Sepinya Malam di Da Nang Vietnam

14.47


Trinity “The Naked Traveler” Sang Influencer
Siapa tak kenal Trinity "The Naked Traveler"? Saya rasa para backpacker sepakat bahwa Trinity termasuk salah satu influencer yang menginspirasi  kita untuk lebih berani bepergian sendiri ke negara lain. Apalagi traveling zaman sekarang semuanya serba mudah. Tak hanya tiket, hotel yang bisa dipesan online, menyusun itinerary sendiri pun bisa dengan mengandalkan google maps, jika ingin membuat tujuan yang searah.


Awal 2011 saya membaca buku The Naked Traveler milik teman. Karena cerita pengalaman backpacker Trinity bagitu bagus dan ditulis dengan bahasa yang santai, saya pun membeli bukunya dan berlanjut hingga sekarang.  Setiap Trinity mengeluarkan buku, saya pasti beli. Dari buku-buku serial The Naked Traveler itulah saya terinspirasi dan akhirnya bertualang berdua sahabat ke Malaysia tahun 2011. Saya pun jadi punya impian menulis buku sendiri dengan genre travel.

Buku favorit yang menginspirasi perjalanan ini

Salah satu kisah yang menarik di buku The Naked Traveler dua adalah kisah Trinity di Vietnam. Kisah ini pula yang menjadi inspirasi perjalanan saya selama delapan hari menyusuri Vietnam selatan berdua dengan backpacker mate yang juga teman sekantor. Begini kisah lengkapnya:


Drama dari Jakarta Menuju Da Nang
Saya mengatakan ini bagai drama karena memang kejadiannya yang kami alami bagaikan drama Korea. Saya dan Bernica sudah tiba di terminal tiga Soekarno Hatta International airport pukul enam pagi. Terminal tiga makin cantik dan canggih, akhirnya Indonesia punya bandara yang bisa sejajar dengan bandara negara lain. 

Salah satu sudut menarik di terminal tigaSHIA
Sayangnya, kekaguman saya pada bandara jadi terhenti karena self check in Air Asia rusak sehingga untuk check in saja kami harus mengantri di barisan bagasi. Petugas counter Air Asia pun tidak ramah, ia tak memberi tahu seorang ibu yang berdiri di depan saya bahwa koper mungilnya bisa dibawa ke kabin tak perlu bayar bagasi sebesar empat ratus ribu rupiah. Tak bisa tinggal diam, saya memberi tahu si ibu yang nyaris mengeluarkan uang dari dompetnya.

Ketika tiba giliran saya check in, ia mencetak tiket sambil menatap saya yang berkaus, celana jeans dan memanggul carrierl dengan tatapan tidak ramah (mungkin akibat intervensi saya tentang koper kecil si Ibu sebelumnya). Lucunya lagi ia bertanya

“Emang Da Nang di Vietnam?”
Seriously, are you really work in airport? You don’t even know that Da Nang in Vietnam.

Tak hanya itu, ia bahkan meminta saya menunjukkan tiket pulang. Seumur-umur saya backpacking baru kali ini ditanya tiket pulang di negara sendiri, kalau di negara tujuan ya iyalah wajar.

Baca juga: Melintasi Perbatasan Singapura-Malaysia

Untungnya drama segera berlalu dan saya bisa duduk santai sambil ngopi cantik menunggu boarding. Penerbangan ini transit di KLIA 2 saat makan siang dan kami membeli makanan termurah di gate L-13 KLIA 2, Nasi Lemak seharga 10RM. Saya terpaksa makan nasi lagi deh. Makan nasi lemak di ketinggian dengan pemandangan gumpalan awan putih ternyata memberi sensasi tersendiri.

Baca juga: Bobo cantik di KLIA 2

Transit di KLIA 2
Pertama Kali Menginjakkan kaki di Vietnam
Cuaca tak bersahabat saat pesawat akan mendarat di Da Nang International Airport. Gumpalan awan hitam yang tebal dan gerimis berkali-kali ditembus oleh pilot, sehingga turbulensi terjadi terus menerus. Alhamdulillah kami mendarat dengan selamat.

awan hitam di langit Da Nang
 
Alhamdulillah sampai di Da Nang dengan selamat 
Di buku The Naked Traveler Trinity menceritakan bahwa banyak tentara di Airport yang berwajah dingin dan menenteng senapan, cukup intimidatif. Untung saja saya tak menemukan yang seperti itu. Setelah urusan imigrasi selesai, kami segera membeli simcard Vietnam. Beberapa travel blogger merekomendasikan Vinaphone.

