Mpok Sanih, Asisten Rumah Tangga Kami

17.55

Nyentriknya Mpok Sanih, ART di Rumah Kami
Mpok Sanih Namanya, orang Betawi asli, ia sudah bekerja di rumah kami lebih dari dua tahun. Dua tahun lalu saat suaminya meninggal, ia pun menawarkan jasanya ke Ibu saya dan Ibu pun menerimanya.


Sebagai lajang millennial (uhhuuk …), saat ini saya masih tinggal bersama orang tua di rumah kami yang mungil. Mpok Sanih adalah asisten rumah tangga kesekian yang bekerja pada keluarga kami. Sedari saya kecil memang sudah berganti-ganti asisten rumah tangga yang bekerja di rumah. Pekerjaan utama mereka biasanya hanya membersihkan rumah, mencuci dan menyetrika. 

Keluarga saya minus si bungsu dan ponakan yang satu lagi

Kembali ke cerita Mpok Sanih, dari semua asisten yang bekerja di rumah  dialah yang paling nyentrik. Selain logat Betawi yang kental, ia pun mengajukan syarat bahwa setiap hari minggu dan libur nasional ia ingin diliburkan juga alias tidak masuk kerja.

Awalnya Mama yang sudah tidak bekerja lagi ingin mengelola rumah sendiri, namun karena kondisi kesehatannya yang tidak seprima dahulu maka kami anak-anaknya memaksa Mama untuk mempekerjakan seorang asisten rumah tangga. Terpilihlah Mpok Sanih menjadi asisten Mama hingga saat ini.

Mama dan saya

Liburan Mpok Sanih Adalah Kerja Bakti Bagi Saya
Keluarga kami memang tak pernah menyeleksi tiap orang yang ingin bekerja di rumah, asalkan orangnya jujur. Padahal Bapak dan saya adalah guru, bisa saja kami membuat tes tertulis untuk calon asisten rumah tangga yang akan bekerja, tapi tidak kami lakukan hahhahaha.

Rumah keluarga saya

Sesuai kesepakatan kami bahwa tiap hari minggu dan libur nasional maka Mpok Sanih tidak datang ke rumah. Sebagai anak perempuan satu-satunya, sayalah yang mengambil alih semua tanggung jawab Mpok Sanih di rumah.

Sejalan dengan pendapat Mak Yosa Irfana di artikelnya Kiat Mengatur Pekerjaan Rumah Tangga Tanpa Asisten yaitu jangan menunda pekerjaan jika bisa langsung dikerjakan, saya sudah menyusun to do list tiap hari minggu dan libur untuk membersihkan rumah.

Biasanya saya mulai dengan membersihkan kamar kemudian turun memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci. Sambil menunggu cucian, saya pun menyapu dan mengepel lantai. Usai mengepel biasanya cucian sudah siap untuk dijemur. Jika sudah selesai semua pekerjaan saya mandi kemudian ke pasar. Sudah jadi kebiasan saya jika tidak ada acara di hari minggu maka saya pun memasak. Biarlah Mama istirahat, santa sejenak di hari minggu. 

Harmonis dengan Asisten Rumah Tangga 
Memang menggunakan asisten atau tidak adalah pilihan sebuah keluarga. Yang paling utama adalah bagaimana menjalin hubungan yang baik antara asisten dan keluarga kita. Mama mendidik kami untuk menjadi orangyang mandiri meski ada asisten di rumah, sebab itu kami tak pernah bertingkah bossy.

Mpok Sanih

Hampir semua asisten rumah tangga senang bekerja di keluarga kami, kalaupun mereka berhenti biasanya karena ada urusan pribadi seperti menikah ataupun pindah kota. Orang tua saya juga sering membagi makanan atau oleh-oleh untuk asisten yang bekerja di rumah. Walau bagaimanapun kita butuh asisten sama seperti mereka butuh kita.

Baca juga:
Piknik di Restoran Bareng Keluarga

You Might Also Like

12 comments

  1. Iyaa saling membutuhkan ya mak. Mpok Sanih libur kayak karyawan yes.. keren hihi.. salam buat mpok Sanih

    BalasHapus
  2. betul banget. dulu saya punya pembantu juga buat bantu nyuci baju dan membersihkan halaman. maklum, ibu saya punya 4 anak kecil yang hiperaktif sedangkan bapak masih bertugas menjadi pelaut saat itu. Tante, demikian saya menyebutnya, selalu makan bareng bersama kami semeja dan kalau kami nakal dan bikin rusuh yang kena omelan juga, persis kalau kena omelan ibu. hehehe.. pokoknya kita saling bantu deh.. setiap bapak pulang dari melaut pasti dia senang banget dikasih ikan, udang, cumi bahkan kadang kepiting segar. Jadi kangen sama beliau euy..

    BalasHapus
  3. Nice story, Mbak. Senang membacanya.

    BalasHapus
  4. Salam kenal Mbak,
    Tulisan yang menarik, asistennya lucu juga libur ngikutin hari libur nasional kayak pegawai negeri, hehe.

    BalasHapus
  5. Mbak Yun, ART di rumah saya pun seperti itu dan dia yang menentukan hari ini maunya mengerjakan apa aja...

    BalasHapus
  6. Mbak Yun, ART di rumah saya pun seperti itu dan dia yang menentukan hari ini maunya mengerjakan apa aja...

    BalasHapus
  7. ART itu manusia juga yang perlu dimanusiakan. Itu sih intinya dari hubungan yang harmonis dgn ART kita.

    BalasHapus
  8. Mpok yang kerja di rumah juga asli Betawi. Minggu dan hari libur nasional libur. Kalau dulu malah Sabtu Minggu dan libur nasional liburnya. Sudah ikut di tempat kami 8 tahun. Kerasan di rumah.

    BalasHapus
  9. Setuju mba walau ada asisten RT sebaiknya jangan segala2 diserahkan ke ART, karena saya pun merasakan beratnya pekerjaan rumah

    BalasHapus
  10. Aku termasuk yg sangat tergantubg ama ART dan babysitter. Secara aku kerja, dan pulang selalu malam. Jd tanpa bantuan ART dan babysitter bisa gila mba :D. Alhamdulillahnya, 2 asisten yg aku punya semuanya baik, jujur dan sayang anak2. Bangeeet. Dan udh lumayan lama mereka kerja dgn aku. Saking sayangnya, aku lbh rela naikin gaji mereka tiap thn, dan ajakin mereka liburan kalo msh wilayah domestik. Ga kebayang soalnya mba, kalo sampe ga ada ART ini. Nyari yg jujur dan bisa kerja itu ga gampang. Art mba iparku dan adekku aja selalu ga betah dan gonta ganti trus, sampe adekku hrs resign. Jd selama aku punya, aku perlakukan mereka udah kayak keluarga sendirilah. Jd ga ada kepikiran pindah kerjaan :D

    BalasHapus
  11. ibuku punya pembantu dari aku bayi sampai aku sdh menikah tetap bersama ibuku jd sudah dianggap keluarga, anaknya juga disekolahin sama ibuku

    BalasHapus
  12. Untung cuma minta syarat, hari Minggu dan libur nasional tidak masuk kerja.
    Coba kalau minta gaji setara dengan UMR.... Bisa ngalahin gaji saya nih Mpok Sanih hehehe...

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images