Kita yang Berpisah di Curug Cilember

20.23

Bandara selalu jadi saksi perpisahan juga pertemuan. Di Phnompenh International Airport, beberapa jam menuju kembali ke tanah air (dengan koneksi internet yang super cepat ini) saya ingin berkisah tentang perpisahan. 


dan kita pun harus berpisah ...
Setiap tahun saya selalu mengalami perpisahan mengharukan dengan siswa-siswa kelas 12. Ya,  mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ada yang diterima di perguruan tinggi negeri di Indonesia, ada juga yang kuliah dan mendapat beasiswa di luar negeri. 

Ada yang berbeda di angkatan tahun ini. Mereka minta diadakan malam perpisahan di  villa milik sekolah. Ini akan menjadi acara malam perpisahan yang diadakan untuk kelas 12, sebab biasanya perayaan untuk kelas 12 hanya Graduation Ceremony

Setelah didiskusikan,  akhirnya dibuatlah panitia kecil. Malam perpisahan ini akan dibuat se-asyik mungkin.  Diawali dengan  tracking ke air terjun Cilember,  paintball game hingga diakhiri dengan barbeque party. Tak hanya para siswa,  guru-guru pun sepertinya merasa tak sabar menunggu acara. Bahkan khusus untuk acara ini dibuatlah t-shirt seragam untuk guru dan siswa. Tulisan di kaus itu pun cukup membuat saya mellow "Forever is a long time but i don't mind to spending it with you."

Tracking Time
Jumat pagi,  kami berangkat dari sekolah menuju curug Cilember. Perjalanan terhitung lancar. Setelah sampai di area parkir, kami semua berjalan menuju pintu masuk. 

Satu kelompok beranggotakan dua orang guru dan enam orang siswa.  Kami mendaki menuju lokasi curug tiga dan empat. Sebagai mantan pendaki gunung,  sebenarnya saya agak deg-degan dengan kondisi jalur tracking yang agak  becek. Saya grogi,  apa stamina saya masih oke seperti dulu? Bagaimana dengan anak-anak?  Semoga mereka sanggup. 

Meski jalur tracking agak licin, bebatuan besar dimana-mana kadang dipenuhi lumut. Kami semua sampai dengan selamat dan senang di air terjun. Hebatnya lagi,  kekompakan mereka sangat terlihat. Tak hanya saling bantu,  saling jaga namun juga saling menyemangati untuk bisa sampai di tujuan bersama. 



Deras debur air terjun mengundang mereka untuk nyemplung dan mandi. kalau saya duduk cantik sajalah,  basah-basah kaki sedikit. Setelah puas main di air terjun kami turun dan segera kembali ke villa sekolah untuk makan siang. 





Atas: Patrick
Tengah: Miss Michelle,  Miss Yun,  Miss El
Bawah: Kenneth,  Russel,  Robby


Acara seusai makan siang tak kalah seru. Area bawah villa sudah disulap seperti medan tempur. Pakaian seragam tentara teronggok banyak sekali. Pelatih yang bertanggung jawab pun sudah persis tentara betulan (mengingatkan pada sang mantan dari batalyon zeni ...) hahhaha gurunya malah curcol. 




Beberapa guru ikut main,  saya malah tidak ikutan. Banyak yang heran karena mereka (tak hanya guru tapi juga siswa) tahu saya ini suka sekali dengan benda apapun bermotif loreng.  Saya hanya ingin menikmati momen anak-anak main dan saya memotret saja. 

Permainan paintball sangat seru. Patrick sangat menguasai permainan,  sepertinya dia memang sudah biasa main. Yang menonton pun tak kalah seru,  karena teteh yang biasa bekerja di dapur villa datang membawa pisang goreng dan tahu isi. 


Paintball game berakhir pukul 5 sore. Sebagian naik ke kamar untuk mandi,  sebagian lanjut main di kolam renang. Jam 7 waktunya makan malam kemudian dilanjutkan acara game yang sudah disiapkan oleh Nico,  Albert dan saya.

Permainan yang saya buat simple sebenarnya. Hanya meminta mereka joget dangdut sesuai lagu yang diputar.  Guru-guru saya bagikan gelas dan sendok. Pemenang joget dangdut adalah orang yang mendapat gelas dan sendok terbanyak. 

