Tips and Trick Packing Pindah Kantor Ala Miss Yun

22.49


Photo from depositphotos.com

Blogpost ini adalah respon dari artikel milik Mak Wenny yang berjudul Tips Pindahan Rumah yang Menyenangkan. Saya ingat sekali awal-awal grup kolabblog Siti Nurbaya berdiri, beberapa emak blogger bicara tentang kesibukan pindah rumah dan segala drama yang mereka hadapi karena  memindahkan dan menata kembali tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Drama ini yang mengilhami kami hingga akhirnya diangkat menjadi salah satu tema Colabblog.


Bicara soal pindah rumah, saya tak punya banyak pengalaman.  Maklum saja saya masih single dan masih tinggal di rumah orang tua. Pertama pindah rumah saat saya berusia lima tahun dari Indramayu ke Jakarta. Lalu kedua kalinya saat saya berusia tujuh tahun dari Halim Perdana Kususma ke Jatibening Satu.  Tentu tak banyak yang saya ingat, saya juga belum packing barang sendiri saat itu.

Rumah di Indramayu masih sama persis ketika kami pindah tahun 1988
Menginjak remaja, karena lulus UMPTN di kampus UPI Bandung saya pun mengalami pindah dari Jakarta ke Bandung. Tak banyak yang saya bawa saat itu karena semua peralatan seperti kasur, lemari dan meja belajar dibeli di Bandung. Pindah kost di tahun kedua kuliah pun tak pakai acara packing karena rumah kost yang baru terletak tak jauh dari kost lama. Lagipula saya mengerahkan sahabat-sahabat saya dari jurusan Teknik Mesin untuk bantu angkat, pasang lampu hingga makan malam bersama ala anak kost di kamar baru.

Kamar Kos saya ketika di Bandung dulu
Satu-satunya pengalaman pindah dan tips and trick ala saya yang bisa dibagikan adalah pengalaman pindah kantor. Saya termasuk orang yang suka menghias meja kerja, supaya cantik, nyaman dan terasa touch of personal-nya. Empat tahun bekerja di Sekolah Victory Plus Bekasi membuat meja kerja saya penuh dengan pernak-pernik dan juga bunga segar. Belum lagi alat makan, alat ngopi dan aneka cangkir lucu yang tersimpan di pantry ruang guru.

Meja Kerja saya di Sekolah Victory Plus berhias vas bunga

Aneka pernak pernik di meja kerja saya

Tahun 2011, saya pun pindah mengajar ke Jubilee School Jakarta. Ada sedikit kepanikan saat itu karena kepindahan saya bisa disebut mendadak dan barang saya di sekolah juga cukup banyak. Saya pun mulai mencicil packing.

Persiapan Packing
1. Alat-alat
Alat yang diperlukan untuk packing adalah koran bekas,  gunting,  selotip atau lakban, trash bag besar,  dus bekas dan tali rapia.

2. Memisahkan barang-barang
Saya memisahkan barang-barang dengan kategori mudah pecah dan tidak.

3. Donasi
Donasikan barang-barang yang tidak terpakai lagi. Selain memudahkan pindahan juga memberi kesan pada orang yang kita beri. Saat itu beberapa buku saya donasikan ke perpustakaan sekolah. Beberapa stationery seperti file, binder dan bantex saya berikan ke teman-teman sesama guru.

Rekan guru di Sekolah Victory Plus
Packing time
1. Membungkus
Barang-barang pecah belah dengan kertas koran lalu direkatkan dengan selotip kemudian disusun di dalam dus

2. Buku-buku diikat dengan tali rapia kemudian dibungkus koran bekas kemudian disusun dalam trash bag. Kemudian trash bag direkatkan hingga rapi dengan lakban.

Terkesan sederhana namun pastikan semua packingan mudah dibawa.  Agar tidak repot,  saya membawa packingan satu persatu ke kantor baru.

Meja kerja di kantor baru
Tidak ada salahnya memberi kenang-kenangan kecil pada atasan dan teman-teman dekat di kantor sebagai tanda perpisahan. Demikian tips and trick ala saya,  semoga bermanfaat. 

Baca juga:
Cerita dari Indramayu
Satrasia 01 Reunion

You Might Also Like

3 comments

  1. So sweet ya, memberikan kenang-kenangan. Aku jadi inget pas pindah kantor, mewek banget tapi aku tahan-tahan, sampai lupa mau foto bareng juga. :(

    BalasHapus
  2. aku jadi ingat saat pindah dikasih hadiah sama anak2 di kantor.
    pindah kantor lumayan juga riwehnya, handover kerjaan hihi..

    BalasHapus
  3. Kalo aku bagi-bagi barang kenangannya pas mau resign. Daripada di bawa pulang, ada sebagian yang aku tinggalin buat teman-teman. Kalo pas pindahan kantor itu ya ampun menguras energi banget, banyaak yang harus dipindahin dari gedung lama ke gedung baru. Tapi kalau sudah tahu triknya sih easy to do yaaa.

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images