Saya salut pada petugas counter simcard di Da Nang Airport ini. Mereka begitu fasih aneka bahasa asing, saat melihat turis Korea mereka berbahasa Korea, melihat turis dari Tiongkok, mereka berbahasa mandarin. Semudah itu mereka switch language seperti menyalakan lampu. Untung saja waktu melihat saya yang berhijab ini mereka tak berbicara bahasa Arab, kalau iya bisa pusing saya tak bisa jawab hahahaha. Semua jenis simcard untuk paket unlimited data selama sepuluh hari dijual seharga 7 USD.

Sekedar tips, kalau teman-teman berencana ke Vietnam sebaiknya membawa dollar saja dari Indonesia karena nilai tukarnya jauh lebih baik dibanding langsung membawa Vietnam Dong. Tepat di sebelah kiri dari pintu keluar ada beberapa money changer dengan rate yang cukup baik.

Da Nang Vietnam Serasa Berada di Bandung
Dengan menggunakan Grab Car, kami keluar airport menuju Fulmar Hotel. Hujan gerimis menyambut kami membelah jalur utama di Da Nang. Meski di Vietnam, namun kota Da Nang ini begitu mirip dengan Bandung. Jalan yang kami lewati persis dengan jalan Ciateul di mana banyak toko elektronik klasik, tertera di papan toko.

jalan di Da Nang Vietnam dekat Airport

Fulmar Hotel
Untungnya hujan reda saat kami sudah selesai check in di hotel dan berstirahat sebentar. Senja turun dengan cantiknya saat kami berjalan-jalan menikmati senja di kota Da Nang. Kota ini punya banyak gedung kuno yang cantik, sayangnya kondisi lalu lintas di Da Nang ini begitu semerawut. Saat menyeberang, kita tak hanya tengok kanan kiri tapi juga depan belakang agar tidak ditabrak.

SD di seberang Fulmar Hotel

Restoran sekitar hotel

Kami berjalan kaki menuju kantor TheSinh Tourist untuk konfirmasi tour ke Ba Na Hills besok. Karena terlalu asyik foto-foto sepanjang jalan, suasana sudah gelap saat kami sampai di kantor TheSinh Tourist. 

Kantor TheSinh Tourist Da Nang

Satu hal lagi yang lucu, di google maps ada seorang turis yang mengatakan petugas di sana sibuk main game di ponselnya. Memang kami bertemu pria yang dimaksud, dan memang dia sibuk dengan ponselnya tapi dia cukup membantu mempermudah semua pesanan kami. Karena tiap hari kami berpindah kota, kami mengurus tiket tur dan transportasi dari TheSinh karena setelah dihitung harganya masih jauh lebih baik daripada mengurus semua sendiri dan terpisah.


Menyusuri Sungai Han
Dari kantor TheSinh Tourist kami berjaan menyusuri sungai Han, wiww serasa di Korea ya Namanya sama. Sedang asyik meyusuri koq kami tiba-tiba masuk area tersegel police line dan trotoar sekitarnya juga ditutup seperti ada pembangunan. Karena kami terus saja cuek jalan di area itu, tiba-tiba munculah dua tantara menenteng senapan menghampiri kami. Kocaknya dua tentara itu tak bisa bahasa Inggris dan kami pun akhirnya pakai bahasa tarzan yang intinya kami tak boleh lewat situ.

Di seberang sungai Han terlihat gemerlap lampu dari deretan restoran dan kafe kopi yang kece-kece. Langkah terhenti di sebuah coffeeshop dengan nuansa jadul bernama Da Nang 1975. Ya ampun keren banget, itu reaksi saya ketika masuk kafe itu. Benar-benar seperti tahun 70-an. Kami memesan Saigon Ice Coffee Milk. Rasanya? Ya kaya es kopi susu biasa saja, tapi ini di Vietnam.





Menjelang jam Sembilan malam kami kembali ke hotel menyusuri sungai Han. Bernica sempat beli sosis dan bakso di gerobak jajanan, saya tak berani beli karena khawatir sosisnya daging babi. Anehnya jalanan sekitar hotel sudah sangat sepi padahal baru jam Sembilan. 

