Nengok si Upin Ipin di Malaysia … Part 1

14.47


Sungguh ga pernah disangka-sangka akhirnya tiba juga saat gwe bertualang ke luar negri, yah walaupun ga jauh-jauh amat tapi tetap judulnya kan ke luar negri. Kepergian ke Malaysia, negaranya si Upin Ipin ini pun memberi sebuah stempel manis di paspor gwe yang masih hangat, baru 1 bulan dicetak oleh Kantor Imigrasi Jakarta Timur.


Kepergian kali ini juga tinggal bawa badan karena hampir semuanya dibantu diurus oleh Nyos, kakaknya Vina.

22 Oktober 2011
Kami dapat penerbangan paling pagi di hari sabtu yang cerah ceria dan mendebarkan itu.  Rada norak sih, namun kehadiran gwe yang masih mengantuk di terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta cukup menyemarakkan (ceeilee) antrian di loket imigrasi. Setelah dokumen lengkap plus bayar 150 ribu rupiah, sebuah stempel pun dicapkan dengan sekuat tenaga oleh petugas ke atas halaman paspor saya yang masih mulus.

Balai Ketibaan apa ketiban yaa?

Kami sampai di bandara KLCCT tepat pukul 09.30 dan mengisi dokumen-dokumen di loket imigrasi. Ada sekelompok anak muda yang ditanya-tanya oleh petugas, mungkin mereka dicurigai akan menjadi tenaga kerja di Malaysia. Selesai semua dokumen beres, kami pun melangkah ke luar bandara untuk menuju pusat kota Kuala Lumpur.

interior kereta Sky Train
yang serba ungu
Kami naik shuttle bus yang akan mengantar kami untuk naik kereta sky train menuju KL Central tempat dimana kami akan menginap selama di Malaysia. Kereta yang diklaim super fast train oleh Malaysia memang benar-benar ciamik. Keretanya bersih, interiornya bagus dan warnanya dominan ungu, kontan saja sahabat saya Vina yang penyuka warna ungu betah duduk lama-lama di dalam kereta tersebut.

Kami pun turun di Stasiun KL Central, pusatnya seluruh transportasi di Kuala Lumpur. Kami menuju My Hotel untuk check in dan istirahat sebentar.

Makan siang kami yang pertama di Malaysia adalah di warung nasi ala China, mungkin kalau di Indonesia seperti warteg lah kira-kira. Makanannya biasa saja bahkan cenderung hambar. Selesai makan, kami pun berjalan-jalan ke pusat kota Kuala Lumpur untuk menyambangi Landmark yang terkenal di Malaysia yaitu si kembar Upin-Ipin ehh maksudnya si menara kembar Petronas

Kami pun naek kereta api tut tut tapi ga bisa lihat pemandangan karena kereta api yang kami tumpangi adalah kereta api bawah tanah dijamin cepat sampai dan ga macet, dooh kapan ya di Indonesia ada kereta kaya begini??

Kereta kami berhenti di stasiun yang dekat dengan Mall. Mall-nya bagus, bersih dan barang-barang yang dijual ga jauh lah kaya mall di Indonesia (lahh memang ada apa lagi?) lucunya koq ada toko yang bernama Isetan, seriuss kalo lagi jahil kan bisa dibaca iihh setan ehhehe
di dalam Mall
Keluar dari dalam bangunan Mall, ada sebuah panggung yang disponsori oleh Petronas yang bertema tentang MotoGp. Ada sebuah motor yang boleh dipakai untuk berfoto. Kami pun ga mau kalah narsis dengan yang lain, pastinya foto-foto sambil naik motor itu walaupun naik dan turunnya susah beneerrr.

Nyobain naek MotoGp
Yang bikin sirik tentang Kuala Lumpur adalah di kota yang merupakan Ibukota Negara sama kaya Jakarta yang super sibuk namun disini banyak ruang terbuka hijau. Memang pastinya rumput tetangga lebih hijau, yah memang ada benarnya kalau melihat Kuala Lumpur yang bersih plus masih punya banyak pohon, belum lagi para warganya yang tertib ngantri, ga ada tuh nyelak ala mpok-mpok rempong yang sering kita lihat kalau lagi ngantri di Jakarta.

Si kembar Petronas
Puas main dan foto-foto di Petronas kami pun meneruskan jalan-jalan ke Bukit Bintang naik bus kota yang aduuh bersih banget dan serba teratur. Kaga ada keneknyah juga ga ada bus semodel metro mini ataupun kopaja apalagi bajaj dan bemo, sumpaaahh bener-bener iri.

Bukit Bintang adalah salah satu kawasan elit di KL juga tempat gaulnya anak-anak muda. Saat itu sedang ramai perayaan Dipavali, di semua Mall dihiasi oleh atribut dipavali yang meriah dan warna-warni. Kami duduk-duduk di sebuah Café yang terletak persis di depan air mancur yang berhiaskan bunga sepatu yang merupakan lambang Malaysia.

