Putri yang Kembali ke Kastil di Ba Na Hill

22.01


Matahari pagi menyapa dari sela-sela tirai kamar hotel. Saya menyeduh secangkir kopi sambil menunggu giliran mandi. Hari kedua kami di Vietnam, sengaja tak mengambil paket sarapan dari hotel sebab kami mau mencoba sarapan ala lokal Vietnam.


Selamat Pagi Da Nang

Setelah rapi dan check out saya memesan grabcar menuju kantor Shinhtour. Aplikasi Grab ini bisa digunakan selama di Vietnam, untungnya ada terjemah bahasa inggrisnya juga, jadi engga bingung baca pesan dari driver grab-nya.

Beruntungnya menjadi backpacker berhijab
Tepat di sebelah kantor Shinhtour Da Nang sebuah restoran mulai menyiapkan masakannya. Kami masuk ke dalam restoran yang bernuansa ungu. Seorang pelayan datang membawakan daftar menu. Gadis itu menatap saya lekat, dan ia menunjuk beberapa menu sambil mengangguk dan berkata Oke beberapa menu pun ia tunjuk juga sambil menyilangkan tangan dan berkata No.


Meski awalnya sempat bingung namun akhirnya saya paham. Ternyata gadis itu menjelaskan makanan yang halal untuk saya yang berhijab. Masya Allah beruntung banget ya saya. Terbayang kalau asal pesan dan ternyata mengandung daging babi.

Satu persatu makanan pesanan kami berdatangan dan ternyata porsinya besar alias banyak. Tips lagi dari saya nih, saat memesan makanan tanya dulu berapa piece per porsinya karena semua makanan kami berjumlah sepuluh piece per porsi. Mengingat semalam kami tidur kelaparan, makanan pagi ini kami habiskan meski ada beberapa yang kurang cocok rasanya dengan lidah.





My Name is Trung
Selesai makan kami duduk di kantor Shinhtour menitipkan carrierl. Tak lama kemudian dijemput oleh seorang guide yang masih muda. Kami yang hanya membawa tas kecil berisi dompet, ponsel dan paspor pun berjalan mengikutinya Setelah duduk manis di dalam mini van, perjalanan menuju Ba Na Hills pun berlanjut.

“Hai my name is Trung, I am your guide today.”
Sapa si pemuda sambil menunjukkan sebuah peta besar dengan bahasa inggris yang di akhir kata selalu terdengar huruf h mungkin maksudnya beraksen British. Dari empat belas orang di dalam mini van hanya saya dan Bernica yang merespon membuat Trung makin semangat menjelaskan.

Trung dan petanya
“Han river has eleven bridge with dragon gate that can open by itself.”
Kata-kata Trung terdengar di kuping saya menjadi Hanh riverh hash bridgeh wif dragonh gateh. Wah ada jembatan naga yang bisa terbuka sendiri dan saya pun merespon Trung dengan kata “wooow cool”

“Buth itsh openh onlyh on weekendh.” lanjutnya tak ketinggalan aksen ala Harry Potter yang membuat saya berusaha keras menahan tawa dan hanya merespon “yaaah ... it’s wednesday

The Longest Cabble Car
Tak terasa sudah empat puluh menit perjalanan dan tibalah kami di Sunworld Ba Na Hills. Bangunan serupa benteng ala Tiongkok menjadi pintu masuk menuju area Ba Na Hills. Saat itu pengunjung lumayan banyak dan didominasi wisatawan asal Korea.

Gerbang masuk Sunworld Ba Na Hills
rombongan yang dipandu Trung yang memegang bendera
tiket masuk
Menuju Sunworld Ba Na Hills kita harus naik kereta gantung atau kerennya cabble car melewati perbukitan dengan waktu tempuh sekira dua puluh menit. Satu kereta gantung bisa memuat hingga sepuluh orang. Hijaunya perbukitan menjadi pemandangan cantik yang tak boleh dilewatkan selama berada dalam kereta gantung.

Stasiun Kereta gantung




Rombongan kami naik kereta gantung dari Hoi An Station. Tibalah kami di perhentian pertama, Marseille Station. Trung memberi waktu untuk kami melihat-lihat dan bermain di area kebun bunga hingga pukul sebelas.

