Yakin, Masih Mau Boros? Investasi Yuk!

22.05


Kesibukan kerja ditambah aktivitas baru nge-blog kadang membuat saya hanya mempunyai sedikit waktu untuk ngobrol dengan orang tua. Namun sesibuk apapun itu saya selalu berusaha untuk ngobrol walau hanya sebentar. Malam itu obrolan kami tentang investasi, Ibu saya bertanya apa investasi yang saya punya. Maklum saja usia saya sudah di atas tiga puluh, sudah mapan secara finansial dan pekerjaan.


Sambil bercanda saya bilang ke Ibu kalau hampir sebagian besar investasi saya adalah cap-cap di paspor. Tapi terus terang pembicaraan ini jadi pikiran besar karena hingga saat ini saya belum punya sesuatu yang dikategorikan investasi.

Baca Juga: Mom your wish is my command 

Bagai gayung bersambut, saya melihat di grup facebook Kumpulan Emak Blogger tentang adanya acara Sharing Session “Langkah Cerdas Berinvestasi Untuk Wujudkan Impian”. Saya pun mendaftar untuk ikut acara ini.

Mengapa Harus Berinvestasi?
Bertempat di Liberica Café Sumarecon Mall Bekasi, Kumpulan Emak Blogger bekerja sama dengan Bank Danamon menggelar sharing session tentang investasi dan perencanaan keuangan. Budi Raharjo, Direktur dan Senior Partner Oneshildt Financial Planing hadir sebagai narasumber yang mumpuni sore itu.

Bapak Budi Raharjo
Ada delapan alasan mengapa kita harus berinvestasi sesegera mungkin. yaitu:
1.   Perubahan cara mengelola keuangan
2.   Inflasi
3.   Demografi
4.   Mandiri Finansial
5.   Gaya Hidup
6.   Resiko Ekonomi
7.   Resiko Kehidupan
8.   Teknologi



Saya sadar sekali bahwa hampir sebagian besar penghasilan itu habis di gaya hidup. Kumpul dengan teman-teman komunitas di kafe-kafe tertentu, nonton, karaoke, jalan-jalan adalah post terbesar yang cukup menggerogoti penghasilan saya. Duh, saya harus berubah nih. Saya harus benar-benar menerapkan perencanaan keuangan dengan baik.




Menurut Budi Raharjo bahwa Financial Habbit bagus akan menjadi “orang kaya” jika Financial Habit buruk ia “terlihat kaya”. Tentu saya ingin menjadi “orang kaya” dalam artian saya tidak ingin hasil kerja saya bertahun-tahun tidak berwujud apapun.

Suasana Sharing Session
Bedanya Butuh, Penting dan Ingin
Penting, butuh dan ingin itu berbeda. Penting berarti harus, butuh seperlunya saja, sementara ingin hanya untuk hiburan tidak harus diutamakan. Nah jangan-jangan selama ini kita (atau saya sih ini) lebih mengutamakan “ingin” daripada “penting”.


Sebagai evaluasi ada baiknya kita melakukan pencatatan keuangan atau pengeluaran. Pentingnya mencatat keuangan agar kita bisa mengevaluasi pengeluaran selama ini. lebih banyak untuk keperluan atau keinginan. Pencatatan ini dapat dibuat sesuai format yang kita suka, bagi yang serius dan simple mungkin suka dengan excel, tapi buat yang nyeleneh  seperti saya pasti sukanya dalam bentuk grafis yang lucu.


Menabung = Investasi
Salah satu bentuk investasi paling mudah adalah menabung. Paksakan menabung agar pengeluaran terencana dengan baik. jangan menabung dari sisa uang tiap bulan, tapi biasakan membuat target bulan ini harus menabung berapa baru sisa uang digunakan untuk kebutuhan bulanan.

Impian terbesar saya saat ini adalah membeli rumah sebagai nilai invest. Impian tersebut saya yakin bisa terwujud kalau saya rajin menabung.

Tentu tidak mudah untuk memulai kebiasaan menabung (apalagi orang yang boros seperti saya, hikks). Salah satu trigger agar kita mau “dipaksa” menabung ialah adanya banyak kemudahan. Bentuk kemudahan salah satunya adalah teknologi, contohnya dengan kesibukan kita terutama di jam kerja membuat agak sulit untuk pergi ke Bank. Tentu akan menyenangkan jika ada tabungan yang memiliki fitur bisa menabung tanpa perlu ke Bank untuk setor uang tunai.

