Anugerah Gantari Kick Andy

21.53


Hujan telah reda menyisakan gerimis saat saya memasuki Gedung Metro TV di bilangan Kedoya Jakarta Barat. Setelah menemui Ade Chandra sang CP untuk mengisi daftar absen, saya pun segera masuk ke lobby Metro TV. Saat itu aneka makanan prasmanan sedang disajikan dan saya segera mengambil siomay. Malam nanti saya akan menyaksikan talkshow terkenal yaitu Kick Andy. Ini adalah kedua kalinya saya berkesempatan melihat secara langsung talkshow yang telah lama menjadi acara yang digemari di Indonesia karena begitu banyak insight yang dapat dipetik di tiap episode penayangannya.



Saat menikmati makan, saya sempat bertemu dengan senior saya semasa SMA dulu di PASMA 54 yang bekerja di Metro TV. Sambil makan, kami melihat sekeliling tamu-tamu yang hadir sebagian besar merupakan penyandang disabilitas, sepertinya acara Kick Andy malam ini merupakan persembahan dan apresiasi bagi penyandang disabilitas.


 Senior semasa SMA



Sambil menunggu waktu masuk studio, kami pun berfoto di lobby Metro TV. Menjelang pukul tujuh malam, para penonton sudah masuk dan menempati kursi yang disediakan di studio. Kebetulan saya dan seorang teman dari Backpacker Jakarta juga mendapat kursi depan.

  
Acara dibuka dengan penampilan Angel Pieters, lalu kemudian kehadiran Andy F. Noya yang memberi keterangan sekilas tentang anugerah Gantari yang malam ini merupakan perhelatan yang kedua kalinya.




Anugerah Gantari adalah penghargaan yang diberikan kepada penyandang disabilitas yang memberi inspirasi. Malam ini merupakan seremoni pemberian lima anugerah Gantari bagi para penyandang disabilitas yang begitu luar biasa, gigih, tak mudah menyerah dan menjadi panutan kita semua. Ajeng Kamaratih dan Marvin Sulistio menjadi pemandu acara malam penganugerahan kepada lima sosok inspiratif yang hadir malam itu.

Selain The Massive, Angel Pieters dan Fiersha “Mamamia” sebagai pengisi acara, hadir pula Reza Rahadian, Wulan Guritno, Nadine Chandrawinata dan artis lainnya untuk membacakan profil para peraih penghargaan Anugerah Gantari.

Selama menonton, berkali-kali saya mengehela nafas dan nyaris menangis melihat ketangguhan para peraih anugerah Gantari. Dengan segala keterbatasan mereka mampu memberi manfaat bagi sesama. Berikut profil pemenang anugerah Gantari 2018 yang telah saya rangkum:

1.   Putri Sampagita Santoso
Sarjana Desain Komunikasi Visual yang tak pernah merasa minder dengan kondisinya sebagai penyandang tuna rungu ini menjadi sosok inspiratif peraih anugerah Gantari pertama malam itu. Putri membuka usaha yang melatih dan mempekerjakan penyandang disabilitas. Produk yang mereka buat berupa aksesoris dan kerajinan telah dipasarkan hingga ke luar negeri.

2.   Slamet Tohari
Pria yang bekerja sebagai dosen Sosiologi di Universitas Brawijaya menerima Anugerah Gantari 2018 karena perjuangannya menuntut fasilitas Pendidikan yang ramah pada penyandang disabilitas agar mereka dapat memperoleh kesempatan menikmati pendidikan setinggi-tingginya. Slamet dan rekan-rekannya mendirikan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas di Universitas Brawijaya.

3.   Rachmita Maun Harahap
Dosen di Universitas Mercu Buana sekaligus mahasiswa S3 di Institut Teknologi Bandung ini merupakan penyandang tuna rungu. Beliau adalah contoh nyata bahwa keterbatasan tidak boleh menghalangi seseorang mengejar mimpinya. Selain sebagai pendidik, beliau juga mendirikan Yayasan Sehat Jiwa Raga yang menyediakan pelatihan bagi penderita hambatan pendengaran.


Ibu Rachmita

4.   Untung Subagyo
Atlet angkat berat yang merupakan penyandang disabilitas. Di Gunung Kidul Yogyakarta, Subagyo bekerja sebagai pegawai administrasi di sebuah sekolah dasar. Minatnya yang besar pada olahraga angkat berat membuatnya bergabung dalam Komite Nasional Paralympic Yogyakarta. Di tahun 2012, Untung Subagyo meraih medali emas dan memecahkan rekor di Peparnas Riau. Bermodalkan bonus prestasi yang diperolehnya, Untung membangun sarana latihan angkat berat di pekarangan rumahnya yang bisa dipakai oleh siapa saja. Kini usahanya berbuah manis, beberap atlet yang dilatihnya telah berhasil mengukir prestasi di tingkat daerah.

