Berwarnanya Sore di Kampung Bekelir Tangerang

23.23




Pukul sepuluh pagi,  matahari mulai tinggi dan bersinar terik di kawasan Pasar Lama Tangerang. Saya bertiga dengan Titi dan Caca duduk berteduh di depan pabrik kecap SH menunggu Derus dan rombongan.


Ini kedua kalinya saya main ke Tangerang,  saat itu pabrik kecap tutup namun kini terbuka lebar.  Ketika rombongan telah lengkap,  kami memasuki bagian sisi pabrik yang menurut bahasa kekinian adalah display room tempat dipajangnya hasil produksi kecap.

Aneka produk kecap SH
Pemilik pabrik kecap SH pun duduk di mejanya siap melayani kami yang tak hanya membeli tapi juga bertanya macam-macam. Setelah selesai membayar kecap-kecap yang dibeli,  perjalanan pun lanjut ke area pasar.

Baca Juga: Tersesat di Masjid Seribu Pintu Tangerang

Rahasia Pasar Lama Tangerang
Saya kebingungan karena Derus mengajak kami melewati los-los pasar yang berjualan sayuran semacam tomat gondol, cabe keriting,  kol gepeng serta kentang mutu ABC (hayoo yang cekikikan pasti pernah dengar siaran harga sayur di RRI,  berarti kita seumuran hehhehe). Perjalanan semakin menuju bagian dalam pasar tempat dijualnya ikan segar,  ayam dan daging. Ini sebenarnya mau ke mana sih,  begitu pikir saya.

Baca juga: Di radio aku dengar

Ternyataaa (dengan logat ala Feny Rose di acara cilet,  eh silet) di balik los sayur dan daging tersembunyi sebuah museum peranakan yang koleksinya lengkap. Sayangnya kami hanya berfoto di pekarangan saja. Dari Museum kami berjalan ke dalam lagi dan terlihatlah sebuah klenteng besar dengan dominasi warna merah menyala. Sudah dua hal mengejutkan yang tersembunyi di balik pasar.

Museum
Klenteng


Dari Klenteng kami berjalan menyusuri gang kecil dan sampai di sebuah masjid yang ternyata sudah berdiri dari tahun 1700-an waahh kejutan ketiga. Siapa sangka di balik pasar tersembunyi bukti otentik kerukunan hidup beragama sejak dulu. Masjid Kalipasir ini sangat unik karena bergaya Arab, Tiongkok dan Eropa.

Dari masjid kami menyusuri jalan sepanjang sungai Cisadane dan menemukan gerbang berwarna merah. Jadi teringat film Ca Bau Kan adegan festival perahu. Gerbang merah ini bernama Toa pekong Air, Prasasti Tangga Jamban. Di seberang sungai Cisadane terdapat banyak grafiti cantik dan juga kafe kopi.







Menelusuri Taman Tematik di Tangerang
Sehabis makan siang,  kami langsung menuju Taman Potret. Taman ini terletak persis di tengah jalan arteri kota Tangerang. Lokasinya tak begitu luas, sebuah patung penari berdiri cantik di tengah-tengah taman.




Baca Juga: Serunya Street Photography

Tepat di seberang Taman Potret terdapat Taman Kunci, akronim dari kupu-kupu dan kelinci. Taman ini cukup luas, sementara yang lain sibuk berkeliling, saya duduk di kursi dan menikmati cuaca yang mendung-mendung teduh.






Langkah kaki kami lanjut menuju taman gajah. Seluruh ornamen taman ini terbuat dari ban bekas, lucu dan unik. Sore yang temaram nampak cantik di sisi sungai Cisadane yang kami susuri.

Warna-warni Kampung Bekelir

Kampung yang disulap penuh warna dan lukisan ini cantik sekali. Barisan payung warna-warni meneduhkan pengunjung saat memasuki area Kampung Bekelir. Setiap rumah di sini dilukis aneka gambar lucu dan unik, dari gambar hewan hingga es krim dan kue.







Warga Kampung Bekelir sangat ramah pada pengunjung. Mereka menunjukkan spot mana saja yang bagus untuk berfoto. Rasanya betah berlama-lama di sana sambil berpose kece, lumayan kan untuk dipamerkan di instagram.




bahkan sampai jalannya juga diwarnai
Kuliner Malam di Pasar Lama.
Acara jalan-jalan kami berakhir di Pasar Lama yang tadi siang kami kunjungi. Pasar Lama di malam hari berubah menjadi kawasan kuliner yang luar biasa luas. Aneke makanan bisa kita dapatkan di sana. Malam itu kami semua makan sate yang legendaris. Sate ayam ini memang benar-benar enak.

