Aku Ingin Jadi Blogger yang Membuatmu Bangga

09.03

Suatu senja di sebuah taman

Matahari keemasan menggelincir ke ufuk barat.  Dia menghampiriku yang sibuk dengan kamera dan terus saja membidik ke segala arah.

“Kau sibuk apa sih?” tanyanya.

“Ini loh, aku kan lagi bikin stock foto buat tulisan di Blog” jawabku sepintas lalu tanpa melihatnya.
 
Pentingnya stock foto untuk tulisan

“Kamu nge-blog? Sejak kapan?”

Kutatap ia sejenak lalu kuceritakan bahwa sudah lama aku menulis cerita perjalananku di blog sejak 2010. Awalnya aku hanya ingin mengenang kisah traveling yang unik dan ajaib di tiap perjalanan. Sampai akhirnya ada pembaca yang mengirim e-mail dan baru kusadari ternyata tulisan receh itu banyak yang membaca.

Ia pun mengeluarkan ponsel dari saku celana tactical pants hitamnya dan bertanya apa blog-ku, lalu kujawab dengan mantap www.greenyunita.com. Kulihat ia sibuk melihat-lihat sambil membaca sekilas.
tampilan blog saya

“Kau tahu, dulu nama blog aku itu alay banget.” kataku menahan tawa sambil duduk di sampingnya.

“Oh ya, apa namanya?” katanya sambil membenarkan letak kacamata.

“Percaya enggak, dulu blog aku namanya nyitzhsastra.” Penjelasanku terhenti karena tawanya sudah meledak, membuatku ikut tertawa.

“Iya, sejak awal aku nge-blog tahun 2010 lalu, nama blog-ku adalah nyitzhsastra.blogspot.com malah sebelumnya lebih alay lagi. Namun semua berubah di tahun 2017. Dari yang semula hanya menulis, kini aku lebih serius dan bangga menyebut diriku sendiri sebagai Narablog atau Blogger. Malah dulu tulisanku alay banget, sengaja. Sampai akhirnya aku merasa harus ada perubahan.”

Bacajuga: Dari Nyitzhsastra hingga Greenyunita

“Memang perubahannya apa?”

Kini ia yang menatapku penuh minat seolah tak sabar mendengar kelanjutan kisahku.

“Akhir Juli tahun 2017 aku mendaftar menjadi anggota Klub buku dan blogger Backpacker Jakarta. Berawal dari hanya ingin tahu kemudian berkembang jadi belajar. Aku belajar merapikan tampilan blog agar lebih enak dibaca. Setelah itu aku men-tldkan blog itu.”

“TLD, apa itu?” tanyanya lagi.

Top Level Domain. Intinya blog kita punya domain sendiri, engga menumpang di blogspot.com atau wordpress.com lagi.”

akhir Juli 2017 saya bergabung dengan Kubbu BPJ

“Terus itu bikin tampilan blognya, lay out segala bikin sendiri?” pertanyaannya terdengar sedikit lucu dan meragukan.

“Ya engga lah, aku kan enggak bisa. Beruntung aku bertemu teman-teman yang mau membantu, mau direpotkan olehku yang gaptek ini. Mereka selalu mau mengajarkan. Dari mereka juga aku mulai mengenal dunia blogger.”

“Aku jadi tertarik, coba kamu ceritain dong.” Ia menggeser posisi duduknya mendekat.

“Ya dari teman-teman di Kubbu inilah aku mengenal dunia blogger. ikut acara, ikut lomba menulis blog hingga masuk ke komunitas-komunitas blogger lainnya yang membuatku semakin berkembang. Bahkan sekarang aku juga punya penghasilan tambahan dari menulis di blog.”

Ia manggut-manggut seolah memahami meski masih menatapku takjub.

“Terus pengalaman seru apa yang kamu dapat dari nge-blog selama setahun ini?”

“Awal nge-blog aku suka ikut aneka lomba. Beberapa lomba jadi pemenang meski bukan yang utama, tapi aku senang. Salah satu hadiah lomba itu voucher belanja di supermarket sebesar lima ratus ribu. Senang rasanya bisa bantu belanja bulanan keperluan di rumah dari uang hasil menulis. Tawaran menulis pun semakin berdatangan, yah aku anggap saja rezeki. Jadi blogger membuat aku punya kesempatan menghadiri berbagai acara dari resmi hingga acara kesenian dan kebudayaan yang mungkin saja kesempatan itu enggak bisa aku dapatkan dari profesiku sekarang.” Jelasku panjang lebar.