Lagu yang saya putar malam itu adalah lagu sayang dari Via Vallen. Tak hanya bergoyang dangdut,  tapi mereka juga ikut bernyanyi. Lucu rasanya melihat Russel yang tampangnya mirip aktor Korea dengan fasih menyanyi "meh sambat kalih sinten yen sampun mekaten merana uripku". 

Acara ditutup dengan barbeque dengan alat panggang besar yang dibawa dari Jakarta. Tak tanggung-tanggung mereka membuat barbeque dari daging sapi wagyu. Enaak sekali,  ssst ... jangan bilang-bilang ya kalau ini pertama kalinya saya makan wagyu ehhehee. 


Graduation Ceremony
Beberapa minggu sesudah malam perpisahan,  acara wisuda resmi diselenggarakan.  Ini adalah momen paling mengharukan. Kadang saya menitikkan air mata haru saat graduation terutama bagian Flowers to Mom.

Flowers to Mom adalah bagian menguras air mata tiap graduation. Wisudawan akan bernyanyi kemudian menyerahkan bunga dan ijazah untuk orang tuanya. Sudah dua tahun terakhir lagu pengiring Flowers to Mom adalah lagu "Untuk Mama dan Papa" yang dinyanyikan Naura. Saya selalu diam-diam menyembunyikan air mata setiap lagu sampai di bait ini "terangi jalan di lelahnya lindungi dari duka lara. Kuatkan mereka 'tuk jalani semua dalam hidup ini." Karena malam wisuda kali ini saya bertugas sebagai MC maka saya tak bisa menangis, nanti rusak make-up nya hehhee. 


Graduates and Teachers



Teachers

Akhir kata,  sebagai guru saya ingin mengucapkan selamat jalan anak-anak. Selamat untuk prestasi kalian menyelesaikan pendidikan. Maaf jika selama mengajar kalian ada kata yang salah dan melukai. Sukses untuk masa yang akan datang.

Tadi siang saya menerima berita beberapa siswa lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Berita baik yang saya terima saat sedang berlibur di negeri orang. 

Artikel ini ditulis saat matahari senja perlahan berpisah di langit Kamboja. Kemudian dirampungkan saat sedang transit berjam-jam di Kuala Lumpur menunggu penerbangan ke Jakarta.

Baca juga:
Carier Day di Jubilee School
Bali with Jubilians
Sawadikap Jubilians


You Might Also Like

42 comments

  1. Selalu terharu dengan kisah graduation . Apalagi dari sisi guru sebagai pencerita. Tentu kebanggaannya setara dengan orang tua saat melihat kesuksesan anaknya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak, bangga sekali lihat mereka sukses apalagi kalau ingat mereka pas baru masuk, lucu-lucu nyebelin

      Hapus
  2. Graduation selalu memberikan kenangan yang mengharukan. Terimakasih sudah sharing kak Yun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu bikin nangis sih Bang hehehhe

      Hapus
  3. Wah, seru banget kak yun acaranya. Bisa main paintball juga. Jadi kepengen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main paintball emang seru tapi kalau ketembak sakit dan lebamnya baru hilang semingguan makanya yang ini aku ga ikutan main

      Hapus
  4. Yang penting hati kalian tak terpisahkan kak Yun. Lucu baca si murid yg mirip artis korea nyanyi lagu via vallen. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa iya tuh si Russel katanya sih mirip Jong Suk (aku aja ga tau siapa Jong Suk) entah dia ngerti apa engga itu lagunya via Vallen

      Hapus
  5. Membaca kisah graduation membuat hati ini meleleh.. Hal yg terlucu mmg lagu dangdut selalu menemani yah.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling meleleh ketika merek memeluk gurunya erat sambil bilang terima kasih

      Hapus
  6. Whuaa seru ya ceritanya. Ikut senang dengan berita anak-anak yang diterima di perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Semoga mereka semua sukses ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya berita ini saya baca ketika sedang backpacker-an di Vietnam. Di grup guru diumumkan siapa saja yang lulus ujian masuk PTN. Ingat usaha mereka mati-matian belajar

      Hapus
  7. wah asyik juga ya treking bareng anak2 murid

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik banget Mba, apalagi anak-anak cowo itu kan sekarang badannya lebih gede dari saya gurunya, mereka helpfull banget

      Hapus
  8. Wah berpisan dengan murit memang suka bikin haru ya Mba. Saya tau banget perasaan itu. Hah jadi kangen ngajar lagi jadinya hahaha. Menjadi guru itu, bukan sebuah profesi tapi pekerjaan hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bunda, serunya jadi guru itu karena yang dihadapi adalah manusia bukan benda mati yang stagnan sepertu komputer. Ada saja kisah lucu atau menggemaskan yang saya alami di sekolah setiap harinya

