih berani, aku mah malu klo suruh baca puisi. Ndak bisaen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaah pan dulunya kuliah sastra, baca puisi mah makanan sehari-hari. Ayoo kapan2 ikutan tampil di BBJ, kan ada si dia hehehe

      Hapus
  3. Rasanya kusedikit merinding dan ingin melihat langsung Miss Yunn berpuisi. Anyway, kok enggak pakai lurik perempuan aja? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini kebaya yang ada di rumah, ada glitternya jadi kalau kena lampu agak glowing gitu

      Hapus
  4. Boleh ikut belajar baca puisi juga gak, Miss Yun?

    BalasHapus
  5. wah kalau dekat aku pasti lihat dana ku juga pingin sih bisa baca puisi gitu krn aku memang suka sekali dengan puisi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah suka puisi juga Kak? Di BBJ selalu ada sajak selasa tiap akhir bulan

      Hapus
  6. Aihh memang keren kaka satu ini, kebayang gimana syahdunya berpuisi diiringi sama gamelan. Baca puisi pas di Jubilee aja udah keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhaa duh makasih yaa Dek, jadi malu saya

      Hapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images