Menyusuri sungai Han



Restoran yang ada di kiri dan kanan hotel pun sudah tutup semua. Perut sudah lapar, tadi saya tak beli apapun karena mau makan di samping hotel yang sepertinya enak. Akhirnya malam itu kami cuma beli Banh Mi, sandwich yang rotinya dari Long John yang keras. Hiks, malam pertama di Da Nang dilalui dengan rasa lapar. Pengalaman banget ini, ternyata ada kota yang langsung sepi jam Sembilan malam.


Sambil istirahat saya menonton TV dan teringat cerita Trinity di buku The Naked Traveler 2, yang menceritakan bahwa semua tayangan di Vietnam itu di-dubbing suara ibu-ibu. Benar saja, saat itu saya nonton drama Korea dan jadi ngakak tak henti karena melihat adegan dua cowok cakep yang lari-larian di tangga tapi suaranya ibu-ibu tanpa intonasi dan ekspresi, flat aja gitu. Betah yaa orang Vietnam lihat muka ganteng tapi suaranya ibu-ibu ahahhahaa. Masih banyak lagi kisah seru selama menyusuri Vietnam, tunggu kelanjutannya ya. 


Baca juga:
Berburu mural di Penang
Gemerlapnya malam di Pattaya
Berfoto cantik di Haji Lane Singapura

You Might Also Like

95 comments

  1. Wah Da Nang! Ini salah satu wishlist saya di Vietnam yang belum kesampaian. Tahun 2015 ke Vietnam, tapi cuma ke Ho Chi Minh City.

    Btw, petugas airport itu memang nggak berarti wawasan geografi bagus, mbak. They are airport officer, not a flight attendant. Maksud saya, wajar kalo mereka nggak tau soal Da Nang, tapi poin plus kalau mereka tau. Saya juga pernah kejadian pas ke Phuket bulan Mei lalu. Teman saya pesawat baliknya via Krabi, masih satu provinsi dengan Phuket tapi beda kota. Eh, mbaknya nggak tau Krabi itu di mana, hahaha.

    Ditunggu lanjutan cerita di Da Nang-nya, mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip, ceritanya masih panjang sampai sekian episode semoga suka ya Kak

      Hapus
  2. Keren lah ka perjalanan ke Vietnamnya, ditunggu cerita selanjutnya kalo ada wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coming soon ya, nantikan kisah putri yang kembali ke kastil di Ba Na Hill, episode 2

      Hapus
  3. Jadi, Ka Yun pergi ke Vietnam demi mencicipi kopi-kopi sana. Mantap Ka.

    Itu bukunya Trinity jadi panduan banget yaa. Ditunggu yaa kaa launching buku tentang traveling nya 😉

    Eh tapi disana film/sinetronnya asli Vietnam pakai dubbing ibu" juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemanapun aku pergi pasti selalu ngopi di tempat itu, seru aja rasanya

      Hapus
  4. Aku ngakak ngebayangin oppa-oppa ganteng tapi suara ibu-ibu, yang nonton pasti jadi gagal fokus sama suaranya hahaha
    Seru banget perjalanannya kak, ditunggu cerita selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya begitu rasanya, aneh aja liat cowo ganteng suaranya ibu2

      Hapus
  5. Kak Yun, seru banget cerita jalan Vietnamnya. Ternyata Da Nang kalah sama Tambun yah , Tambun sampe tengah malem ga pernah sepi ...hehehe ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhaa itulah aku heran Kak, eh tapi yg dekat Han rivernya sih masih rame tapi yg jalan besarnya udah sepi clep, toko2dan restoran juga tutup, jadi aja aku kelaparan

      Hapus
  6. Kalo ke luar negeri dan mau makan dan worry itu halal atw nggak, kasih unjuk gambar B2 aja sambil nunjuk makanan itu pake bahasa tarzan..
    Biasanya sih penjual paham dan cara ini biasanya sering digunakan oleh traveler yg ke luar negeri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup ini gue lakukan keesokannya, nantikan jilid 2 ya

      Hapus
  7. banyak yang mau aku komentarin...
    1. wawh, itu awannya serem banget mbaa
    2. aku langsung ngikik lho pas mba yun bersyukur engga diajak ngomong pake bahasa arab. jadinya mba yun diajak ngomong pake bahasa apa tuh? indonesia?
    3. aaaku setuju banget, liat fotonya emang mirip banget kayak jalanan di bandung!!
    4. traficnya lebih parah kah dari jkt? hihi
    overall seruu banget ya mba yun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asli awannya tebal hitam dan bikin merinding waktu pesawat nembus, kiri kanannya ada kilatan petir. Udah segala doa dibaca deh. Alhamdulillah mendarat selamat