Sambil menikmati sorbet di Café itu, saya membongkar-bongkar belanjaan. Yup tadi saya sempat mampir, masuk dan lihat-lihat ke dalam Mall Fahrenheit 88. Lihat-lihat sepatu Vinci dan ada sepatu loreng yang lucu, naksir siih tapi harganya engga banget. Terus saya tergoda masuk ke dalam gerai BodyShop di dalam mall tersebut. Duilee saya jadi belanja, di Malaysia BodyShop murah buangeeettt, saya belanja 4 item kalau ditotal ga sampai seratus lima puluh ribu, cuma abis 37 Ringgit. Beuuh di Indonesia mana bisa beli BodyShop semurah itu.

sepatu loreng yang cute

abis belanja BodyShop
Setelah tenaga kembali karena makan sorbet yang asem segar itu, kami berjalan lagi ke kawasan kaki lima Bukit Bintang untuk beli oleh-oleh yang katanya murah kalau beli disana. Tapiiii … kayanya disana ga semurah yang saya bayangkan deh, karena setiap harga yang ditawarkan, saya harus cepat mengkonversi ke rupiah, setelah dipikir-pikir koq ya jatuhnya mahal.

Kami kembali ke My hotel di KL central dengan naik Monorail. Wuih senangnya, seumur-umur saya naik monorail yaa cuma di Taman Mini saja, itupun gratisan ditraktir temen. Hidup gratisan.
ini dia monorail

Selesai mandi dan bersih-bersih, kami pun keluar hotel untuk makan malam. Tak jauh dari My Hotel ada sebuah jalan yang dipenuhi pedagang warung tenda. Makanan yang paling ciamik untuk dimakan malam-malam disana adalah TomYam.

Tom Yam bukan makanan baru bagi saya. Sup khas Thailand yang rasanya pedas asam ini memang paling okeh untuk disantap di dinginnya suasana KL Central di malam hari. Kami pun memilih warung tenda yang paling ujung, persis di sebrang restoran India. Memang dasar saudara serumpun, sama persis seperti di Indonesia, sambil menunggu masakan matang, kami pun disuguhi otak-otak yang rasanya persis seperti otak-otak di Indonesia.

Datanglah pesanan kami, semangkuk Tom Yam hangat. Nah .. Tom Yam di warung tenda ini memang top markotop. Rempah-rempahnya kerasa banget. Seafood yang terhidang manis ditemani kuah asam segar bikin melayang-layang di udara. Semenjak saat itu, selera saya soal maka Tom Yam naik drastis, saya ga mau lagi makan Tom Yam yang ga enak.

Suasana malam di sekitar My Hotel Central
Di KL central ini mayoritas penduduknya adalah etnis India, dan hari Deepavali bagi orang India itu sebelas dua belas dengan lebaran buat orang Indonesia. Sepanjang jalan dan trotoar di depan hotel kami sampai menuju stasiun KL Central dipenuhi pedagang dengan tenda aneka warna, belum lagi musik India mengalun khas, dari lagu India yang kaya lagu dangdut sampai lagu India jeduk-jeduk ala house music. Selesai makan kami kembali ke hotel, namun koq ya jadi tertarik lihat-lihat tenda yang ramai itu.

Saya dan Vina memutuskan untuk lihat-lihat. Banyak baju sari India yang bagus-bagus namun mahalnya ga kira-kira. Kalau dirupiahkan bisa sampai 1,5 juta. Yaa ampun jualan di pinggir jalan aja harganya bisa selangit gitu, apalagi kalau masuk mall. Saya juga melihat sebuah keluarga India yang sedang berbelanja, anak kecil yang jingkrak-jingkrak karena dibelikan baju baru oleh ayah ibunya, laah jadi inget jaman kecil dulu suka beli baju lebaran, udah tuwir gini mah kaga penting baju lebaran hehehhee.

Ditaksir tukang kain … OMaiGod
Bangsa Indonesia adalah pribadi yang ramah dan hangat, itu sudah membumi menjadi pribadi, nah sayangnya banyak yang suka salah kaprah kalau kita senyum-senyum dan berusaha ramah. Dan itu terjadi pada saya … OmaiGod tukang kain asal Pakistan langsung ngajak ngobrol, nanya nginep dimana? Mau minum teh apa engga sama dia. Dari yang berusaha ramah dan biasa aja koq saya jadi ngeri, karena si tukang kain makin nekad saya pun jadi makin takut. Buru-buru caw dari tenda dia dan kabur ke tenda lainnya buat lihat-lihat.

Selesai lihat-lihat tanpa belanja, kami pun kembali ke My Hotel untuk beristirahat karena besok akan bertualang kembali.

You Might Also Like

1 comments

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images