Nenek dan Bunda Kompak Tegas, Ciptakan Sikap Disiplin Si Kecil

22.28


Sebagai blogger baru saya cenderung begitu bersemangat ikut dan gabung berbagai komunitas blogger. Saya begitu haus ilmu dunia blogger, semua yang tentunya saya bisa ingin saya ikuti. Ketika mampir di facebook Kumpulan Emak-emak Blogger saya melihat collaborative blogging. Wah baru lagi nih, dengan penuh keyakinan meski begitu awam, saya pun mendaftarkan diri untuk ikutan. Kelompok yang menampung saya bernama Siti Nurbaya (seperti novel terkenal karya Marah Rusli) yang diketuai Mak Ucig.



Ini tantangan baru buat saya, tapi sekali lagi saya bersemangat. Di tengah menyiapkan aneka tulisan untuk blogpost rutin (dalam rangka mengejar target naiknya DA hehehe) juga tulisan-tulisan lain untuk lomba blog, saya belajar menulis untuk collaborative writing ini.


Mak Myra Anastasya menulis post trigger berjudul Tegas Bukan Berarti Kejam, membuat saya ingin mengulas sedikit tentang ketegasan seorang ibu dan output-nya pada sikap anak. Tentu ini tantangan besar mengingat saya belum menikah, belum punya anak jadi saya menulis pengalaman saya sebagai guru tentang sikap tegas Bunda ternyata adalah kunci utama pembentukan sikap disiplin anak.



Di awal karir sebagai tenaga pendidik, saya pernah mengajar TK selama satu tahu. Pengalaman menjadi guru TK itulah yang membuat saya yakin bahwa sikap seorang siswa di sekolah merupakan cermin pola pengasuhan di rumah.


 dua siswa Pre-Kindergarten yang lucu

Lucu-lucu yaa

Tahun pertama saya bekerja sebagai guru TK di kelas Pre Kindergarten dengan siswa usia tiga tahun sebanyak enam orang. Salah satu siswa saya kala itu, menangis meraung-raung setiap kelas akan dimulai. Ibunya begitu percaya menyerahkan si kecil pada kami (saya dan partner) gurunya, namun tidak dengan sang Nenek. Begitu ia melihat cucunya menangis, serta merta beliau akan berlari menghambur ke dalam kelas dan memeluk cucunya dengan erat. Kejadian tersebut terus berulang setiap hari hingga hampir sebulan lamanya, kami tidak bisa lagi membolehkan karena target kami sebagai guru Pre-K salah satunya adalah membuat anak mandiri di kelas. Perlahan kami ajak Nenek untuk diskusi hingga akhirnya beliau mau memahami (meski berat hati) karena kami tegaskan bahwa ini demi kebaikan si kecil selama di sekolah.



Pic source: www.dreamstime.com
Tidak kompaknya pola asuh antara Nenek dan Bunda ini memang bukan masalah baru. Sering saya mendengar teman-teman mengeluh karena anaknya terlalu dimanjakan Nenek hingga beberapa peraturan yang dibuat Bunda jadi “mentah” lagi. Contohnya teman saya melarang anaknya makan permen terlalu banyak, ketika ia pulang kerja mendapati anaknya sedang asyik makan permen dan beberapa bungkus permen bertebaran di sekelilingnya. Si kecil hanya senyum menjawab pertanyaan Bundanya, “Kan aku dikasih Nenek, kata Nenek engga apa-apa makan permen.” Kalau Emaks berada di posisi seperti ini pasti gemas tapi tidak tahu harus berbuat apa.

Nah Maks, Jika memang memiliki masalah seperti di atas mungkin ini saatnya mencoba tips berikut agar Emaks bisa tegas pada si kecil agar karakter disiplin dapat terbentuk sejak dini.

Berikut saran dari Susan Stiffelman, seorang psikolog dalam bukunya yang berjudul “Parenting Without Power Struggles“ tentang beberapa hal yang bisa Emak lakukan agar anak tidak  dimanjakan kakek dan neneknya, sehingga ketegasan Emak pun dapat diterima anak tanpa merasa tidak disayangi.

pic source: www.dreamstime.com
1. Diskusikan dengan orangtua soal apa yang memang Emak harapkan dan inginkan. Kalau memang perlu, bahas dengan detail segala sesuatunya. Misalnya saja, kapan anak harus tidur, mengerjakan PR, bermain, dan lain-lain.

2. Buat orangtua paham kalau mereka mendapat izin Emak untuk bertindak tegas pada anak-anak jika memang dibutuhkan. Ketegasan ini perlu dikatakan, karena kakek dan nenek kerap terlalu baik pada cucu-cucunya. Katakan pada orangtua, mereka boleh bersikap lembut dan baik pada anak-anak, saat Emak ada juga di sana. Tapi kalau Emak sedang bekerja atau tidak ada, minta mereka untuk jangan terlalu memanjakan.


pic source: www.dreamstime.com
3. Realistis. Emak harus paham kalau kakek dan nenek merasa punya hubungan istimewa dengan cucunya. Mereka senang memanjakan dan mengizinkan anak melakukan hal yang tidak perbolehkan. Sang kakek dan nenek menganggap itu sebagai bagian dari bersenang-senang. Jadi cobalah bicara dengan orangtua untuk mencari solusi bagaimana agar mereka bisa lebih tidak mudah menyerah saat menghadapi anak-anak.

disarikan dari sumber berikut ini

Semoga tipsnya berguna ya Mak.  Sampai bertemu di artikel saya yang lain. 

