Nonton Princess Pantura: Cara Manis anak PASMA 54 reuni

21.52


Mendengar kata Pantura pasti yang terbayang oleh kita adalah kawasan pantai dan kota kecil sepanjang jalur pantai utara pulau jawa yang terkenal dengan goyangannya. Mungkin ini yang mengilhami Agus Noor menyutradarai sebuah pementasan berjudul Princess Pantura.


Kebetulan saya diajak teman untuk menonton pagelaran teater ini. Malam itu saya menonton dengan Dolly, Nunik dan Ardiana.  Kami mendapat posisi duduk yang cukup strategis.




Pentas Dimulai
Panggung dibuka dengan suguhan lagu dangdut yang dibawakan oleh JKT 48, wah kejutan baru nih. Kehadiran Cak Lontong dengan motor Harley Davidson dan Akbar. Seperti biasa kehadiran duet Cak Lontong dan Akbar selalu memancing tawa penonton. Lalu muncullah Arie Keriting dan komplotannya yang berseteru dengan Cak Lontong.

Cak Lontong dan Akbar

Sementara itu di desa, ada serombongan dangdut keliling yang menghibur rakyat.  Rombongan dangdut ini dipimpin seorang lelaki paruh baya yang dipanggil Pakde. Rombongan Pakde ini katanya bisa membawa seorang penyanyi dangdut hingga sukses contohnya Sruti. Karena itu rombongan Pakde sangat dinantikan warga desa.

Rombongan Dangdut dorong yang dipimpin Pakde


Setiap mereka datang seluruh masyarakat senang, mereka melupakan masalah hidup sejenak dan asyik berjoget dangdut bersama. Ada sosok yang tampil mencolok sebagai rakyat, ia berperan sebagai pemilik warteg Bahari Jaya. Sosok tersebut tak asing, setiap Mucle memanggil namanya “Inaayah” seketika saya teringat. Ia adalah Inaayah, putri bungsu presiden RI keempat Gusdur. Salut saya pada Inaayah yang santai saja berekspresi dalam dunia seni tanpa membawa embel-embel “Putri Gusdur”.

Inaayah pemilik warteg berdiri di sebelah kiri memakai baju ungu
Cerita pun berlanjut dengan kedatanganan Sruti yang sudah menjadi artis terkenal mengunjungi Pakde. Ya sebelum terkenal, Sruti adalah bagian rombongan dangdut Pakde. Pakde pun meminta Sruti membantu mengorbitkan putrinya Silir yang langsung ditolak oleh Sruti. Sruti tidak mau membantu Silir menjadi biduan dangdut tenar meski Pakde mengatakan Silir berbakat sekaligus mengingatkan jasanya mengasah bakat Sruti hingga ia bisa menjadi artis seperti sekarang. 

Silir berduet dengan rekannya Sruti

Sruti sang biduan daangdut
Sindiran politik pun mewarnai pentas ini lewat tokoh Bos yang diperankan oleh komedian kawakan Tarsan. Pak Tarsan yang akan mengikuti pemilihan pemimpin daerah pun memberi sponsor diadakannya acara Princess Pantura Idol. Seluruh masyarakat pun gembira berpartisipasi menjadi peserta Princess Pantura Idol.

JKT 48




Agus Noor menggarap drama ini dengan begitu apik. Dangdut merupakan kesenian yang identik dengan rakyat Indonesia. Dari nama lakonnya saja sudah menarik membuat kita tergerak menonton.


Kumpul-Kumpul Sehabis Nonton


Kami meninggalkan komplek Taman Ismail Marzuki hampir tengah malam dan berjalan menuju tenda-tenda makanan di sepanjang jalan Cikini. Malam memang telah larut namun geliat Cikini seolah tak pernah tidur.

Duduk di tenda Indomie rebus, kami ngobrol tentang masa-masa aktif di PASMA 54. Meski telah berlalu belasan tahun, mungkin sudah dua puluh tahunan bagi Nunik dan Dolly hihihii … tapi masa-masa di PASMA 54 memang menjadi kenangan paling indah sewaktu SMA dulu. Kami pun pulang saat malam menjelang dini hari dan janji bahwa kumpul-kumpul seperti ini harus lebih sering lagi.