Sebuah patung tangan berukuran raksasa dengan pose seolah menggenggam jembatan. Setelah melewati jembatan dari kayu tersebut tampaklah sebuah panggung. Tiga wanita cantik berambut pirang menyanyi dengan riang di atas panggung tersebut.






Berjalan lurus dari panggung kami pun memasuki desa Perancis yang cantik penuh bebungaan. Di pintu gerbangnya terpatri tulisan Le Jardin d’Amour yang setelah lihat di google bermakna Kebun Cinta. Sebagai jomblo dengan ketidakmampuan move on level akut tentu ingin sekali menemukan cinta di kebun ini.







Replika desa Perancis ini sangat cantik dan klasik, pas lah dengan tipe jalan-jalan saya yang hobi melihat bangunan klasik dan antik. Selain area penuh bunga terdapat juga kebun anggur. sebagaimana kita ketahui bahwa wine Perancis merupakan wine terbaik. Kami masuk ke dalam Wine Cellar dan melihat bagaimana anggur diproses dalam gentong-gentong kayu kemudian menjadi sebotol wine.  

dari kebun anggur
pintu masuk Wine Cellar
Wine Cellar

Kafe di atas Wine Cellar
Putri yang Kembali ke Kastil
Pukul sebelas, rombongan kami berkumpul kembali di Marseile Station dan melanjutkan naik kereta gantung ke Louvre Station. Pemandangan yang tersaji saat kami tiba di Louvre Station sangat fantastis. Aneka kastil megah berdiri di sana. Serasa berada dalam dunia dongeng tentang putri-putri yang tinggal di istana.

Menuju Louvre Station

Serasa putri yang kembali ke kastilnya
Kami berjalan menyusuri bangunan demi bangunan yang dibuat menyerupai kerajaan di Eropa. Berkali-kali saya berdecak kagum menatap air mancur replika Trevi Fountain atau bangunan gereja yang seperti di Inggris. Rombongan kami masuk ke restoran La Lavande. Paket yang kami beli di Shinhtour memang sudah termasuk makan siang.



La Lavande merupakan restoran dengan bangunan klasik ala Perancis. kami memilih duduk di balkon dengan pemandangan ke arah desa Perancis. Makanan di La Lavande disajikan prasmanan. kami bebas mengambil makanan apapun yang disukai. Kabut tipis mulai turun menemani makan siang kami.
Backpacker yang tak mau rugi, makan banyak, diet berhenti dulu


Perut yang sudah kenyang membuat kami semangat berkeliling. Dari La Lavande kami menuju Fantasi Park. Sepanjang jalan kami menikmati gedung klasik dan bebungaan yang cantik. Di Fantasy Park awalnya Bernica mau naik roller Coaster ternyata sesampainya kami di sana antrian sudah luar biasa mengular. Karena tak ada pilihan lain, kami pun berjalan memasuki Fantasy Park. Aneka permainan ala Dufan Jakarta ada di dalam Fantasy Park.




Salah satu wahana yang menarik adalah Back to Jurrasic, kebetulan sebelum berangkat ke Vietnam kami berdua baru saja nonton Jurrasic World. Dibandingkan Jurasic Park di Universal Studios Singapore, di Fantasy Park Ba Na Hills ini jumlahnya lebih banyak dengan teknologi yang lebih canggih.


Sebelumnya Trung sudah mengingatkan kami untuk berkumpul di depan bangunan istana jam 2. Di sisa waktu tiga puluh menit kami gunakan untuk mengelilingi replika desa Perancis. Berada di Sunworld Ba Na Hills benar-benar membuat saya serasa di Eropa dan menjadi putri yang kembali ke kastilnya.






Menuju Hoi An
Semua rombongan berkumpul tepat waktu di tempat yang dijanjikan. Kami segera menuju stasiun kereta gantung menuju tempat awal kami masuk tadi. Perjalanan kembali ke kantor Shinhtour terbilang lancar.

Kami sudah menyewa mobil dari Shinhtour karena setelah cek di Grab pun harga dari Shinhtour lebih murah. Sambil menunggu driver datang kami mengambil carriel dan merapikan packingannya.