      Hapus
  8. Itu petugas AA songong banget yak. Lagian kan bukan tugas dia untuk bertanya tiket pulang, itu kan tugasnya imigrasi..Duh mental jelek kayak gitu mbok jangan dikasih kerja di front desk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Evi, aku aja kaget ditanya tiket pulang, belum pernah kejadian begini

      Hapus
  9. Kafenya keren, vintage.
    Banyak bangunan kuno lagi.
    Da Nang semakin menggoda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Kak, aku tuh kalau traveling senengnya mampir ke bangunan kuno, museum. Keren aja gitu

      Hapus
  10. Kalau ingat kisah Trinity, aku jadi ingat filmnya, belum merepresentasikan dunia penuh drama yang dialami Trinity selama traveling ya. AKu jadi kembali membayangkan nonton TV cowok-cowok cakep tapi pas ngomong, suaranya ibu-ibu. Duh, kayak apaan itu ya kak? Hahahaha. Ayo lanjut cerita tentang Vietnamnya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nantikan episode kedua ya Kak, kalah deh sinetron tersanjung hhahaha

      Hapus
  11. Penasaran juga sama Danang ini ya. Walaupun entah kenapa jadi inget penyanyi dangdut hahaha. Jadi alasan malam malam sepi karena mereka tidurnya cepet apa gimana ? Terus kesel sama petugas AirASia yang nyebelin ya. kok gitu ama orang kita sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga kaget, lah koq bisa area sekitar hotelku langsung clep sepi, padahal dah bayangin makan pho asli saba kan enak malem2

      Hapus
  12. Jadi rindu Vietnam. The sinh tourist memang sudah jadi rekomendasi para backpacker, untuk paket trip dan perjalanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga pilih sinh tour dari beberapa blog sih ehehhe

      Hapus
  13. Aku Baru sempet ke Hanoi. Itupun almost sepuluh tahun yll hahhahha jadul benerr. Suasana kotanya mengingatkan akan Pasar Senen Jakarta, riweuh. Tapi cantik karena ada danau di tengah kota.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah ga ke Hanoi Kak, menyusuri ke selatan karena mau nyeberang ke Phnompenh

      Hapus
  14. Petugas Airpot bikin emosi banget sih.
    Minta di dor sama tentara yang di vietnam kayaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, udah mah manyun, ga ramah pula. Heran deh

      Hapus
  15. Dari beberapa tahun yang lalu, Vietnam udah masuk dalam top list yang harus aku kunjungi. kira-kira aku boleh minta itinerary gak kak? Seru banget deh bisa banyak traveling, sayang kadang waktunya sedikit karena harus kerja juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh Kak, ada file softcopy-nya koq. E-mail aja ya

      Hapus
  16. Mbak yunita keren... aku kok nggak berani jalan2 sendiri.. eh itu berdua ya.. menyenangkan ya ada yangmau diajak mbolang bareng gitu..Sebagai cewek rasanya klo jalan cuma berdua tuh masih berbahaya.. Klo ada penjahat atau semcamnyakan ngeri banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yaa Kak Airin, aku memang keren hebehhe

      Hapus
  17. Catat ini baik-baik ah kalau mau ke sana, "Sekedar tips, kalau teman-teman berencana ke Vietnam sebaiknya membawa dollar saja dari Indonesia karena nilai tukarnya jauh lebih baik dibanding langsung membawa Vietnam Dong."

    Thank you for sharing, miss yun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, semoga berguna tipsnya ya Kak Maria

      Hapus
  18. Seru ya perjalanannya. Kemaren pas ke Vietnam gak sempet ke Da Nang, Miss Yun. Memang lebih enak traveling ala backpacker ya Miss.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, modal backpacker tapi fasilitas ala Princess hhehehhe

      Hapus
  19. Yang paling berkesan dari tulisan perjalanan Mbak Yun di Vietnam adalah, antusiasme yang juga dirasakan oleh pembaca serta postive thinking Mbak Yun menghadapi berbagai kondisi di sana, termasuk sepinya malam di Da Nang. Keren banget ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Teh, memang kalau lagi jalan2 bawaannya harus happy jangan manyun apapun kondisi yg terjadi

      Hapus
  20. Bener ! Bener banget ! Gue aja kemaren self check-in AA di soetta mesinya gak bener, jadi ya.. ngantri di Counter.

