Hindari Kumis Pa Joko Agar Anak Terhindar TB Laten

14.31


Tanggal 24 Maret diperingati sebagai hari Tuberkulosis Sedunia. Tahukah Bunda jika salah satu angka kematian terbesar di Indonesia berasal dari penyakit tuberkolusis? Pada tahun 2016, sebanyak 123.000 jiwa meninggal dunia karena tuberkolusis. Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua setelah India dengan kasus tuberkolusis (TB) terbanyak di dunia.


source: hellosehat.com

Yuk Bunda, kita hindari kumis pa joko agar bakteri Mycobacterium Tubercolosis tidak berkembang dan mengancam kesehatan buah hati. Apa hubungan kumis pa joko dengan bakteri? Tenang Bunda, kumis pa joko ini bukan kumis melintang di wajah pa joko namun akronim dari kumuh, miskin, padat, jorok dan kotor yang menjadi lahan subur berkembangnya bakteri Mycobacterium Tubercolosis. Kuman ataupun Bakteri Mycobacterium Tubercolosis dapat berkembang dan makin kuat di tempat lembab dan kurang sinar matahari, bakteri tersebut juga mudah menyebar melalui udara.

Kenali TB Laten Pada Anak
Tubercolosis (TB) Laten pada anak adalah kondisi anak yang di dalam tubuhnya terdapat bakteri Mycobacterium Tubercolosis namun tidak aktif menyerang system kekebalan tubuh sehingga anak tidak merasakan sakit apapun dan dapat beraktivitas seperti biasa. Meski terinfeksi Mycobacterium Tubercolosis, tetapi anak yang terkena TB laten tidak memiliki penyakit TB aktif seperti penderita TB dewasa. Satu-satunya tanda bahwa anak terinfeksi adalah reaksi positif pada tes kulit atau tes darah.

Gejala TB pada anak bersifat umum dan terkadang mirip dengan sakit biasa pada umumnya sehingga sulit untuk membedakan. Namun jika anak mengalami penurunan berat badan secara signifikan tanpa sebab kemudian demam lebih dari dua minggu, Lesu, diare terus menerus serta kehilangan nafsu makan, sebaiknya Bunda segera memeriksakan ke dokter karena kondisi tersebut merupakan gejala TB laten.

Penyebab TB Laten
Seorang anak bisa terinfeksi TB laten jika ia tinggal dengan seorang penderita TB aktif, oleh karena itu sebaiknya anak tidak terlalu sering kontak langsung dengan pasien TB dewasa karena dikhawatirkan akan tertular. Saat pasien TB aktif berbicara, bersin ataupun batuk maka dari percik reniknya, bakteri dapat tersebar. Namun Bunda tidak perlu khawatir jika daya tahan anak kita baik, ia dapat terhindar dari infeksi TB meskipun seorang pasien TB yang berada di dekatnya menghembuskan bakteri lewat batuk atau bersin.

Bakteri atau kuman dapat tersebar dari bersin penderita TB aktif
pic source: https://mediskus.com/

penularan TB
pic source: https://azzuralhi.files.wordpress.com

Pada umumnya TB menyerang paru, namun TB laten pada anak dapat menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, usus dan tulang.

Cegah TB Laten
Agar anak kita tak terkena TB laten, selain Bunda harus menghindari kumis pa joko juga dapat melakukan langkah pencegahan sebagai berikut:
1. Vaksinasi BCG
2. Berikan asupan bergizi dan seimbang
3. Menciptakan lingkungan rumah yang bersih, tidak lembab dan cukup sinar  matahari
4. Menjauhkan anak dari kontak dengan pasien TB dewasa

Edukasi Cegah TB Laten Pada Anak untuk para Emak Blogger
Blogger kini dianggap sebagai agent of change, apalagi jika blogger tersebut adalah seorang ibu.  Bertempat di Penang Bistro, Kumpulan Emak Blogger hadir di acara bertajuk “Kenali dan Obati TB Laten” yang menghadirkan Dr. Wahyuni Indawati, Spa (K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Dokter Arya Wibitomo.

Dokter Wahyuni Indawati, Spa (K)

Dokter Wahyuni menyatakan bahwa sebenarnya TB sudah menjadi isu besar di Indonesia namun sering luput dari perhatian. Oleh karena itu edukasi untuk masyarakat sangat penting agar mengenali dan dapat mencegah TB khususnya TB laten pada anak agar tidak menjadi TB aktif di kemudian hari.

