Terpikat Pesona Toraja Melo

12.20

Pembukaan Pameran Wastra 2018

Tepat pukul tujuh malam saya turun dari tranportasi online di pelataran Museum Tekstil Jakarta. Museum Tekstil begitu gemerlap malam itu, sebuah tenda putih besar terpasang di halamannya. Saat menandatangani buku tamu, saya tertegun melihat barisan nama yang hadir hampir semuanya orang-orang penting. Setelah memilih tempat duduk dengan posisi yang bagus untuk mengambil gambar, saya menyimak pidato sambutan yang disampaikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan. Pameran Wastra pun dibuka oleh Anies Baswedan beserta duta besar yang menghadiri acara malam itu.



Pameran Wastra Asia 2018

Sambutan dari Anies Baswedan


Gubernur DKI dan para duta besar membuka pameran
Gambang kromong yang memberi alunan nada indah selama pembukaan 

Museum Tekstil yang berlokasi di Tanah Abang nampak begitu anggun, jauh sekali dari kesan angker sebagaimana image museum dan gedung tua pada umumnya. Puluhan koleksi tekstil manca negara dipamerkan di dalam Museum Tekstil. Jepang dengan teknik shibori pada koleksi kimononya dan juga aneka koleksi sari India yang halus menarik mata para pengunjung.   Pakaian tradisional tiap negeri pun dipamerkan seperti Tiongkok yang serba merah atau pakaian pengantin serba biru khas Nepal.

Anggrek cantik di pintu masuk pameran tekstil


Sari India

kimono Jepang


Para petugas Museum Tekstil pun sigap menjelaskan jenis bahan atau jenis koleksi yang dipamerkan kepada pengunjung. Saya melihat Pak Anies Baswedan turut berkeliling Museum Tekstil menikmati koleksi yang disajikan.

Gubernur DKI, Anies Baswedan sedang melihat koleksi pameran wastra
Mengagumi kecantikan kimono

pakaian Tiongkok


Mengenal Toraja Melo

Sebuah patung berbalut busana berwarna merah yang terpadu dengan kain tenun diletakkan dekat pintu keluar area pameran. Busana itu begitu cantik, tak salah jika harganya dibanderol sebesar satu juta rupiah lebih. Koleksi milik Indonesia ini memperkenalkan tenun khas Toraja yang hadir dengan kelembutan warna merah dan hitam. Cukup banyak koleksi Toraja Melo yang dipamerkan dan seluruhnya terlihat begitu eksotis. Koleksi Toraja Melo bisa didapatkan dalam bentuk kain, baju, tas, selendang bahkan dompet dan tempat pensil.

Toraja Melo yang memikat

koleksi Toraja Melo

Sejarah Toraja Melo berawal dari kepedulian Dinny Jusuf kepada kain tenun Toraja yang hampir punah. Kecamatan Sa’dan terkenal sebagai sentra kain tenun khas Toraja. Mayoritas penenun di sana sudah berusia 70 tahun hingga 90 tahun. Tahun 2007-2008, hanya tinggal dua penenun yang bisa membuat motif tenun Toraja yang lama, tetapi mereka tidak mau mengajarkan ke penenun lain, hanya mau ke anak-anaknya. Ironisnya anak-anak mereka banyak yang bekerja sebagai TKI ke Malaysia. Kondisi ini membuat Dinny Jusuf dan adiknya Nina Jusuf mendirikan PT. Toraja Melo.


Berawal dari dua penenun hingga saat ini Toraja Melo memiliki seribu penenun kain Toraja yang bersasal dari Toraja, Mamasa, Pulau Adonara dan Pulau Lembata. Produk yang dihasilkan Toraja Melo antara lain kebaya seharga Rp. 770.000, sepatu dengan harga maksimal Rp. 1.200.000 serta aneka dress dan tas.

Dinner at The Museum

Setelah puas mengagumi seluruh koleksi tekstil yang dipamerkan, pengunjung diundang menghadiri pesta kebun di halaman belakang Museum Tekstil. Dahulu saat saya mengunjungi Museum Tekstil bersama murid-murid saya, halaman belakang merupakan tempat belajar membatik. Kini halaman belakang disulap menjadi garden party yang cantik berhiaskan aneka lampu warna-warni.

Dinner at museum


Saya menemui Mbak Astri dan Mbak Melia dan menikmati suasana makan malam di sebuah museum. Lain kali saya harus datang lagi untuk lebih mengeksplorasi koleksi Museum Tekstil. Bagi teman-teman yang berminat mengunjungi Museum Tekstil dapat menghubungi alamat berikut.


