Ngaca pada film Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi

17.43






It Was Started from Here
Dahulu orang tua sering berpesan bahwa tidak baik berkaca sering-sering, kita seolah meniru perilaku Narcissus yang gemar bercermin di air dan jatuh cinta pada dirinya sendiri. Namun ngaca yang seperti ini sepertinya boleh sering dilakukan.


Sepulang umrah awal Januari 2018, saya berniat harus lebih rajin mengikuti kajian. Seperti biasa, ada saja alasan yang membuat saya batal ikut kajian. Hingga saya terima informasi tentang ngaca ini. Yup, ini bukan ­ngaca sembarang ngaca tapi ini adalah Ngaji on Cinema.

Saya langsung tertarik dan menghubungi teman di grup Jelajah Masjid Backpacker Jakarta yang menyebarkan informasi ini. Dengan membayar Rp 40.000 saja kita bisa menonton film Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi dan goodie bag.



Belum pernah saya mendengar ada kegiatan mengaji di dalam bioskop, ini benar-benar terobosan baru yang pastinya menarik.

Ngaca for The First Time
Pukul sepuluh lebih, saya tiba di bioskop Blok M Square, segera saya registrasi ulang dan menerima goodie bag serta kertas kecil bertuliskan Juz 5, berarti saya harus membaca Alqur’an sesuai juz yang diminta.
 
Meja registrasi
goodie bag
Setelah mendokumentasikan beberapa banner yang menarik, saya segera memasuki ruangan bioskop dan duduk sesuai nomor kursi yang tertera di tiket. Segera saya membuka Al Qur’an kecil yang saya bawa dan membacanya. Seluruh peserta one day one juz yang memenuhi ruangan cinema nampak khusyuk membaca ayat-ayat suci. Saya terenyuh, ternyata mengaji pun bisa dilakukan di mana saja.

Peserta One Day One Juz Ngaji on Cinema

Saya harus baca juz 5

Sambutan dari pihak One Day One Juz
Lunch Break
Tak terasa adzan dzuhur pun berkumandang, saya bertemu dengan Irma, Epi dan Esti, teman-teman dari grup Jelajah Masjid backpacker Jakarta. Kami berjanji untuk makan siang bareng. Setelah lihat kiri-kanan, pilihan kami akhirnya jatuh ke KFC. Hari itu kami mencoba menu ayam saus telur asin.

Sedikit review tentang ayam telur asin, ayamnya sih tetap enak ya, maklum jagonya ayam (ini bukan promosi lho). Tapi menurut saya saus telur asinnya gagal (ups, sorry) karena rasa masir dari kuning telur asinnya tidak muncul. Saya beberapa kali masak ikan, udang atau ayam dengan saus telur asin, rasa masir telur asin itu yang dicari.

Selesai makan, kami naik ke lantai tujuh untuk sholat dzuhur dan begitu selesai segera kembali ke bioskop karena film akan diputar.

Lets Watch
Film berjudul Bunda, Cinta Dua Kodi ini diadaptasi novel yang berjudul sama karya seorang novelis islami, bunda Asma Nadia.

Bercerita tentang perjuangan seorang wanita membangun bisnis busana muslim, membesarkan kedua anaknya, menopang ekonomi keluarga serta problematika kisah cinta dengan suaminya ditampilkan secara apik di film ini. Kisah dibuka dengan pertemuan Tika (Acha Septriasa) dengan lelaki yang kelak menjadi suaminya yang diperankan oleh Ario Bayu.

Lima belas menit pertama film Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi ini sudah membuat saya sesak dan nyaris menangis (iya, iya saya memang lebay) karena kondisi Tika yang tengah hamil tua harus ditinggalkan oleh suaminya. Sang suami meninggalkan Tika bukan karena mengejar karir sebagai arkeolog namun demi memenuhi keinginan ibunya menikahi gadis pilihan sang Ibu. What? Laki-laki macam apa? Pasti gitu kan mikirnya? saya juga.

Film pun berlanjut dengan sang suami kembali ke rumah dan Tika memaafkan. Tika pun memulai bisnis busana muslim anak dengan skala kecil sampai akhirnya diberikan kesempatan oleh bosnya yang diperankan oleh Wulan Guritno. Merk busana muslim milik Tika adalah keke, karena suaminya berkata Tika itu keukeuh alias keras kepala dalam artian positif karena menerima pesanan busana muslim dalam jumlah banyak dengan waktu pengerjaan singkat.

Sayangnya keberhasilan Tika mengelola bisnis malah membuatnya bersikap tidak bijak pada anak-anak dan suaminya. Namun keluarga kecil ini mampu melewati masalah mereka dan cerita pun berakhir bahagia.

Saat film usai, semua peserta ngaca hari ini dipanggil untuk berfoto bersama di lobby bioskop. benar-benar pengalaman pertama yang penuh manfaat. Selain sarat nilai moral di film ini saya belajar cara ber-makeup untuk wanita berhijab serta tutorial makeup natural hijab secara tidak langsung lewat tokoh Bunda yang diperankan Acha Septriasa.

saya menghabiskan sore itu sambil merenung di sebuah kedai kopi tak jauh dari bioskop dan masih berada di kawasan Blok M. Semoga saya bisa ikut lagi acara-acara seperti ini.



You Might Also Like

22 comments

  1. Keren ya programnya. Ini masih Under ODOJ tidak sih?

    BalasHapus
  2. Kemasan acaranya keren yah, Kak? Ga melulu hura2 tapi ada ibadahnya juga 😊

    BalasHapus
  3. Selain film nya yang bagus, program ngaca nya juga menarik dan sepertinya menambah keinginan untuk bergabung dalam acara serupa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga acara keagamaan yang santai namun sarat akan nilai2 religius semakin banyak ya Kak

      Hapus
  4. Saya jadi ingat waktu dulu, setelah app Al Quran digital berhasil saya install in my phone. Bisa baca di mana aja. Termasuk sedang antri ATM. Entah emang rajin apa karena depresi jg gak tau. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh hebat banget Kak, hpnua jadi berfaedah dengan install Alqur'an

      Hapus
  5. Sedikit koreksi, suami Tika itu profesinya Geolog, bukan Arkeolog.
    Mirip-mirip dikit sih asal jangan diketik monolog saja.😂

    BalasHapus
  6. Kalau saya lebih sering SOPA ( Sleep On Cinema ) alias ketiduran pas filmnya mulai ����

    BalasHapus
  7. Subhanallah! Ada gerakan NgaCa di bioskop ini membuat aku merinding. Semoga bisa terus istiqomah yah..

    Kalau sudi mampir review versi aku tentang film ini, bisa baca disini:
    http://www.blogger-eksis.my.id/2018/02/pertaruhan-kehidupan-keluarga-atas-nama.html

    BalasHapus
  8. Kalau ga salah sih masuk programnya Bang

    BalasHapus
  9. Waahh terima kasih koreksinya, iya pas nulis aku agak2 lupa kalau suaminya itu geolog atau arkeolog.

    BalasHapus
  10. Waahh pernah nulis reviewmya juga. Thanks ya Med

    BalasHapus
  11. MasyaAllah,.. keren banget ini Kak!

    BalasHapus
  12. wah seru ya, asyik banget nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget Kak. Pengalaman baru yang Insya Allah berfaedah

      Hapus
  13. kok gak kebagian nih tiketnya

    BalasHapus
  14. Emberan mbak..
    Saus telor asinnya kapeceh gagal pisan.. 😥

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images