Dokter Arya Wibitomo
Menambahkan keterangan dari Dokter Wahyuni, Dokter Arya Wibitomo menyatakan bahwa TB dapat disembuhkan jika menjalani pengobatan hingga tuntas. Dalam pengentasan TB di Indonesia dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, tenaga medis, komunitas dan tentu saja keluarga. Partnership antara keempat unsur tersebut menjadi kunci utama untuk mengentaskan TB di Indonesia. Sanofi Indonesia pun ikut ambil peranan untuk fokus ada pengobatan TB laten agar menjadi kunci eliminasi rantai TBC.




Yuk, Cegah TB Laten!
Rangkul, jangan dijauhi
Selama ini stigma negatif selalu dilekatkan pada pasien TB aktif, karena itu pentingnya informasi dan edukasi pada masyarakat bahwa sebenarnya TB bisa dihilangkan. Sebagai bagian dari masyarakat, sudah merupakan tgas kita untuk menyemangati TB aktif agar mereka menuntaskan pengobatannya.
Karena TB laten pada anak tidak menular, maka ia tak perlu dijauhi sehingga bisa beraktivitas dengan teman-temannya.

Langkah pengobatan
Pengobatan TB pada anak terdiri dari:
1. Terapi (pengobatan) yang diberikan kepada anak yang sakit TB.
2.  Profilaksis (pengobatan pencegahan) diberikan kepada anak yang kontak erat dengan pasien TB menular atau anak yang terinfeksi TB tanpa sakit TB.

Tiga hal penting dalam pengobatan TB pada anak:
1.  Pengobatan dengan kombinasi 3-4 jenis obat TB.
2. Pengobatan TB berlangsung selama 6-12 bulan, tergantung dari tingkat infeksi bakteri TB.
3. Kunci keberhasilan pengobatan TB adalah kepatuhan dan keteraturan dalam meminum obat.

TOSS TB
Slogan gerakan pengentasan TB adalah TOSS yang bermakna Temukan TB Obati Sampai Sambuh. Mari kita semua bersatu dan TOSS agar target pemerintah mengentaskan TB di Indonesia dapat terwujud.

TOSS TB para Emak Blogger

You Might Also Like

12 comments

  1. aku pernah TB sekitar sepuluh tahun yang laluuu, akibat kerja di ruangan dengan aliran udara terbatas... selama rutin minum obat teratur min. 6 bulan, pasti sembuh. semoga ga ada yang kayak aku lagi ya,, tersiksa bangeet TB ituh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bisa sembuh Mbak karena pengobatannya tuntas ya?

      Hapus
  2. Banyak daerah padat dan kumuh di Jakarta, salah satunya di Tanah Tinggi. Selain masalah kesehatan (termasuk TBC), masalah sosial sangat sering terjadi, baik itu berupa tawuran, kesejahteraan penduduk dan sebagainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mas Ris, ga cuma terancam masalah kesehatan juga keamanan dan sosial. Mudah-mudahan ke depannya lebih baik

      Hapus
  3. Terimakasih Mbak, informatif dan membuka pikiran siapapun yang membacanya. Yuks dukung sekitar kita menjalankan pola hidup sehat agar terhindar dari TB, terutama anak anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Teh, penderita TB harus didukung untuk menuntaskan pengobatannya

      Hapus
  4. agak worry juga nih sama penyakit ini. Anak keduaku kalau udah batuk itu sampe sesak nafas gitu. Pernah dibawa ke dokter, katanya bukan TB. Semoga benar bukan TB, soalnya kasian banget kalau ternyata TB mesti minum obat sampe 6 bulan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba kasian kalau anak kecil sakit, semoga bukan TB ya Mba. Semoga si keci bisa sehat2 terus.

      Hapus
  5. Benar-benar harus rutin minum obat nya ya mbak untuk penderita TB

    BalasHapus
  6. Betul Mba supaya benar2 sembuh TBnya

    BalasHapus
  7. Tak kira pak Joko siapa gitu, ternyata cuma akronim

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaa iya supaya lebih mudah diingat makanya dibuat akronim seperti itu

      Hapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images