Museum Tekstil Jakarta
Jl. Ks. Tubun No.2-4, RT.4/RW.2, Kota Bambu Sel., Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11420
Telepon: 021-5606613

Baca juga:
Museum Geusan Ulun di Sumedang

You Might Also Like

45 comments

  1. Untung ada sosok Dini dan Nina Yusuf ya jadi bisa terlestarikan melalui Toraja Melo, ya. Kalau tidak ... wah tak terbayangkan bagaimana kelanjutannya.
    Terima kasih sudah berbagi, Mak.

    BalasHapus
  2. Koleksi model bajunya itu saya naksir berat. Harga kain kebaya seharga Rp. 770.000, buat saya itu cukup murah ya, karena itu terbuat dari tenunan asli tanah Toraja.

    BalasHapus
  3. Akhirnya terselamatkan juga ya, coba nggak ada yang inisiatif untuk melestarikannya, udah punah mungkin.

    BalasHapus
  4. Produknya lumayan Mahal juga soalnya unik..

    BalasHapus
  5. Koleksinya bagus2 ya Mbk...naksir banget baju hitam biru

    BalasHapus
  6. Aku dari dulu pengen banget bisa traveling ke Tana Toraja. Kebetulan sepupuku nikah sama org Toraja.

    BalasHapus
  7. Dinner at the museumnya itu hanya ada saat event tertentu apa setiap hari, Mbak?

    BalasHapus
  8. Corak kainnya canik-cantik terutama yang Toraja Melu. DUh, udah lama ga maen ke museum, nih

    BalasHapus
  9. Tenunan Toraja memang sudah terkenal, tapi kami yang tinggal di Makassar jarang yang memakainya karena kainnya tebal sedangkan cuaca di Makassar panas banget. Beda dengan di Toraja yang sejuk karena daerah pegunungan.

    BalasHapus
  10. Wah beruntung sekali bisa menghadiri event besar begini. Aku suka sekali tekstil. Jadi pasti berbinar bu inar liat aneka gaya tekstil dari berbagai penjuru dunia

    BalasHapus
  11. Saya suka takjub kalau membayangkan proses membuat kain tenun Toraja (dan kain tenun lainnya). Tak heran jika secara harga terbilang lebh mahal. Tapi kalau di lihat dari proses pembuatannya, sebetulnya harga yang dipatok bisa dibilang termasuk murah. Semoga semakin banyak warisan leluhur yang terjaga kelesariannya seperti halnya kain tenu dari Toraja ini.

    BalasHapus
  12. Event kece ini yah. Saya udah lama nih pengen jalan - jalan ke Toraja, seneng liat tenun nya yang indah.

    BalasHapus
  13. Wah ternyata museumnya indah ya kalau malam?
    Kain Toraja bagus2 yaaa
    Aku suka jg ke sini tapi gk tau pameran ini.
    Museumnya solanya mudah dijangkau gtu, tinggal naik krl Tanah Abang :D

    BalasHapus
  14. Tenun Toraja cantik motifnya. Harganya juga nggak semahal uang aku bayangkan. Tak pikir udah jutaan gitu mbak.

    BalasHapus
  15. Teman kantorku dulu orang Toraja asli kok aku ga dikenali toraja melo *ngarep* wkwkkw
    tapi harganya maksial 1,2 jt masih terjangkau y mba kirain bisa mahal banget

    BalasHapus
  16. Aku suka bergulat dengan diri sendiri setiap kali bersua dengan orang2 yang memilih untuk bekerja di negeri orang ketimbang mengambil kesempatan melestarikan budaya sendiri. Namun saat warisan budaya tsb di klaim pihak lain, mendadak kita begitu agresif mempertahankannya.

    Duh rumit.

    BalasHapus
  17. Dinny dan Nina pejuang social sekaligus pejuang budaya yang semangatnya harus selalu dicontoh, agar kelak tidak ada budaya yang hilang akibat tidak ada penerusnya.

    BalasHapus
  18. Aku malah gagal fokus, suka sama batik ijo jumputan yg dipakai mba Yunita. Seger warnanya.