DSave Tabungan Zaman Now yang Serba Mudah dari Danamon
Bank Danamon yang selama ini dikenal sebagai Bank yang memberi kemudahan serta tabungan tanpa potongan (saya punya loh rekening tabungan tanpa potongan) memperkenalkan  D-Save.

D-Save yang digadang-gadang sebagai tabungan zaman now karena semuanya serba mudah, semudah menjentikkan jari dan menyentuh tombol touch screen di ponsel.

Lebih hebatnya lagi penggunaan aplikasi ini dijamin keamanannya. Menurut Eko Fitri sebagai Afilient Product manager Bank Danamon Indonesia keamanan para nasabah baik tabungan ataupun data pribadi sangat dijamin oleh Bank Danamon. Senang yaa menabung tanpa ke bank, bisa pakai ponsel dengan mudah namun tetap aman dan pastinya membuat nyaman.

Eko Fitri dari Bank Danamon
Sesi tanya jawab mengenai rencana keuangan dan D-Save

Banyak sekali keistimewaan dan kemudahan tabungan D-Save Danamon seperti bebas setoran awal, buka rekening lewat aplikasi di ponsel dan kita bisa mengambil uang di atm bersama free charge. Cocok sekali untuk saya dan teman-teman yang sibuk dengan pekerjannya hingga tak sempat ke Bank.

Untuk membantu perencanaan keuangan, ada fitur D-Save yang paling saya suka yaitu pos-pos keuangan hingga 20 amplop dengan nama dan gambar sesuai kebutuhan kita. Misal saya menabung sebesar satu juta, lalu saya bagi menjadi beberapa pos (amplop) untuk pos rumah 750 ribu, pos jalan-jalan 150 ribu, pos pendidikan 150 ribu. Nah fitur ini sangat membantu merencanakan keungan dengan mudah dan nyaman. Tunggu apalagi, mari beralih ke D-Save, saatnya dbank menabung dengan mudah, aman, dan nyaman. 


Booth Bank Danamon di Mall Sumarecon Bekasi
Saatnya DBank

You Might Also Like

36 comments

  1. Aplikasi d-bank banyak membantu y mbak, Aku juga suka sekarang malah pakai Aplikasi ini terus ��
    Thks sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup mba, cocok buat kita yang aktivitasnya tinggi hingga tidak ada waktu ke Bank

      Hapus
  2. Wah baca ini jadi saya brrtanya-tanya juga, saya mau investasi apa ya. Karena usia saya juga 30 tahun. Pas baca ini jadi dapat wawasan juga tntang investasi. Smga sgra bsa saya wujutkan u/ brinvestasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga segera menemukan investasi yang cocoj ya Bun

      Hapus
  3. Sudah sunatullah manusia maunya yang gampang gampang apalagi kalau bisa diaplikasikan dengan gadget yang kita punya, bisa jadi hemat ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba, hemat waktu, hemat biaya dan tenaga. Kalau ada yg mudah kenapa kita harus repot?

      Hapus
  4. Saya juga sedang berjuang untuk bisa belajar menabung.. Selama ini udah semangat diawal, gagal lagi gagal lagi. Masih kurang kuat tekad untuk membiarkan uang tetap tersimpan �� di tabungan. Boleh juga nih tipsnya mbak membagi bagi uang dalam amplop berbeda sesuai keperluan.

    BalasHapus
  5. Wah keren nih bank jaman now...gak ribet kayak dulu ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, di era digital seperti sekarang bank pun turut berinovasi dengan memberi kemudahan pada nasabahnya Kak

      Hapus
  6. Ini nabung di aplikasi ponsel gitu kah mom maksudnya? Atau kita ada investasi lain semacam deposito bank? Kalo saya selama ini investnya di emas sm ternak sapi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nabung di Bank Danamon, tapi kita ga perlu ke bank, semua bisa kita kontrol dari ponsel

      Hapus
  7. Saya termasuk orang yang boros juga dan bolak-balik niat nabung mesti ada aja yang akhirnya bikin tabungan kosong lagi. hiks. Kayaknya mau coba d-bank ini juga deh, siapa tahu bisa membantu saya "memaksakan diri" untuk menabung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya untuk bisa nabung harus maksa ya Kak, kalau engga pasti ada aja excusenya