    Menurut gue sih pendapatan lebih dari maskapai AA itu adalah dari bagasi makanya tiketnya murah dan ketat dalam bagasi...

    Salam ransel, cmiwiwww..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, jadi bete ngantrinya. Mana pelayanannya ga ramah gitu ya

      Hapus
  21. Seru banget sih, Kak Yun. Aku sampe pengen ngomentarin semuanya :))
    Itu mana enak ya nonton aktornya cowok tapi suaranya ibu2. Hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu Mba, makanya aku sampe ngakak2 nontonnya. Ga cocok buanget gitu

      Hapus
  22. Mbaaaaa kita samaaaa, aku itu terinspirasi traveling, dan jd rutin jalan2 tiap thn, itu krn baca buku mba trinity yg ijo itu. Trus lgs cari buku2nya yg lain. Sampe skr dia idolaku. Tp beda sih gaya aku traveling dengan mba trin. Kalo dia cendrung backpacker, aku msh lbh suka geret koper dan milih hotel :p. Tp ga suka pake tur. Jd semua hrs diurus sendiri :D. Dan itu nagih yaaaaa.

    Vietnam aku baru HCMC. Tp suatu saat pgn banget balik ke sana jelajah hanoi, halong bay, dan sapa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup Kak, bisa ngurus sendiri semua tetek bengek traveling tuh ada kepuasan tersendiri

      Hapus
  23. Seru bangeeettt.

    Duh ga kebayang aku galau nonton drama tapi dubber nya buibu semua. Sediiiiiih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahhaa iya, mana ngomongnya tanpa ekspresi gitu, kan bikin ngakak

      Hapus
  24. Ya ampun serunya yaa bertualang apalagi di tempat baru dengan panduan trinity pulak hihi..kangen jalan-jalan deeh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku jadi teringat cerita Mba Dedew yang ada satu buku dengan Trinity. itu keren juga Mba. Aku tetap ngefans sama Anak Kos Dodol heheheh

      Hapus
  25. Dramanya menyebalkan ya, di negeri sendiri pula. Belum sempat ke Da Nang euy, baru sampai HCM aja, padahal kotanya menarik ya. Btw aku kagum dengan bawaanmu, aku dah gak sanggup nenteng2 bacpack sekarang euy. Ngikutin foto2 mu di Ig selama di Vietnam bikin kangen ngebolang ke sana juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mba Donna ^_^
      Da Nang jauh lebih cantik daripada HCMC yang agak semrawut khas kota metropolis, harus ke sana

      Hapus
  26. Wah asyik juga nih jalan-jalan di Vietnam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik banget Mba apalagi nilai tukar rupiah lebih tinggi di sana

      Hapus
  27. Banyak drama ya perjalanannya... untung aja ada kopi jadi bisa bikin rileks. heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul persis kaya sinetron deh trip kali ini

      Hapus
  28. Jadi makan halalnya apa dong kak selain roti? Mi instan atau mi-mian yang lain gitu gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku makan yg pasti aja kaya ayam, ikan, sapi kalau bumbu minyak dll gitu aku sih pasrah. Bismillah aja

      Hapus
  29. Kopi vietnam terkenal banget. Sebagai pencinta kopi, Miss Yun total banget deh sampe pengen nyicipin kopi Vietnam di negara asalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya sama aja sih Kak rasa kopinya, backpacker ke Vietnam memang sudah diniatkan

      Hapus
  30. Duh KakYun, ngebayangin endingnya ditutup dengan siaran TV yang didubbing ibu-ibu bikin aku ngakak.

    Seruuu cerita perjalanannya. Ditunggu lanjutannya, Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu ngakak buanget liat drakor koq suaranya ibu2. Sip hari kedua dari 10 hari backpacking di Vietnam akan segera rilis

      Hapus
  31. Waktu saya ke Da Nang, lalu lintas malah sepi. Gak ada keramaian apalagi kemacetan...
    Sudah gitu pedagangnya juga ramah-ramah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagian memang sepi Mas, tapi di perempatan deket hotel Hilton pas jam pulang kerjanya wiiww semrawuts

      Hapus
    2. Di beberapa perempatan pas jam pulang kerja semrawut bgt Mas, sampe susah mau nyebrang

      Hapus
  32. wah mantap kak yun jd youtuber skrg.
    ditunggu cerita blog di video lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa masih belajar Kak, pengen bisa edit video yg oke