Malam bertambah larut, kami harus segera kembali pulang mengingat besok hari senin. Meski sudah dua kali main di Tangerang, rasanya masih saja kurang dan masih ingin explore kawasan Pasar Lama lagi. Sepertinya akan ada main di tangerang bagian ketiga, entah kapan, tunggu saja ya.

Baca Juga:
Kuliner di Cikini
Ke hutan mangrove usai nonton teater

You Might Also Like

120 comments

  1. Sekarang banyak tempat yang disulap dengan warna seperti ini. Tinggal bagaimana nanti mereka menjaga agar tetap bagus dan menarik bagi wisatawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang, yang sulit memang menjaga dan memelihara

      Hapus
  2. WaH tangeraaang makin ok aja, blm pernah ke kampung warna euui

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo Mba ke kampung bekelir, keren2 gambarnya, lucu buat foto2

      Hapus
  3. wih keren, kampunganya berwarna...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren juga gambar2nya, harus coba ke sini Kak

      Hapus
  4. cakep juga kampung bekelir di tangerang ini agak mirip dengan kampung tiga dimensi di depok sih krn arealnya ngak begitu besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah aku malah belum ke kampung 3 dimensi yg di Depok, Kak. Pasti keren

      Hapus
  5. Ternyata di Tanggerang banyak banget tempat-tempat seru buat dikunjungi, ditunggu cerita Tanggerang part 3 nya, kak yun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu sihh ga ikut, banyak tempat lucu loh. Next mau ke sana lagi ah

      Hapus
  6. Wah Mba, saya aja yang tinggal di tangerang selatan, belum pernah ke kampung berkelir tangerang. Malah baru tahu dari tulisan Mba ini hihihi. Maklum baru pindah satu tahun ke sini hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh masa Bun? Ayo Bun ke sana bagus tempatnya

      Hapus
  7. Suka sama kutipan di foto ka Yun. Kopi punya cerita tersendiri, hitam tak selalu kotor dan pahit pun tak selalu sedih. Jadi penasaran sama tulisan Kak Yun mengenai Kopi dan Vietnam. PASTI menarik dan seru. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kopi memang selalu jadi ironi yang menarik ya Kak, aku pun ingin segera menulis kisah Vietnam. Apa daya tulisan lain masih antri untuk dipublikasi. Kapan mau ngopi bareng?

      Hapus
  8. "kol gepeng serta kentang mutu ABC (hayoo yang cekikikan pasti pernah dengar siaran harga sayur di RRI, berarti kita seumuran hehhehe)." Dan saya pun cekikikan membaca ini sekaligus bernostalgia membayangkat berangkat sekolah ditemanis pricelist harga sayur mayur... =)

    Tangerang ini sepertinya hidden germ di Jabodetabek yah, Miss Yun. Aku sudah menempatkan Tangerang sebagai next quick gateway place sejak membaca artikel Miss Yun tentang Tangerang sebelumnya. Semoga bisa direalisasikan secepatnya. Thank you for sharing, Miss Yun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun masih penasaran dengan kawasan Pasar Lama Tangerang itu. Dua kali ke sana saja masih belum puas, yuk Kak ke sana

      Hapus
  9. Jadi pengen jalan-jalan seharian ke Pasar Lama Tangerang. Apalagi ke museum peranakan sama kulinerannya.

    Asli saya ketawa pas baca kentang abc dan lain sebagainya. Eyaampuuuunn, jadul ajah! Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mba, aku aja masih penasaran sama sudut2 tersembunyi di Pasar Lama, ada kejutan apalagi di dalamnya?

      Hapus
  10. Kapan-kapan ajak lagi dong kalo jalan ke tangerang hehehe, penasaran aja kalo tangerang bisa di-explore.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk Day kita bikin explore Tangerang part 3

      Hapus
  11. Tempatnya instagramable yaa mbak lumayan buat photo2 coba di sekitaran jakarta sudah langsung aku datangin tuh tapi bolehlah kapan2 ke sini.. hehe

    BalasHapus
  12. Tempatnya instagramable yaa mbak lumayan buat photo2 coba di sekitaran jakarta sudah langsung aku datangin tuh tapi bolehlah kapan2 ke sini.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya ga terlalu jauh Mba, bisa dijangkau dengan commuter line. Iya memang semua tempat di Kampung Bekelir ini instagramable

      Hapus
  13. Thanks Mba buat infonya, waktu ke malang belom sempet mampir ke kampung warna warni jodipan..
    jadi ini bisa jadi referensi kalo mau yang deket-deket dulu..hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya juga baru tau Kampung Berkelir ini, grafitinya lucu semua

