Belajar Bahasa Inggris Ala Anak Jaksel

15.21




Belakangan ini warganet sempat diramaikan oleh fenomena campur-campur antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ala anak Jaksel. Ada yang bilang kalau fenomena gado-gado ini merupakan hal yang wajar, tapi tidak sedikit juga yang mencibir. Terlepas dari pro dan kontra, sebenarnya bahasa gado-gado ini bukan hal baru di dunia linguistik. Terutama dalam belajar bahasa Inggris yang baik dan benar.


sumber: google

Di dunia linguistik, gado-gado bahasa ini dikenal dengan sebutan code switching dan code mixing. Keduanya merupakan salah satu hasil dari pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Apa sih code switching dan code mixing itu? Berikut penjelasannya.

Code switching

sumber: google

Code switching adalah kecenderungan penggunaan dua bahasa dalam mengungkapkan ide dalam sebuah bentuk komunikasi. Dalam kasus anak Jaksel dua bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Contohnya ketika A mengatakan “Jika saya diundang, I will come to the wedding.”

Code switching tidak selalu antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, melainkan bisa dengan bahasa lainnya seperti bahasa Prancis, Italia, ataupun bahasa daerah sekalipun. Jadi sebenernya code switching itu bukan hal yang baru dalam kehidupan sehari-hari.

Code mixing

Code mixing sebenernya hampir sama dengan code switching. Bedanya adalah dalam code mixing itu mencampur antara dua bahasa dalam satu kalimat dalam percakapan. Jadi code mixing bisa aja berupa kata, frasa, ataupun kalimat. Kalau dilihat dari bentuknya, code mixing inilah yang sering digunakan oleh anak Jaksel. Contohnya “Entah kenapa, aku tuh hardly avoid kopi. It’s like … aku tuh addict banget sama kopi.”

sumber: google

Dilihat dari sisi pembelajaran bahasa Inggris, sebenarnya code mixing dan code switching itu bukanlah hal yang buruk. Malah banyak ahli pendidikan dan sosiolinguitik menyarankan para guru dan pelaku pendidikan menunjukan apresiasi kepada para learners yang menggunakan code switching dan code mixing. Para ahli ini percaya kalau penggunaan code tersebut tidak hanya bisa membuat pembelajaran bahasa jadi efektif tapi juga bisa meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi dalam karir dan kehidupan sehari-hari.

Tapi sayangnya, cuma anak Jaksel yang berani menggunakan code switching dan code mixing dalam berkomunikasi, sedangkan orang-orang lainnya takut karena merasa kemampuan bahasa Inggrisnya belum seberapa. Kalau kamu salah satu di antara yang takut, coba deh belajar dari aplikasi Neo Study.

sumber: google

Apa yang membuat Neo Study spesial?

Neo Study memiliki banyak fitur yang membuat pembelajaran bahasa Inggris jadi lebih efektif. Misalnya sistem artificial intelligent Neo Study yang mampu menganalisa data studi agar konten pembelajaran yang diberikan sesuai dan bisa memastikan bahwa pembelajaran sudah dikuasai learners sebelum melanjutkan ke tingkat selanjutnya. Dengan begini penguasaan bahas Inggris jadi lebih cepat dan akurat. Sehingga learners dapat berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Inggris setelah masa pembelajaran menggunakan Neo Study.

Dengan mengikuti pembelajaran Neo Study, setiap orang bisa mahir berkomunikasi dengan bahasa Inggris lebih dari hanya sekadar code switching dan code mixing ala anak Jaksel. Unduh aplikasinya, dan ikuti tes bahasa Inggris gratis di tautan ini.


You Might Also Like

33 comments

  1. Petkaya portfolio bahasa and do mix and match accordingly, ya Miss Yun. Daripada kita ngledekin mereka yang kaya bahasa dan bisa code switching or mixing as they wish. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, however they try to. Before we mock them, we need to ask ourself. Are we as brave as them? Hehehhe

      Hapus
  2. Teknologi semakin canggih untuk menunjang skill seseorang, termasuk kemampauan Bahasa Inggris ini. Mudah-mudahan anak Jaksel juga bisa menggunakan aplikasi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga cuma anak Jaksel Mas Rist anak Jaktim dan lainnya juga boleh

      Hapus
  3. Tiba-tiba teringat anak-anak gue yang biasa bilingual tapi kalo ngomong campuran bahasanya kadang menggelikan.. .Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Same here, kalau di sekolah suka ngekek. Setidaknya berani bicara dulu deh

      Hapus
  4. Wow neo study.. jadi ga anak jaksel
    Ya skrg

    BalasHapus
  5. Mbak Yuuunnnn, harus gitu banget ya kalau mau jadi anak jaksel?
    Aku anak jogja sih, jadinya code mixing-nya malah bahaasa indonesia-bahasa jawa. Hihihi

    Kadang-kadang medhoknya keluar juga.