      Hapus
  33. Wah Vietnam. Pengen kesana deh gara-gara tulisannya kak yun. Nabung, nabung, nabung ini mah. 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo nabuung, ga akan nyesel ke Vietnam

      Hapus
  34. Membayangkan wajah khas oppa korea tapi suaranya ibu-ibu, duh itu gimana gitu ya 😁😁😁
    Btw, kota Da Nang ini jadi ingat di Palembang, jam 9 aja udah sepi 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Palembang sepi juga Kak? padahal pengen banget ke Palembang

      Hapus
  35. Seru dan kocak..tapi kok belum muncul tampilan kopi vietnamnya nih Kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu di coffeeshop Da Nang 1975, enak kopinya

      Hapus
  36. Seneng yah bisa jalan jauh2. Pingin tapi ngeri wkwk.
    Itu benneran yak acara tv nya dubbingan emak2 semua? Kok aneh ya ky gda cowo aja haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo Nassa jalan2 jauhan lagi hehehhe

      Hapus
  37. duh, ditanya tiket pulang di negara sendiri. Aku dengernya aja kok sedih ya. Alhamdulillah baru 1x perjalanan pp pke air asia dan so far oke aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih dan kezel Dek, belum pernah ditanya gitu di sini

      Hapus
  38. Suasananya mirip jakarta yaa, expectasiku kaya yang di film flm korea gitu..jauh bangeet sih mba yun mainannya duuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mirip banget mas apalagi di Ibukotanya benar2 mirip Jakarta ya kotor ya semrawut samaan

      Hapus
  39. Di sana, muka-muka seperti saya banyak ya kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhhaa banyak Kak, mirip koq sama orang Indonesia

      Hapus
  40. Wah itu petugas airasia nya rada songong ya.. duh jadi penasaran gimana dubbing oppa2 ganteng jadi suata buibu.. ahhah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dijamin males nonton Korea di sana, ya kali oppa ganteng suaranya ibu2 tanpa ekspresi padahal lagi adegan lari2 di tangga

      Hapus
  41. Suasana dan bangunannya kyk Indonesia yaa kak yun? Atau perasaan aku ajaaa? 😂

    Kafenya akuu sukaa kak. Vintage bangett. Kyknya baguss buat foto vintage ala-ala gituu kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kafe di depan Han River itu banyak, tapi Da Nang 1975 paling vintage

      Hapus
  42. Lampu-lampu di warung kopinya menarik perhatian banget, eh coffee shop maksudnya. Kayanya kalau saya ke sana bisa betah tuh, bisa pulang sampe pagi buat menikmati malam sambil menjalin silaturahmi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo Kak ke sana , ga bakalan nyesel. Yang nongkrong di coffeeshop itu banyak anak mudanya,

      Hapus
  43. Kayaknya banyak ya yang 'tersihir' dengan tulisann Trinity. Hahaha. Jadi kepingin ngunjungin tempat2 yg ada di bukunya. Kalo boleh, share juga dong Mba info soal budget2-an selama mba liburan. Biar bisa jd informasi tambahan kalo mau berkunjung ke Vietnam hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oohh iya, nanti di postingan selanjutnya aku masukan budget ya. Terima kasih masukannya

      Hapus
  44. Wah, masih bagus ditanya "Da-nang itu di Vietnam ya?", daripada ditanya "Da-nang ini temennya Dar-to ya?" Hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahhaa iya harusnya kujawab, Da Nang itu di Purwokerto ya

      Hapus
  45. Akhirnya terbit juga cerita di Vietnam. Yg aku inget kopinya rasanya unik. Semuankopi di sana enak. Dr es kopi yang dipinggir jalan sampai yang di kafe. Hmm aku penasaran nih cerita ka Yun di Halong Bay. Stay tune ah aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya aku ga ke Halong Bay Kak .Aku ke selatan karena mau nyebrang ke Kamboja

      Hapus
  46. Kak aku tunggu episode selanjutnya. Seru banget bacanya, berasa mau segera otewe juga kesana. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siaap segera rilis ya Dek. Nah ke Vietnam deeh dijamin ga nyesel

      Hapus
  47. jadi penasaran pengen pergi ke Kota ini..
    btw tiap ketemu awan kayak gitu di jendela pesawat, ak mesti ga tenang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya aku ga tenang Kak, segala macam doa juga aku baca

      Hapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images