“Selain lomba, hal yang bikin aku senang itu karena ada beberapa artikelku yang berada di halaman pertama google bersama dengan website dari portal berita. Buatku itu kebanggaan.” lanjutku lagi.

“Artikel apa?” tanyanya antusias, jemarinya membuka laman google.

“Tentang Anugerah Gantari Kick Andy.”

“Eh iya benar nih, page one Google ada di baris ketiga.” Ia menunjukkan ponselnya yang hanya kujawab dengan senyuman.

Artikel saya di Page one Google

“Satu lagi yang bikin aku senang, aku pernah diminta menjadi narasumber untuk pelatihan penulisan blog. Aku yang bukan siapa-siapa ini bisa sepanggung dengan blogger kawakan, kaya mimpi.” Aku menjelaskan dengan antusias.


“Kamu kan senang nih, sudah puas dengan jadi blogger seperti sekarang?”

Seperti biasa, meski jarang berbicara pertanyaan yang ia lontarkan selalu terkesan kritis. Aku terdiam sejenak dan berpikir sebelum menjawab.

“Memutuskan menjadi blogger berarti aku harus disiplin membagi waktu. Waktu untuk menulis juga waktu untuk pekerjaan utama dan bergaul. Aku juga harus rajin baca buku dan mencari resources supaya tulisanku makin berisi. Selain skill menulis yang pasti teknik fotografi juga video harus kupelajari supaya visual blog makin enak dilihat. Pas banget ini tahun baru makanya semua itu jadi resolusi tahun 2019”

resolusi 2019

“Keren banget sih.” Jawabnya singkat

“Cuma mau jadi blogger yang bikin kamu bangga.” kataku malu-malu

“Semoga resolusi tahun 2019 ini tercapai ya, kamu makin serius jadi blogger yang bikin kita semua bangga.” Ia menegaskan, ada binar di bola mata yang terhalang lensa kacamata. Kurasakan paras wajahku merona.

Langit gelap, malam mulai turun dengan jubah kelamnya. Kami berjalan keluar taman. Sungguh kata-katanya tadi adalah penyemangat. Aku ingin jadi blogger yang terus belajar lagi.

You Might Also Like

16 comments

  1. Keren kak tulisannya.. Aku suka cerita dari paragraf utama sampai akhir. Gak bikin bosan..
    Semoga semakin menjadi Blogger kebanggan kitaa yaaaa kak :)

    BalasHapus
  2. Uwow..semoga tercapai ya Kak, menjadi blogger yang membanggakan, aku juga mauu..semoga menang juga ini lombanya..aamiin

    BalasHapus
  3. Dear Kakak kesayangan yang multy talent terus berkarya ya. Hadiahkan itu sebagai kebahagiaan diri kita juga. Sukses berlanjut ya ksk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hatur nuhun teteh kesayangan atas segala waktu yg disediakan untuk menerima curhatanku, juga segala semangat yang disuntikkan

      Hapus
  4. nyitzhsastra it was!

    Semoga resolusinya tercapai ya, Miss Yun. Konon ada pelatihan vlog di KUBBU tahun ini, jadi salah satu wish list Miss Yun bisa terkabul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Kak, aku nih masih lemah banget di foto dan videografi, plus pengen bisa bikin animasi juga. Semoga ga hanya wacana dan bisa kesampaian semua

      Hapus
  5. Sepertinya aku tau siapa DIA yang banyak bertanya dalam kisah di atas.
    Cirinya yaitu seorang pria berkaca mata (yang jelas bukan aku!)..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhhaaa dia memang hanya dia. Ini hanya tokoh fiktif koq. Imajiner

      Hapus
  6. siapakah tokoh fiktif ini? jd inget blue mix yellow juga pake kacamata kak yun.

    wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tokoh itu mau dianggap dia juga boleh koq Kak #ehh hehhehehe

      Hapus
  7. Keren mbak, semoga resolusinya tercapai semua

    BalasHapus
  8. Wah aku jg pernah merasakan hal spt itu kak, ketika ngobrol dengan temanku, lanjutkan bu guru hehe :)

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images