      Hapus
    2. Nah iya, alasan untuk membenarkan diri buat jajan selalu ada, Mbak... makanya ini niat wis bikin rekening di D-bank, siapa tahu bisa membantu

      Hapus
  8. Alhamdullilah menabung sekarang dengan cara yang mudah yang dapat membantu kita semua mulai memikirkan masa depan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mpo, biar nanti di masa non aktif kita punya investasi

      Hapus
  9. Nah ini nih, berasa banget sama quotenya "it's not salary that make you rich, it's your spending habit". Bener2 harus bisa membedakan mana 'ingin dan butuh' ya mba. Aku jadi penasaran sama D-Save, keren ada aplikasi jurnal keuangannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba jangan sampe kita lebih mendahulukan yang "ingin" padahal tidak "butuh"

      Hapus
  10. Naiya, aku kalau ke bank suka sebel sama kewajiban utk isi form berlembar2. Kalau paperless gini kan asik, cukup di hape, malah gak pake ribet. Laff banget deh DSave ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salag satunya ini ya Kak, ngisi form agak ribet, salag diulang terus sampai benar. Kemarin aja aku mau ambil uang di salah satu bank harus isi form berkali2, karena atm aku diblokir, lebih parahnya karena ga bawa fc ktp ga bisa dong ambil uang. Hiks, dah cape-cape ke Bank-nya juga

      Hapus
  11. Xixixi.. mba udah cap2 paspor saya baru mulai. Telat ya..

    Btw, memang menabung dan bisa mengelola keuangan kita sediri tuh manfaatnya besar bgt. Saya sudah merasakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehhe dari masih SMA saya sudah traveling Mba. Apalagi sudah kerja, hasrat untuk traveling makin dahsyat. Ini juga harus dipikirin, saya itu ingin atau butuh traveling ehehhehe

      Hapus
  12. Wow keren 20 amplop, jdnya emang detail banget gtu ya mbak perencanaannya. Ini buat anggaran A, anggaran B, dll. Selama ini aku msh secara garis besar sih, kyke emang butuh lbh dipisah2 lg.

    Mbak saya msh bingung cara nabungnya kalau tanpa ke bank, jd langsung transfer ke rekenig DSave gtukah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagusnya memang dipisah sesuai fungsi supaya mudah dievaluasi Mba.

      Hapus
  13. Setuju, kebutuhan hidup kadang-kadang gak seberapa. Tapi biaya gaya hidup yang mahal. Bagusnya investasi jadi bagian dari gaya hidup, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inginnya sih investasi jadi gaya hidup Mba, semoga bisa

      Hapus
  14. Transaksi perbankan sekarang sudah digenggaman tangan ya Mba, semakin dipermudah ga repot2 tapi tetap aman..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jaminan keamanan dari Bank Danamon itu yang bikon saya ga ragu coba invest di produk tabungannya

      Hapus
  15. ngebaca artikel ini jadi kayak reminder supaya kita kepikiran bikin financial planning sendiri supaya cita2 kita tercapai.. jadi bekal bagus di masa depan.. apalagi sekarang nabung udah dimudahkan dengan aplikasi yang bisa diakses di smartphone.. keren deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari sama2 belajar Mba, saya juga ingin rapi catatan keuangannya

      Hapus
  16. Ide membagi pengeluaran dengan amplop bagiku masih wacana aja. Actionnya belum hihihi duh terus cek tabunganku apa kabar? Cuma numpang mampir. Kudu dibenahin lgi, nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Mba, yuk sama2 belajar memperbaiki pengeluaran kita tiap bulan dengan catatan yang rapi supaya gampang dievaluasi

      Hapus
  17. Jadi ketampar nih kak. Aku paling banyak pengeluaran itu di gaya hidup. Boros banget nyoba kafe baru.aku mau coba deh untuk nabung pelan pelan.

    BalasHapus
  18. Keselek pas baca frasa bagian "orang kaya" dan "terlihat kaya". Aduh jadi refleksi diri apa jangan-jangan selama ini financial habbitku buruk yaa. Anyway thanks atas info bermanfaatnya ya Miss :D

    BalasHapus
  19. Iya ih aku sehabis ikutan acara ini langsung berfikir sama pengeluarku yang konsumtif banget nih. Sekarang sudah mulai mikir mau investasi walaupun telat tapi mending telat sih daripada tidak sama sekali.

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images