Baca Juga:


You Might Also Like

30 comments

  1. Keren ya kak Yun. Lebih elegan seperti drama musikal gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, ga pernah absen nonton pentas yang disutradarai Agus Noor

      Hapus
  2. Gw jadi ngebayangin JKT 48 nyanyi dangdut wkwkwk, ceritanya keren Mba. Kapan-kapan ajak lah kalau ada pentas teater di TIM hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus koq, jogednya juga oke meski lebih ala Korea dibanding joget dangdut

      Hapus
  3. Mas Agus memang selalu totalitas dlm berkarya. Kabarnya beliau sampai riset ke kehidupan para artis dangdut dan mrnfengarkan lagu-lagunya. Hasilnya ... an absolute paid off

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener banget, next show kita nonton bareng yukk

      Hapus
    2. Yuk! Biasanya September/Oktober bersama Djarum Foundation

      Hapus
  4. Wah ada Cak Lontong. Pasti bikin ngakak terus nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngakak buanget, sampe sakit perut ada Arie Keriting plus Mucle juga

      Hapus
  5. Seru banget ya mbak Yun... Pentas drama yang unik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unik, lucu dan ada kritik sosialnya juga teh

      Hapus
  6. Seru banget ya mbak Yun... Pentas drama yang unik...

    BalasHapus
  7. Seru banget ya mbak Yun... Pentas drama yang unik...

    BalasHapus
  8. Seru banget ya mbak Yun... Pentas drama yang unik...

    BalasHapus
  9. Sampe sekarang belum kesampaian nonton di Taman Ismail Marzuki euuiii! Wajib diagendakan iniiii. Bisa liat jadwal pementasannya dimana ya mb?

    www(dot)innaistantina(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh harus coba nonton di teater yang bar. Besar dan modern. Bisa langsung ke official web-nya Taman Ismail Marzuki, Kak

      Hapus
  10. Meriah sekali mba, andai di semarang ada theater macam itu, ramai pasti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu aku teater kampus di tiap kota itu rame Kak, mungkin kurang di promosi acara aja ya jadi banyak yang belum tahu

      Hapus
  11. wah dari dulu pengen ke theater blm kesampean :V

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Kak nonton theater,pasti ada saja insight yang kita peroleh dari sebuah pertunjujan drama/teater

      Hapus
  12. Wah terima kasih mbak ini postingan yang menjawab penasaran saya akan teather ini kebetulan saya suka sekali cerpen dan bukunya agus noor tapi belum berkesempatan nonton theaternya dan juga saya suka jkt48 apalagi ini mereka main theather drama meskipun dari tulisan dan video dari blog ini sudah lumayan puas terima kasih mbak yunita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih semoga bisa menyaksikan karya Agus Noor yang selanjutnya

      Hapus
  13. Waduh.... JKT48 astaga, seharusnya ngajakin aku juga itu mbak, ih jadi pengen nonton juga. Oh iya, kayaknya pentasnya seru nih.

    Dan memori yang diciptakan juga menarik sepertinya, habis pentas ngobrol bareng di warung mie :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhahaa yup bertahun-tahun ga ketemu yang diobrolin masih tetap sama

      Hapus
  14. Wah cara reuni yang asyik nih. Nonton teater yang lucu dan seru. Jadi pengiinn.. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mba, pertemuan kembali setalah belasan tahun lamanya

      Hapus
  15. Pasma? Jadi inget sama kusuma lembah wanayasa..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiissh Reski Mulan, Pasma angkatan 2. Hayu lah ikut kumpul2

      Hapus
  16. Ada JKT juga, jadi iri. Apalagi pestanya semeriah itu, pasti reuninya seru banget~

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohh fans JKT 48 ya Kak? waah bisa tambah ngefans kalau liat pementasan ini karena mereka nyanyi dangdut. spesial banget kan? penampilan yang berbeda dari biasanya.

      Hapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images