      Hapus
  14. Wah Kampung Berkelir memang kece ya mbak Yun, lulisan-lukisan di sana instragammable banget. Kalau ke pasar lama saya paling suka sama es podengnya, sayang waktu itu tinggal sedikit jadi ada yang gak kebagian

    Kurnia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Pasar Lama semua makanan tumplek blek bikin galau mau makan apa karena semua terlihat enak

      Hapus
  15. Perjalanan yang penuh kejutan ya, Kak. Ditutup dengan warna-warni Kampung Berkelir dan kuliner enak di Pasar Lama. Ditunggu cerita eksplore tempat-tempat lainnya, Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, sungguh ga nyangka kalau dibalik pasar sayur2 itu ada bangunan yang penuh nila budaya

      Hapus
  16. wahhh seru ya mbak jalan-jalannya . btw itu klenteng udah lama banget ya uda abad itungannya.. itu kampungnya cantik warnanya di warna warni gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget Mba, karena ga nyangka di balik pasar ada bangunan budaya

      Hapus
  17. Wah, infonya bisa dibuat referensi kalo2 suatu waktu aku main ke sana. Ada pamanku tinggal di Tangerang soalnya. Siapa tau bisa jalan2 juga ke tempat2 ini. Bagus....

    BalasHapus
  18. Asik sekali ke kampung kelir. Kreatif warganya dan jalan blok juga di cat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada seniman yang gambarnya Mpo, disponsori merk cat juga. Warga menjaga kebersihan hingga grafiti tetap oke

      Hapus
  19. Jalan-jalan seru ternyata gak perlu jauh-jauh ya, mbak yun. Ternyata yang setempongan dari jakarta juga ada dan kecehh!!
    Pas banget aku lagi bingung mau cari tempat jalan yang gak mainstream. Makasi banyak mbak yun informasinya :)
    Ngomong-ngomong, oo itu tho kecap SH. Selama nyimak di grup aku roaming

    BalasHapus
  20. Kampung berkelir artinya kampung berwarna.. Sesuai dengan namanya.. Semoga pas ada Tour Tangerang part 3 bisa join..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Kak Evi join. Dijamin seru, bisa foto kece sekaligus makan enak

      Hapus
  21. Jadi penasaran sama tempat ini, kalo mau kesini naik kendaraan umum apa kak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naik commuter line sampai stasiun Tangerang Kak, ke sananya bisa jalan kaki

      Hapus
  22. Kampung berkelir artinya kampung berwarna.. Sesuai dengan namanya.. Semoga pas ada Tour Tangerang part 3 bisa join..

    BalasHapus
  23. Instagrammable nih mbak lokasinya, pasti seru ya bisa foto2 disana. Saya belum pernah sampai ke Tangerang. Note deh kalau ntar kapan2 main ksana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke Tangerang harus ke Kampung Bekelir Mba, foto-foto dan bisa kulineran juga

      Hapus
  24. Lokasinya cantiiik. Dimana2 ad nuansa fantasy n pelangi. Kayak negeri dongeng. Hihi. Mau donk kesini jg biar dapet foto yg instagramable. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak grafiti yang bagus banget Mba, saya ga foto di semuanya karena dah pegel seharian jalan hehhehe

      Hapus
  25. Sampai sekarang masih penasaran sama kecap SH.. kapan-kapan kalo main ke tangerang mau ikut juga.. pengen beli kecap SH. Ahahha.. sekarang di Indonesia semakin banyak kampung2 yang disulap cantik. Semoga selalu terjaga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Kecap SH itu enak loh, kaya ada rasa ayam gorengnya" ini kata Derus, pas aku coba ya biasa aja rasa kecap

      Hapus
  26. ih kak yun bikin saya mupeng deh, hahaha ternyata di tangerang banyak jg tempat wisata yg bisa dkunjungi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak Kak, dan lucunya ada dibalik pasar sayur hehhe

      Hapus
  27. Wahh paket lengkapp, aku yg domisili tangerang aja belum pernah ngubek2 sampe kampung bekelir :D ke klenteng seringnya lewat doank jaman SMA dulu hihi, have fun mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah padahal dah deket tuh dari Klenteng ke Kampung Bekelir. Aku aja takjub ada Klenteng di balik pasar, plus ada masjid kuno juga. Mantap lah Tangerang