      Hapus
  9. Kebanggaan seorang guru adalah ketika melihat siswanya berhasil meraih pendidikan favoritnya, apalagi disertai dengan hasil yang diraih dengan jujur. Itu membuat terharu banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, apalagi kalau kita tau perjuangannya belajar mati-matian, rajin nanya tiap waktu istirahat

      Hapus
  10. Memory yg tidak terlupakan adalah ketika Graduation ..
    Meninggalkan kenangan dan bersiap menuju masa depan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, selalu setiap graduation saya dibuat terharu karena tau cerita mereka dari masih unyu-unyu hingga punya ktp

      Hapus
  11. Asik banget ya jalan2 sm anak murid. Aduh, ak pengen banget begini. Hihi. Walau sedih hrs berpisah ya mba. Tp nnti klo ketemu mrk cium tangan itu momentnya menyentuh banget ya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling haru kalau mereka main ke sekolah, sudah jadi mahasiswa dan berhasil. Ada muridku yang zaman dulunya ke sekolah aja susah, sampe harus aku telepon buat bangun tidur, telat terus dateng ke sekolah. Tiba-tiba dia main ke sekolah cerita dalam 3 tahun lulus S1 dan jadi salah satu lulusan terbaik, bangga bukan main

      Hapus
  12. Perasaan campur aduk ya kak kalo sudah harus berpisah dengan para siswa. Apalagi bagian graduation. Jadi kembali memory yang dulux

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, senang karena mereka lulus. Sedih karena bakal jarang ketemu apalagi sama anak yang akrab, mereka suka curhat

      Hapus
  13. saya pernah jadi volunteer guru cuma ngajar 2 hari aja pas mau pergi rasanya pengen menangis, apalagi mbak yang sudah bertahun-tahun euy..
    semoga semua ilmu yang diajarkan berguna di masa depan para murid-muridnya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin, makasih Mba. Memang perpisahan itu selalu membuat haru biru

      Hapus
  14. Oohh kamu guru toh mba, aku baru tahu. Memang perpisahan itu menyisakan kesedihan, tapi akan menjadi kenangan indah nantinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, saya guru. Semua murid punya kesan masing-masing untuk sayaa, bahkan dari mereka saya belajar nilai2 kehidupan

      Hapus
  15. Bener banget yaa.. flower to mom tuh momen yg paling bikin menguras iar mata. Tradisi itu juga selalu dipakai setiap graduation party murid2 saya saat ngajar dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena di sini perasaan bangga orang tua dan anak tertumpah. Ini momen paling mengharu biru dari dulu, sayang zaman aku sekolah ga ada momen kaya begini

      Hapus
  16. Masyaa Allah mbak, keren banget lokasinya. Jadi pengen kesana juga. Wkwkw
    Bareng keluarga pasti lebih seru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ke curug Cilember oke juga bareng keluarga, anak-anak pasti suka

      Hapus
  17. Aku kebayang mbak Yunita nulis ini smbil terharu, mengingat keseruan dengan murid2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak, apalagi pas nulis itu habis baca kabar gembira banyak yang lulus ujian masuk PTN

      Hapus
  18. Momen Graduation memang selalu memberikan kenangan indah yang mengharukan ya mba.. Ga sabar menanti saatnya reuni pasti ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Mba. Kadang anak2 itu kalau libur kuliah main ke sekolah, bawa makanan ngobrol sama kita2 gurunya

      Hapus
  19. ada senengnya ada sedihnya ya kak, dan pasti menjadi moment yangtak kan terlupakan. Seru banget liat foto-fotonya, hijau dan menyegarkan mata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru ke air terjun baremg mereka, anak2 itu kompak banget

      Hapus
  20. Perpisahan SMA adalah masa yang paling berbekas di hati aku sampai detik ini. Bener kata orang kalau masa sma adalah masa dimana kamu benar-benar menemukan jati diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa paling indah Kak, sampai banyak kan lagu dan film ttg zaman SMA

      Hapus
  21. Suka motif loreng-loreng ya mbak. Sering-sering aja nonton Trio Macan wkwkwk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiish mereka mah namanya aja macan, ga pernah pake baju loreng juga

      Hapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images