Perjalanan menuju kota klasik Hoi An ditempuh selama satu jam saja. Sepanjang jalan penghubung Da Nang dan Hoi An kami melihat banyak sekali resort terkenal sekelas Hilton dengan harga dan pemandangan fantastis berdiri sepanjang jalan.

Kami pun tiba di hostel Tribee Kinh yang sudah di-booking jauh-jauh hari. Ternyata kedatangan kami merupakan waktu yang tepat, sebuah ritual tahunan Hoi An akan digelar malam nanti. Nah, tunggu cerita lanjutannya yaa. Yuk sekarang ngopi dulu, Miss Yun juga mau ngopi.




You Might Also Like

87 comments

  1. Wahh, kakak guru udah ke jembatan menggenggam yang lagi viral itu, ouh.. Serunya. Dan memang sih kalau ke luar negeri itu harus ekstra bertanya soal halal makanan yah, biar tenang menyantapnya 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malah aku ga tau jembatan itu lagi viral. Tapi di sana cuaca dan anginnya sejuk bikin ngelamun2 gimn gitu di Taman Bunga yang cantik

      Hapus
  2. Wiss seru bangey ya Mba backpackeran ke Vietnam, apalagi itu sarapan tradisionalnya yang bikin ngiler.

    BalasHapus
  3. Porsi makanan orang sana banyak juga ya seporsi isi sepuluh piece tapi terlihat enak, ya walaupun belum tentu cocok sama rasanya. Pemandangan dari kereta gantungnya keren banget, ditunggu cerita selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bikin shock banyaknya dan bikin mau nangis ngabisinnya hhaha

      Hapus
  4. memungkin kah ke Vietnam sama balita, miss Yun? tempat-tempatnya kids friendly kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke Da Nang sih recomend banget pergi sama anak

      Hapus
  5. Saya mulai nggak fokus membaca artikel ini setelah foto hidangan makan pagi Miss Yun mulai bertebaran, nih. =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhha percayalah itu hanya tipuan kamera, rasanya ga ada yg enak cuma 1 yg cocok di lidah

      Hapus
  6. Keren ya..
    Ada Eropa di Vietnam. Indonesia juga punya, namanya De Voyage #banggadikit
    Wkwkwkkwk

    BalasHapus
  7. Princes Yun, foto keliling Ba Na Hills nya keren-keren banget deh. Jadi menu sarapan tradisional Da Nang yang rekomended buat Princes Yunita itu yang mana yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tempat aslinya juga cantij banget Kak Muti. Dari seabrek menu sarapan paling enak yg namanya Tom Hue (yg putih)

      Hapus
  8. Semoga suatu saat bisa sampai ke sana...semangat

    BalasHapus
  9. Wah tangan dewa yang lagi ramai di IG. Ga sabar nunggu kelanjutan ceritanya.

    BalasHapus
  10. pas banget ya mbak yun dateng pakai baju yang berwarna ungu jadinya kalian (mbak yun dan restorannya) match hehehe.
    di vietnam banyak banget yang bisa dikulik yaa. selalu seru tiap baca cerita mbak yun ketika ke vietnam. ah andai aku punya kesempatan libur selama mbak yun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal ga diniatin samaan antara baju dan restorannya. Vietnam memang seru untuk didatangi. Next aku mau jelajah Vietnam Utara

      Hapus
  11. Vietnam rasa eropa ya ini. Seru banget baca cerita perjalanannya.

    BalasHapus
  12. Keren banget kastilnya. Megah dan terlihat klasik, kayak lewatin gerbang ke masa lalu dan bertemu pangeran beneran. Beruntung ya Miss Yun bisa melihat langsung Kastil Ba Na.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhaa begitulah perasaanku pas di sana Kak, berharap bertemu sang pangeran

      Hapus
  13. Rasa Eropa banget, ya. Aku seneng lihat kastil, cable car, dan taman2nya. Btw itu sarapannya jadinya mesen 2 porsi? Jadi 20 pieces? Gimana ngabisinnya itu? :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pesannya 4 menu. 10 piece kecil2 koq mba, seukuran otak2 di sini

      Hapus
  14. Eropa rasa vietnam ternyata ada di Ba Na Hills. Tidak sia-sia, jauh melancong dari Indonesia akhirnya bisa kembaki ke kastil 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Bang, Princess pulang ke rumah ini namanya