      Hapus
  28. Pengen banget ke sana belum keturutan. Kalau gak salah sepupu suami warga sana trus pas peresmiannya sama ibu2 PKK lain ikutan acaranya hehe. Moga2 ntr ada kesempatan ke sana sekaligus silaturahmi ma saudara TFS :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera ya Mba, lucu foto di sana. Di pintu masuk tiap gang aja kita disambut dengan aneka payung tergantung kalau panas bisa adem, kalau hujan ga kebasahan

      Hapus
  29. Sekalian mampir ke jembatan berendeng mba :) cucok juga buat dijadiin spot foto2 :D

    BalasHapus
  30. Ahhh akhirnya Kak Yun tulis perjalanan ke Tangerang 😁. Aku jugaaa masih pengen kesana lagii tauuu Kak Yuunnn. Kayak masih kurangg gitu explore Tangerangnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahha gak kuceritakan kalau kita beli sepatu Kal ehhehe

      Hapus
  31. Mbak Yunita, sayang banget ya aku dulu nggak expror Tangerang. Kapan-kapan harus dicobain nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo Kak, mba Maya aja jauh2 dari Solo ikutan

      Hapus
  32. hah, ini di Tangerang? wah gak nyangka ya.. bagus banget tempatnya.. kapan-kapan mau kesana juga ah, makasii infonya mbak

    BalasHapus
  33. Hmm.. mupeng blusukan ke kampung yang warna-warni itu Kak. Sama museumnya juga. Jadi kapan bikin trip blusukan episode berikutnya ya? hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuuk eksplore Tangerang lagi, dua kali aja belum puas nih

      Hapus
  34. Tangerang punya tempat unik juga rupanya. Belum pernah ke sini, dan ini bisa nih dijadiin destinasinya untuk mampir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus mampir, kafe kopi di sepanjang jalan dekat kampung berkelir juga kece

      Hapus
  35. belom pernah kesini nih
    kalo kesini lg ajak2 dong kak yun

    BalasHapus
  36. Kampung warna-warni ternyata sudah ada juga di Tangerang. Referensi tambahan buat liburan nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang dan ga kalah kece dengan kampung bekelir di kota-kota lain

      Hapus
  37. Padahal rumah di tangerang dan 5km doang jaraknya ke lokasi. Tapi saya malah belum pernah ke kampung pelangi yg ada di tangerang ini. Kayaknya bagus nih buat tujuan selanjutnya. Terimakasih kak yun buat infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah apalagi deket rumah, harus banget mampir ke Kampung Bekelir

      Hapus
  38. Ternyata di Tangerang juga ada seperti Jodipan Malang, kalau kesana lagi ajak-ajak y ka.

    BalasHapus
  39. Ternyata di Tangerang juga ada seperti Jodipan Malang, kalau kesana lagi ajak-ajak y ka

    BalasHapus
  40. Ternyata di Tangerang juga ada seperti Jodipan Malang, kalau kesana lagi ajak-ajak y ka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah belum pernah ke Jodipan, Malang atau Kampung Pelangi Semarang. Yuk ah kita bikin eksplore Tangerang lagi

      Hapus
  41. Antara satu tempat ke tempat lainnya cukup dengan jalan kaki saja ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup Kak bisa jalan kaki dan diakhiri dengan kuliner di Pasar Lama

      Hapus
  42. Ternyata di Tangerang ada yang unik juga ya, Mbak, karena aku selalu merasa Tangerang isinya ya gedung dan pabrik. Ternyata pikiran aku itu salah... Seru banget ih 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu pun opini aku selama ini tentang Tangerang, Kak sampai akhirnya pergi dua kali ke Tangerang selalu berkesan,

      Hapus
  43. Gak nyangka yaa sekarang Tangerang bagus banget, tapi angkot yang menumpuk dan macet masih mbak disana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Angkot masih banyak dan masih macet, tapi ke Kampung Bekelir ini bisa jalan kaki dari Stasiun Tangerang

      Hapus
  44. Cerita jalan-jalan Mbak Yun di Tangerang bikin 'iri' euy...saya aja yang sehari-hari di Tangerang, belum sempat ke mana-mana. Apalagi ke kampung berkelir. Suka banget lihat foto-fotonya, terutama foto mbak Yun bersayap kupu-kupu, kereen banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Teh, kan dekat dari rumah. Kita janjian di Stasiun Tangerang terus jalan2 ke sana

      Hapus
  45. Waah baru tau ada Kampung Bekelir, padahal aku orang Tangerang hahahaa.. Next time ajak dunk Ka, biar gaul kyak Ka Yunita hehee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhahaa ayo Kak, kita janjian di stasiun Tangerang yuk

      Hapus
  46. Banyak juga ya destinasi wisata di tangerang yang memanjakan mata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga kaget ga nyangka ada tempat secantik ini yg ga jauh dari Jakarta

      Hapus
  47. Ya ampun ada foto aku, kak yun jangan lupa promo es doger depan vario kosmetik. ke endesan yang hakiki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hoo ada ya, tadinya mau aku crop loh Dek ahahha

      Hapus
  48. jadi pengen ke situ lagi sama kalian. bercanda-canda riang.makasih mbak Yun, ingetin lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bercanda-canda riang dan Mba Ari yang bercerita tentang seseorang hihihii mention ga nih orangnya?