    BalasHapus
  19. Wow desain dan motifnya bagus2 semua. Syukur tetap bisa dilestarikan yaa. Semoga setelah ini makin banyak orang yang mengenal dan jatuh hati :)

    BalasHapus
  20. Bangsa kita dengan beragam budaya juga memiliki macam-macam kain sebagai bagian dari budaya leluhur kita, semoga ke depan masih banyak orang yang melestarikan kain-kain tersebut, akan sangat sedih kalau sampai kain-kain tersebut tidak ada penerus nya

    BalasHapus
  21. Toraja ini salah satu suku yang tetanggaan dengan kampung halamanku di Makassar.
    Senangnya lihat koleksi adat budayanya ada di Jakarta juga.

    BalasHapus
  22. Kain tenun toraja melo nya keren banget. Aku pengin beli.

    BalasHapus
  23. Duh, kain dan baju-bajunya cantik-cantik banget, ya. Beda sama yang ada di sekitar saya. Makin berasa aja deh keanekaragaman budaya kita. :)

    BalasHapus
  24. Naksir sama kain tenun toraja, cantik...

    BalasHapus
  25. Saya naksir dengan kain tenun Toraja Melonya Mbak. Unik, khas dan eksotis.

    BalasHapus
  26. wah bisa berkunjung ke sini ya keren banget deh. apalagi kalau bawa pulang produknya ya mba hehe

    BalasHapus
  27. Sebagai orang yang suka batik, saya merasa rugi gak dateng ke sini. Tapi lumayan terobati baca artikelnya Miss Yun. Thank you for sharing this.

    www.firdaussoeroto.com

    BalasHapus
  28. unik banget model bajunya yang merah sama dengan yang poto bareng kak yun

    BalasHapus
  29. Tenunnya cantik2 banget. Semoga produk lokal ini bukan hanya dicintai dan dihargai orang bule, tapi orang Indonesianya sendiri yaaa

    BalasHapus
  30. Saat berkunjung ke Toraja saya sempat melihat proses tenun kain Toraja. Kebetulan saya suka koleksi kain daerah. Sebenarnya ingin banget menambah koleksi saat itu juga, tapi karena mempertimbangkan hal yang prinsip, jadi tertunda sampai sekarang.

    BalasHapus
  31. Saat berkunjung ke Toraja saya sempat melihat proses tenun kain Toraja. Kebetulan saya suka koleksi kain daerah. Sebenarnya ingin banget menambah koleksi saat itu juga, tapi karena mempertimbangkan hal yang prinsip, jadi tertunda sampai sekarang.

    BalasHapus
  32. Semoga kita bisa jadi penerus jejak ibu Dinny dan Nina Jusuf untuk melestarikan wastra budaya Indonesia ya Miss Yun, minimal dengan menggunakan batik atau pakaian berbahan tenun :)

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  34. Koleksi bajunya cakep-cakep bener mba. Kalo lihat kain-kain indah asli Indonesia begini, rasanya bangga banget jadi bagian bangsa Indonesia yg super kaya. Kita punya semuanya. Termasuk kain-kain cantik yg luar biasa :)

    BalasHapus
  35. Mungkin ke depannya corak2 dari kaen tenun tsb bisa dibuat baju modern biar lebih banyak peminat nya

    BalasHapus
  36. di sini bs ngebatik jg seingetku kak. aku belajar mewarnai, ngebatik pake canting sampe pewarnaan di sini.
    deket bgt sama rumahku nih.

    BalasHapus
  37. Kain kainnya bikin mupeng....

    BalasHapus
  38. Cakep ya tenun toraja melo. Btw aku belum pernah ke museum tekstil

    BalasHapus
  39. Bagus2 yaa hasil tenunnya bikin mupeng tapi harganya lumayan juga hhe, tapi wajar sih harga mahal secara tenun asli buatnya aja susah

    BalasHapus
  40. waaah, tenun toraja melonya lucu sekali kak

    BalasHapus
  41. Naksir sama tenun torajanya si wkwk

    BalasHapus
  42. Seru!
    Suka banget dg konsep garden party di museum.
    Museum jaman now jadi lebih menarik dan artistik.

    Bravo utk Torajamelo yg bekerja keras untuk tenun Toraja. Keren.

    BalasHapus
  43. museum tekstil salah satu museum yang belum pernah saya kunjungin..

    tenun toraja bagus2 ya

    BalasHapus
  44. Tadi pas baca ceritanya aku degdegan.. kepikir gimana kalo tenun toraja lama punah. Untung ada sosok Kak Dinny dan kak Nina. Kalo hari biasa apakah masih ada koleksi macam kimono dan kain2 dari negara lain kak yun?

    BalasHapus
  45. Di Museum Tekstil setahu saya memang ada pelatihan membatik, cuma saya belum kesampaian berkunjung ke sana.

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images