      Hapus
  15. Hem saya secara ikut menikmati sang putri yang berjalan jalan ditemani cerahnya mentari sebelum mengantar ke kastil. Jadi pengen banget trip bareng mbak yun yang penuh antusias dan selalu menemukan kejutan yg mengasikkan

    BalasHapus
  16. Hem saya secara ikut menikmati sang putri yang berjalan jalan ditemani cerahnya mentari sebelum mengantar ke kastil. Jadi pengen banget trip bareng mbak yun yang penuh antusias dan selalu menemukan kejutan yg mengasikkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo Teh Tuty, kapan2 kita ngetrip bareng yuk

      Hapus
  17. Waaah mba, beneran mirip di eropa yaaa, dgn kastil2nya begitu.. Nyesel aku ga kesana pas ke vietnam dulu.tp memang ada plan sih mau ke vietnam lg, datangin kota2 yg lain. Ini negara walo banyak scamnya, tp cantik2 kotanya, jd ga kapok kesana lagi hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba beberapa kotanya cantik banget kecuali ibukotanya HCMC semrawut kaya Jakarta

      Hapus
  18. Kayaknya seru kalau pakai baju ala-ala princess di sana. Mengkhayal jadi putri yangs edang menunggu pangeran berkuda hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah turis2 yang ke sana itu banyak yang niat ke sana pakai dress cantik

      Hapus
  19. Ternyata Vietnam tu sekeren itu yaa. Kya di Eropa bu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Kak, ini baru hari kedua masih ada kisah seru selama sepuluh hari di Vietnam, nantikan terus yaa

      Hapus
  20. Kak Yun bagus banget tempatnya!
    Kocak ngebayangin tour guide ngomong aksen begitu.
    Baca blog kak Yun kaya lagi dengerin kak Yun cerita langsung. Thanks for share ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu si Trung gayanya British tapi terdengar aneh, mau ngetawain tapi ga tega hehehe

      Hapus
  21. Tumben guide-nya gak pake nama Nguyen, biasanya nama ini yang digunakan paling banyak di Vietnam.
    Patung tangan raksasa pernah lihat juga sih di TV, keren banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun penasaran, apa ya arti kata Nguyen itu, banyak sekali nama dan tempat yang pakai kata Nguyen selama di Vietnam

      Hapus
  22. Aku kok ngakak ya, liatin outfit ungu sama warna restonya. Btw, Sunworld Ba Na Hills memang masuk daftar layak dikunjungi kalau ke sana. Pengen nyobain cable carnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahhaa tak sengaja itu. Tapi memang kalau ke Da Nang haruslah ke Ba Na Hills

      Hapus
  23. Wow landscape nya keren..
    Bunga bunganya cantik
    Romantis banget sepertinya
    Anak gadisku pasti suka nih diajak kesini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah rasanya tuh tomantisss banget di sana. Serasa princess

      Hapus
  24. Jembatannya kan sempat viral ya di medsos. Dan emang cakep pula ya difoto itu. Desa Perancisnya juga keren banget. Aku baru tahu di sana begituan. Meskipun artificial tapi cukup keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah ga tau kalau jembatan ini viral. Desanya emang cantik banget

      Hapus
  25. Wah kemaren gak sempet ke jembatan ini waktu di Vietnam. Ceritanya seru, Miss Yun!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sayang banget, Ba Na Hills ini harus banget didatangi

      Hapus
  26. Grab nya harus pakai Credit Card kah mba? Atau bisa cash?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih aku pakai kartu kredit, jadi semua transaksi grab langsung link ke CC irit kalau bepergian

      Hapus
  27. Wah bisa senada gitu warna baju Kak Yun & restonya. Setelah itu mengunjungi jembatan yang sedang hits di medsos.