      Hapus
  49. Ide yang bagus untuk membuat kampung bekelir ini, selain membuat lingkungan jadi sedal dipandang, juga bisa menambah tempat wisata baru di Tangerang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, setidaknya kampung ini jadi banyak pengunjung bisa jadi pemasukan tambahan buat warganya, minimal yang jualan minum hehehhe

      Hapus
  50. Saya orang tangerang, tapi udah di bandung sekarang hehehe cuma setahun sekali ke tangerang. Semakin cakep dan maju aja ya Tangerang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti klau mudik ke Tangerang mampir ke Kampung Bekelir ya Mbak

      Hapus
  51. Seru juga spot-spot di Tangerang ya. Kampung Bekelir ini persis kayak di Depok juga ada. Lumayan kan bisa nambah feed IG biar kece.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa iya banyak spot kece yang instagramable Mba, aku malah belum pernah ke Kampung seperti ini yang di Depok

      Hapus
  52. Bu Guru yang satu ini emang hobi jalan-jalan sampe nemu tempat ketjeh kayak gini di Tangerang. Keep sharing yaaa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe lumayan jalan2 yang ga jauh tapi tetap kece

      Hapus
  53. Miss Yun itu semua destinasi ditempuh dengan jalan kaki? Ke pasar lama Tangerang aksesnya bisa naik kendaraan umum apa aja miss Yun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup jalan kakai dari stasiun Tangerang Mba. Saya naik kereta sampai stasiun akhir terus ke semua tempat itu jalan kaki

      Hapus
  54. ah serunyaaaa, jadi pengen menelusuri kesana. Tangerang ternyata ga sepenuhnya padet ya kayak dlm bayangan, hehe. Mampir kak ya ke artikelku, ada info lomba blognya blogger Jember, boleh kalo mau ikutan s.d 25 Juli :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak aku pun awalnya ga nyangka di Tangerang ternyata banyak tempat unik yg bisa dikunjungi

      Hapus
  55. Wuiiihh, kecap legend itu SH. Saya sendiri belum pernah ke sana.


    Kenapa ya sekarang setiap daerah sepertinya punya kampung yg warna-warni? Memnag bagus, jadi lebih berwarna, tapi kok kayaknya jd terlalu seragam gitu ya *just my 2 cents*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus Kak sekali2 mampur ke Kecap SH. Kurasa soal Kampung Bekelir tiap daerah punya ciri khas sendiri meski konsep yg ditawarkan sama. Aku aja penasaran ke Kampung Bekelir di daerah2 lain

      Hapus
  56. Balasan
    1. Loh koq tau? Yang ngelirin ya? Pake kelir apa Kak? Bukan kelir ... u kan yaa?

      Hapus
  57. Asyik banget sih turnyaa aku juga cuman mampir museum ngga sempat masuk karena kesorean, piluu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, ga nyangka ada banyak tempat seru di balik pasar lama Tangerang

      Hapus
  58. Wih menarik ya tangerang.. ak bingung mau dari mana.. mesjid pintu seribu aja blm kesampean 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba jalur ini aja Kak, karena paling dekat dengan stasiun CL

      Hapus
  59. Tangerang oh tangerang ternyata memiliki kampung yang unik...
    ada juga kak yun tangsel kampung yang hampir mirip dengan kampung kilir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayanya lagi musim yaa kampung berwarna warni seperti ini yaa

      Hapus
  60. ADa juga tempat cakep di Tangerang. Ah pengin juga main-main ke kampung berkelir selagi iseng.

    BalasHapus
  61. Kalau ke Tangerang jangan lupa ke Stadion Benteng. Nonton Persikota lawan Persita hehehe...

    BalasHapus
  62. wah aku warga tangsel malah enggak tahu ada tempat hits kayak gitu euy...itu lokasinya berdekatan ya satu dengan yang lainnya? wah menang banyak nih

    nanti coba atur jadwal kesana ahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semua searah Bang, bisa ditelusuri dengan jalan kaki saja

      Hapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images