5.   Disa Ahdanisa
Gadis yang baru berusia 27 tahun ini memiliki sebuah kafe unik bernama Fingertalk Cafe yang mempekerjakan tuna rungu. Pengunjung yang datang ke kafenya harus berkomunikasi dengan bahasa isyarat yang disediakan panduan khusus yang dilekatkan di meja. Disa adalah satu-satunya penerima anugerah Gantari yang bukan penyandang disabilitas namun kepeduliannya pada perkembangan fingertalk sebagai bahasa komunikasi penyandang tuna rungu benar-benar patut diacungi jempol.

Disa Ahdanisa pemilik fingertalk cafe

Anugerah Gantari ditutup dengan penampilan kolaborasi dari Ryan D Massive, Angel Pieters dan Fiersha membawakan lagu D Massive yang berjudul Esok Kan Bahagia.


para penerima Anugerah Gantari

Seperti biasa, saat shooting berakhir saya dan teman-teman penonton lain akan maju ke panggung. Selain berfoto dengan Andy F.  Noya, saya juga berfoto dengan penerima anugerah Gantari. Saya dan teman-teman Backpacker Jakarta berfoto juga dengan pembawa acara malam itu.





                                                          
Keluar dari studio, semua penonton mendapat buku, kali ini buku berjudul Man's Search For Meaning karya Viktor E. Frankl menjadi milik saya. Perjalanan pulang saya tempuh dengan naik commuter line sendiri, cukup lama juga saya menunggu kereta terakhir menuju Manggarai malam itu. Di perjalanan saya berpikir apakah kehidupan saya selama ini sudah memberi manfaat bagi banyak orang. Semoga para peraih anugerah Gantari 2018 ini mampu memberi semangat bagi kita agar mampu memberi manfaat bagi orang lain, sebab sejatinya hidup bukan hanya tentang diri sendiri.


Horee .. dapat buku

You Might Also Like

21 comments

  1. Balasan
    1. Banget, Bang Taumy. Aku yang nonton aja mau nangis terus karena terharu

      Hapus
  2. Luar biasa ya kak dedikasi mereka untuk penyandang disabilitas...Semoga menjadi inspirasi untuk kita juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Teh Tuty, saya jadi malu sendiri karena merasa belum berguna apalagi mengubah taraf hidup orang banyak

      Hapus
  3. Hebat banget mereka kak, menginspirasi bangettt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga kita bisa mencontoh mereka ya Kal

      Hapus
  4. Kick Andy merupakan salah satu acara kegemaran saya. Selalu memberi inspirasi dan membuka wawasan. Seperti acara untuk disabilitas sini, semoga semakin banyak orang terbantu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Evi, saya juga senang nonton Kick Andy. Aamiin mudah2an banyak yg terbantu lagi lewat acara sejenis

      Hapus
  5. Pikiran yg sama.... Manfaat apa yg sudah saya berikan buat sesama?

    BalasHapus
  6. Hebat2 ya mereka. Sayang aku gk nonton. Kalau nonton udah nyari tisu kali ya

    BalasHapus
  7. keren banget acaranya...sangat menginpirasi dan orang diatas adalah orang hebat dan tangguh.

    BalasHapus
  8. Acara yang luar biasa, sangat menginspirasi. Saya pernah sekali hadir, eh maksudnya bukan jadi narasumber tapi cuma diundang ke studio dan nonton Kick Andy. Bintang Tamunya adalah Yenni Wahid, putri mantan Presiden Gus Dur dan beberapa narasumber lainnya.

    BalasHapus
  9. Baru tau kalau ada Anugerah Gantari untuk disabilitas
    Terima Kasih buat informasinya kak Yunita

    BalasHapus
  10. Waktu di Hotel Aryaduta Makassar, sempat berpapasan sama bang Andy F. Noya. Mau saya ajak foto bareng, takut dikirain sok narsis. Tapi, acara yang dihost bang Andi emang inspiratif

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  12. Acara idola saya
    Sangat menginspirasi

    BalasHapus
  13. Penerima Gantari nya para dosen dan pengusaha. Keren mereka.
    Itu kalau yang fingertalk, dimana mbak?

    BalasHapus
  14. Luar biasa penyandang disabilitas tidak membiarkan kekurangan menghalangi mimpi dan tujuan hidup mereka. Salut

    BalasHapus
  15. Yup, kadang malu sendiri klo suka ngeluh. Mereka, para penyandang disabilitas, saja tidak banyak mengeluh dan terus berusaha. Mereka tidak menjadikan keterbataasan mereka sebagai halangan dan justru menggunakannya sebagai motivasi :)

    BalasHapus
  16. Acaranya sungguh menginspirasi, Kak :)

    Cheers,
    Dee Rahma (heydeerahma.com)

    BalasHapus
  17. Liputan yang berfaedah.

    Aku juga terlibat dalam suatu komunitas Youth for Disability, tapi foundernya masih banyak kendala dalam mengembangkan komunitasnya.

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images