    BalasHapus
  6. Aku baru tahu ada aplikasi belajar bahasa inggris dari Neo Study, seharusnya anak jaksel perlu banget belajar dari sini nih supaya lebih enak kan padanannya... hehe

    BalasHapus
  7. Wah, ternyata kalo belajar Bahasa Inggris ada kode-kodenya juga ya. Aku kira cuma software enginering aja yang pakai kode-kode.

    BalasHapus
  8. Hihihi, anak Jaksel jadi booming bahasa gado-gado yak, kalau saya kudu ditahan gado-gadonya, takut terdengar anak trus dia bingung dengan bahasa yang benar hihihi.

    Jadi makin kepo dengan Neo Study ini :)

    BalasHapus
  9. Mba, ini doenloasnya gratis y? Tapi kalau setelah digunakan apakah ada biaya lain yang per bulan gitu? Asik banget ini jadi memudahkan banget balajar bahasa Inggris tanpa ribet :)

    BalasHapus
  10. Baru tahu saya istilah code switching dan code mixing. Padahal hari2 sih sering makai. ��

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah, daku anak Jaktim, jadi bahasa yang digunakan nggak perlu code mixing. Cukup bahan makanan saja yang di mixer, tapi penggunaan bahasa jangan 😂

    BalasHapus
  12. Hallo, Miss! Ternyata nggak disadari kita itu pake code switching dan juga mixing dalam kehidupan sehari hari a, walopun yang paling ketara anak Jaksel. Hahahaha...oke deh habis ini langsung meluncur ke tautannya. Yuk, belajar bahasa Inggris! :)

    BalasHapus
  13. dulu pas jamannya kuliah, dosen sering marah kalo mahasiswa nya ngomong gak beraturan, campur indo inggris gitu, tapi pas belajar diluar kampus, tutor malah ngedukung, kalo lupa sama bahasa inggrisnya, pake aja bahasa indonesia. ya begini deh hasilnya...

    BalasHapus
  14. Awalnya rada bingung belakangan kok viral tentang anak jaksel. Ternyata gegara campur sari bahasa yak. Hahha

    Siipp. Meluncur ah download aplikasinya..

    BalasHapus
  15. Tapi aku ga suka denger orang ngomong campur2 Indo-Inggris yang terlalu banyak wkwkwk..

    BalasHapus
  16. Hahaha.. murid2ku anak jaksel semua yg rata2 sekolah di sekolah bilingual tapi pengantar english. Dan code mixing jadi pedoman gaya bahasa mereka.

    BalasHapus
  17. Kalau gitu enggak apa-apa juga berarti ya bergaya ala English Jaksel haha..
    Apalgi sekaligus pakai apps Neo Study ini..tanbah keren pasti!

    BalasHapus
  18. Gado gado bahasa jaksel bikin hidup jadi berwarna.

    BalasHapus
  19. ih, ternyata gak aku aja yang sering gado-gado bahasa,

    neo ini bisa banget buat belajar bahasa inggris dari dasar sampai dengan expert

    BalasHapus
  20. Baru tau dengan istilah code mixing and switching. Akupun suka menggunakannya tapi kemudian karena kasus anak Jaksel jadi mikir lagi "salah ya ngomong campur gitu".... eeh ternyata ngga juga ya

    BalasHapus
  21. wah sampe ada aplikasinya ya biar jago ngenglish which is aku cmn bs nulis i love u hahhaa

    BalasHapus
  22. Wah baru tau apliaksi ini..recommended buat yg belajar bahasa inggris ya mba.

    BalasHapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  24. Aih jd merasa nih aku juga sering pake bahasa gado-gado ��
    Aplikasinya lucu juga ya. Ntar aku ceki-ceki ah

    BalasHapus
  25. Ga perlu buka Google Translate lagi yah. Tinggal pake aplikasi ini praktis deh dijamin ga ngomong ala anak Jaksel lagi

    BalasHapus
  26. kalau di sosmed seolah2 bhasa gado2 ala anak jaksel ini jadi bahan cemoohan sama netijen, padahal code mixing itu kan bagus untuk belajar. saya sendiri malah meng apresiasi cara ini, lebih cepat belajar jadinya. saya sendiri termasuk pakai code mixing

    BalasHapus
  27. Owalah I just known that ternyata namanya code mixing dan code switching, btw thank you banget kak Yun for shared that information (eaaaa ketularan gue) wkwkkwkw

    BalasHapus
  28. Padahal bgs ya, tp tkt dikira keminggris, hahaha

    BalasHapus
  29. Waah ada code mixing segala ternyata haha..kalau pakai Neo entar udah ga campur-campur lagi deh, udah full English literated, haha..

    BalasHapus
  30. belajar bahasa inggris campur - campur gitu buat saya jadi bisa belajar bahasa inggris, kata guru bahasa inggris saya pas SMP beliau bilang gpp bahasa inggris dicampur sama bahasa indonesia biar lebih pinter ngomongnya walaupun salah salah

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images