You Might Also Like

33 comments

  1. Maak.. makasih. Ini guna buat komunikasi sama nenek kakek ya. Aku nih, Pak suami yg kadang lost gitu aja haha semua boleh dimakan. Anak2 harus bahagia. Yayaaaa. .
    jadi guru itu mulia banget^^

    BalasHapus
  2. Waaah tugas mulia dan hebat jadi guru. Apalagi TK. Kebayang sudah gimana pasti rempong tapi geli hehehe...

    Aku paling setuju poin realistis. Karena yang sering aku denger, dapet cucu itu rasa bahagianya kayak dapat anak. Nah, awalnya aku juga kurang bisa sepaham sama aturan orang tua sendiri maupun orang tua. Tapi itu dulu waktu aku masih suka memendam karena takut menyinggung perasaan. Sekarang mah udah enak udah deket juga soalnya. Jadi kompak deh. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah senangnya kalau bisa kompak untuk mendidik si kecil

      Hapus
  3. Beberapa minggu terakhir ini anakku sering banget merengek minta ke rumah Opanya (ortu pak suami) . Hmmm, jangan-jangan kalau di sana dia dimanja-manja banget nih. Beda kalau di rumah sama nenek (ibu saya) gak dimanjain. Hahahahaaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak-anak yg lucu emang bikin lumer hati kakek nenek jadi memanjakan ya Mba

      Hapus
  4. Diskusi ini gak berhasil di kasus aku mak. Alasan mertua anak masih kecil belum ngerti. Huhuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ga berhasil yaa, semoga segera ada jalan lain ya Mba bia Mama dan Nenek bisa kompak

      Hapus
  5. Setuju sama tips-tipsnya :)
    Dalam pengasuhan anak, nenek dan orangtua harus kompak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak, ini juga akan aku terapkan nanti jika punya anak

      Hapus
  6. Sangat realustis ya kita mencoba memahami sikap kakek dan nenek . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, supaya ada sinergi dalam mendidik si kecil

      Hapus
  7. Aku tinggal dan dibesarkan sama Nenek, so far nggak pernah dimanja bahkan diajarkan buat berusaha terus-terusan supaya mendapatkan sesuatu yang kita mau.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba, punten saya ga tahu kenapa komentarnya terhapus. mohon maaf mungkin tidak disengaja oleh ponakan yang kebetulan merebut ponsel pas saya buka blog. maaf ya Mba

      Hapus
  9. Akuu, salah satu anak yg diurus kakek nenek, yang selalu dimanja tapi didikan tegas militer kompak sama Mama yg waktu itu bekerja. Alhamdulillah, berasa banget didikan belio sampe sekarang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau nenek dan kakek ga memanjakan cucunya ya Mba

      Hapus
  10. Baca tipsnya jadi terenyuh. Dan jadi ilmu baru nih ke saya di suatu hari nanti buat dipraktekkan.

    BalasHapus
  11. Perlu kesepakatan nenek dan ibu, agar sama bersikap menghadapi si kecil.
    Jangan sampai ibunya bilang "tidak", neneknya "iya"

    BalasHapus
  12. Kakek nenek terkadang jd racun buat cucunya :p

    kalau ga pintar pintar komunikasi hubungan kakek nenek dengan orangtua anak bisa renggang lho!

    BalasHapus
  13. Betul, memang harus kompak sama ortu di rumah tentang pengasuhan anak

    BalasHapus
  14. Bertumbuh dengan lebih baik... kompakpenting ya mbak...

    BalasHapus
  15. Wuihh..
    Salfok sama foto jadulnya bu guru.. 😱😱😱

    BalasHapus
  16. Makasih tipsnya sangat bermanfaat buat aku, kadang aku ngelarang anak main gedget tapi nenek nya malah kasih dengan alasan biar anteng

    BalasHapus
  17. Aq jg sering berselisih paham sm mama atau ibu mertua soal pengasuhan anak, tp selama ini sih aq ambil yg baik dan cocok aja saran dr mereka yah kalo gak cocok dan krg baik menurut aq, langsung aq omong dg baik2 biar gak jadi yg sok tahu dan mrk jg kl kita kasih pengertian baik2 msh mau terima dg perbedaan pola asuh dr mereka

    BalasHapus
  18. wow tegas bukan berarti marah ya kak

    BalasHapus
  19. Nice tips kak! Thank you for sharing, bermanfaat banget :D

    BalasHapus
  20. Kalau nenek dan ibu kompak, pengasuhan bakalan aman ya. :)

    BalasHapus
  21. Thanks looot tipsnya kakaa
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  22. alhamdulillah punya mamah yg support dengan cara pengasuhan-ku ke anak, soale aku niru banget dengan gaya mamah yg sangat open minded + tegas tapi lembut

    BalasHapus
  23. Yg penting semua harus satu suara biar anak ga labil lalu jd caper deh hehe

    BalasHapus
  24. Nah iya nih kadang aku merasakan suka gak kompak sama mamahku dalam menghadapi si kecil dan menurut survey biasanya nenek itu selalu mengabulkan apa permintaan cucunya. Kalau dari aku enggak ternyata sama neneknya boleh, disitu aku merasa gagal hahahahahaaa

    BalasHapus
  25. Sewaktu anak pertama saya mengalami nih, pola asuh saya ke anak jdi berantakan kena pola asuh neneknya hiks. Tapi bersyukur itu tidak berlaku ke anak kedua :)

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images