    Ditunggu lanjutan cerita ritual tahunan Hoi An ya, Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga diniatin sih ga sengaja aj itu resto pas warnanya sama baju. Maklum bekpekeran 10 hari manggul carierl bawa bajunya yg tipis2 tp kudu gaya ahahahah

      Hapus
  28. Wah Vietnam rasa Eropa ya. Fotonya bagus-bagus, Kak. Jadi mau kesana deh hehe! Makasih ulasannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 Kak, memang berada di Ba Na Hills membuatku serasa princess yang pulang ke istananya heheheh

      Hapus
  29. Duh foto makanannya bikin salah fokus. Hahaha
    Btw vietnam bagus juga ya ternyata, suka banget sama artikel kak yun mengenai vietnam yang kali ini.

    BalasHapus
  30. Seru banget ya Kak petualangan ke negeri asal Nenek. Btw itu kastilnya bagus bangeet...kira-kira dresscode apa yang cocok buat poto di situ, hahaha teteep.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai kebaya dan kain Mbak, unik ga ada yang samain

      Hapus
  31. Kastilny bagus bgt.. rasa2nya kembali kemasa eropa jaman kerajaan 😀. Btw iti makanan di bungkus daun pisang kukira poci haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa bukan Kak, itu rasanya asin. Namanya susah ditulis apalagi disebut

      Hapus
  32. Yaampun ngebayangin si Trung ngomong Inggris pakai logat Vietnam hahaha. Jembatannya konsepnya unik juga yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup jembatannya keren, sayang aku ga di sana pas weekend

      Hapus
  33. Ternyata banyak banget ya tempat wisata yang keren2 di Vietnam. Hmm cuma mungkin kurang ke ekspos aja ya (?) hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak Kak tempat bagus yang di kota-kota kecil kalau di ibukotanya Vietnam malah ga ada apa-apa

      Hapus
  34. Kak yun.. itu kalo ke bana hills gapake tour bisa gak sebenernya? Terus itu bookingnya dimana? Di Indo atau onthespot?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa aja sih tapi kalau dihitung agak lebih murah pakai tour. Belipas masih di Jakarta, semua ambil di Sinh Tourist

      Hapus
  35. Wah, Vietnam udah keren ya, sekarang. Gak cuma Halong Bay ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malah di trip ini aku ga ke Ha Long Bay. Karena di sana penuh banget, cari yang belum terlalu diekspos

      Hapus
  36. Wah, serunya backpacker di Vietnam. Tapi yang di postingan kali ini kayaknya makin menarik karena di Vietnam tapi serasa di Eropa. Seru banget. Ih, pengen banget ke Jurassic Parknya. Adikku pasti suka banget liat dinosaurus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa iya, banyak kejutan dari Vietnam di trip ini. Selama 10 hari backpacking aku puas banget

      Hapus
  37. Wahhh naik cabble car nya itu ngeri-ngeri sedappp ya. Aku tuh antara penasaran pengen cobain dan takut ketinggian! Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren, worth it. Melewati perbukitan adem banget

      Hapus
  38. Wih keren...
    Gw ngakak pas baca jomblo dengan kemampuan tak bisa mobe on akut. Wkwl

    BalasHapus
  39. Miss Yunn...itu kayanya skytrans nya adem banget yaa...ada AC nya ga sih, atau cuma angin semilir-semilir gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semilir angin saja sudah sejuk banget Mas. Seru deh

      Hapus
  40. Alhamdulillah ya, sebagai hijabers kita terselamatkan dari makanan haram.
    baik banget itu mbak pelayannya.

    BalasHapus
  41. Asik ya main ke Da Nang, ada kastilnya, Asia berasa di Eropa ya mbak?

    BalasHapus
  42. Pemandangannya cantik banget yaa, keren deh rumah makannya kasih tahu kalau halal haramnya ya

    BalasHapus
  43. Perjalanan yang benar2 seru. Jadi ingat pas study tour, ngerasain suasana yang hampir sama. Hanya beda lokasi~

    BalasHapus
  44. Wah, perjalanan yang seru dan asyik banget. Foto-fotonya juga sangat keren, mba.

    BalasHapus
  45. Jauh amat jalannya Miss Yunita! Sampai Vietnam, mana jalan jalan dan mencoba kuliner di sana. Alhamdulillah pelayannya baik ya. Tapi, mumpung jomblo begini banyakin jalan jalan kemana mana Miss Yunita. :)

    BalasHapus
  46. Duh biking ngiler mba, aku jadi pengen kesana juga. Tahun depan lah ya semoga bisa kesana..

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images