Piknik Para Penyair

22.07


Komunitas Melodius Aksara
Komunitas Melodius Aksara adalah komunitas pencinta puisi yang didirikan oleh A.W Effendi serta beberapa penyair yang tersebar di beberapa daerah Indonesia. Para founder Komunitas Melodius Aksara awalnya dipertemukan melalui lomba penulisan puisi “Harapan Baru” sebagai sesama kontributor.


Adanya masalah dalam proses penerbitan buku kumpulan puisi Harapan Baru membuat kami mencabut karya dan membentuk sebuah grup untuk membuat kumpulan puisi bersama. Saat itu grup baru  beranggotakan 17 orang. Buku puisi kami bertajuk “Perjalanan, Kopi dan Senja” akhirnya diterbitkan. Inilah cikal bakal hadirnya Komunitas Melodius Aksara.

Aksara 17, cikal bakal berdirinya Melodius Aksara
Musikalisasi Puisi
Perkembangan dunia sastra digital makin hari makin mengagumkan. Puisi pun tampil memukau dengan iringan musik yang kemudian dikenal dengan istilah musikalisasi puisi.

Komunitas Melodius Aksara adalah salah satu komunitas musikalisasi puisi yang mulai dikenal di Instagram dengan akun @melodius_aksara. Salah satu agenda besar Melodius Aksara adalah “Battle Musikalisasi Puisi” yaitu sebuah puisi yang dibuat musikalisasinya oleh dua orang dan dinilai mana yang lebih bagus.




Buku kumpulan puisi saya yang berjudul “Di Beranda Rumahku” dijadikan materi untuk Battle Musikalisasi Puisi yang kedua. Sepuluh puisi pilihan dijadikan musikalisasi, bahkan saya sendiri juga membuatnya.






Taman Mini dan Romansanya
Sudah hampir setahun Melodius Aksara berdiri dan beberapa founder Melodius Aksara yang tinggal di Jabodetabek bersepakat untuk bertemu. Ada Lydia, Vinta dan Rizki. Setelah rembukan di group whatsapp, kami memutuskan untuk bertemu di Taman Mini.

Kami duduk-duduk santai dekat danau. Obrolan pun tak jauh dari proses penulisan dan menerbitkan buku (berfaedah banget kan?). Semilir angin membuat suasana makan siang kami makin sejuk.

duduk santai di danau Archipelago TMII

Ki-ka: @authorizki, @Vintania, @Lydia

Dari danau kami jalan menuju rumah-rumah daerah yang rutenya menuju pintu 1. Sayangnya Rizki Oktisah penulis yang kesehariannya bekerja sebagai bidan ini tak bisa berlama-lama di Taman Mini karena ia harus segera kembali ke Cikarang. Lydia, Vinta dan saya masih lanjut keliling-keliling.


Sayangnya beberapa museum di Taman Mini sudah tutup dan kami terpaksa harus berpuas hati hanya berfoto di Museum Olahraga dan Keong Emas.



Till We Meet Again Girls
Akhirnya senja yang memisahkan kami. Dari pertemuan itu kami masih aktif ngobrol dan merencanakan traveling bareng. semoga segera terwujud mengingat kesibukan masing-masing yang agak susah mencari waktu yang cocok. Senang sekali saya bisa bertemu gadis-gadis cantik nan romantis ini, semoga kita bisa segera bertemu lagi.

Baca juga:
Buku-buku saya yang sudah terbit

You Might Also Like

23 comments

  1. Wah mba suka puisi ya sampai ada bukunya juga. Kalau saya terakhit nulis puisi itu waktu smp. Sekarang kalau di suruh nulis puisi, udah ga bisa lagi hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, saya sudah punya sepuluh buku antologi puisi ditulis ramai2 ada juga yg ditulos sendiri

      Hapus
  2. Wah asyiknya piknik ke TMII. Harus nih kesana kalau pas ke Jakarta. Dulu sih pernah kerja di Jakarta tepatnya Tangerang cuma belum eksplor ke TMII. Terlalu jauh ya kayaknya karena dari Tangerang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya sekarang sudah ada Trans Jakarta atau Commuter Line terdekat dari Tangerang ke TMII Mba. Itu temenku dari Cikarang loh hehehe

      Hapus
  3. Keren kakak aktif dengan musikalisasi puisi. Daku kepingin banget buat puisi, tapi susah gimana gitu, hehehe. Semoga rencananya bersama teman-teman terwujud yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehhee yuuk belajar nulis puisi Mba. Amiin, mba Feni mau ikutan traveling bareng?

      Hapus
  4. Aku gak ngerti puisi. Salut sama yang pada bisa berpuisi gitu.

    Well, seru kayaknya pikniknya. Have fun ya, moga manfaat dan tambah kompak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Piknik sambil ngobrolin semangat nulis, semangat menerbitkan buku jarang2 terjadi hehehe

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Mau dong ikut join komunitasnya, aku pernah satu antologi puisi sama AW Effendi berjudul sajak rindu 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mba, follow aja IG Melodius aksara, ikutan forum literasi MelodiUs Aksara, banyak share pengetahuan menulis dan sekitarnya di forum itu

      Hapus
  7. Saya juga suka puisi Mbak. Pernah bikin antologi puisi juga bareng teman-teman FB. Namun, akhir-akhir ini sudah jarang nulis puisi. Pingin ditekuni lagi ah..Mau dong gabung komunitasnya, biar semangat nulis lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah ayo Mba gabung ke Melodius Aksara, kita sering bikin lomba cipta puisi

      Hapus
  8. Saya tuh kurang suka puisi. Tapi kalau dah dipakaikan musik (musikalitas puisi). Saya jadi suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Feelnya lebih dapet yaa Mba kalau pakai musik

      Hapus
  9. Seru banget piknik sama teman2 yang punya hobi sama. Biasanya bakal muncul ide2 mau bikin kolaborasi atau project apa gtu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, jadi banyak ide-ide baru karena piknik itu

      Hapus
  10. Sudah lama saya gak nulis puisi.
    Asik ya mbak merencanakan piknik bersama teman2, bisa seru2an, saling bertukar fikiran juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, seru banget duduk santai di pinggir danau

      Hapus
  11. Yang jilbab biru, motif jilbabnya unik. Kaya durian hehehe...
    Obrolan penulis umumnya bermuara ke buku juga. Sudah bisa diduga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciyee Mas Rist, kerudung duren itu namanya Vinta ehhehhe

      Hapus
  12. Sharing pengalaman Dulu waktu sma saya pernah ikut lomba musikalisasi puisi di Mesjid IstiQlal bertajuk seni dan agama. Bermusik dan berpuisi merupakan kreatifitas yang memiliki sense of value. art dan words. Semoga tercapai segala cita cita. Mimpi dan harapan. Selama masih belia. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk tetap productive

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images