Hari Gini Bawa Mobil? Ayo Naik Bus!

22.57


Kalau kamu pengguna transportasi umum seperti bus Transjakarta pasti sudah sering melihat ada beberapa tempat duduk yang di atasnya tertempel sticker bergambar orang hamil, orang membawa balita, lansia dan disabilitas. Tempat duduk itu adalah Tempat Duduk Prioritas (TDP) yang diperuntukkan bagi orang-orang prioritas seperti yang ada di gambar sticker agar mereka nyaman menggunakan transportasi umum serta agar mereka dapat menikmati perjalanan tanpa rasa khawatir dan was-was.


Kursi pelanggan prioritas
sumber gambar dari sini
penumpang prioritas
sumber gambar dari google
Karena letaknya yang dekat dengan pintu, tentu saja kursi TDP menjadi rebutan para penumpang. Ironisnya TDP sering disalahgunakan oleh orang-orang muda yang kehilangan rasa empatinya kepada para pengguna prioritas tersebut. Tentu kita tak asing dengan pemandangan anak muda yang pura-pura tidur atau bahkan acuh saja saat ada orang tua, ibu membawa anak atau ibu hamil. Mereka enggan untuk beringsut bangun dan merelakan kursinya diduduki oleh penumpang yang diprioritaskan. Namun tentu saja tidak semua anak muda bersikap seperti itu.

dahulukan TDP untuk orang yang berhak
sumber gambar dari google 
Para petugas tak pernah lelah mengingatkan peraturan yang ada di dalam bus tentang tempat duduk prioritas yang harusnya digunakan oleh orang yang semestinya. Akan tetapi, Jakarta memang kadang kurang ramah pada para penumpang prioritas, masih ada saja orang yang kehilangan rasa empati dan mengutamakan egonya dan menganggap peringatan petugas seperti hembusan angin lalu.


Banyak kasus yang terjadi di transportasi umum tentang hilangnya empati bagi penumpang prioritas. Di KRL jurusan Tangerang, seorang penumpang hampir dipukul oleh seorang bapak (yang terlihat belum lansia) karena memintanya untuk berdiri dan memberikan kursi yang ia tempati kepada seorang ibu hamil. Bukannya segera berdiri dan memberikan kursinya kepada ibu hamil, bapak tersebut malah memarahi dan akan memukul penumpang yang membangunkannya. Bapak tersebut enggan mengalah dan memberikan kursi dengan alasan ia juga lelah. Entah di mana rasa empatimu, Pak?

Kamu mungkin sering mengalami kejadian serupa kan? Kalau berdesak-desakan memang sesuatu yang lumrah di kendaraan umum terutama saat jam sibuk. Namun, kondisi ini tidak terjadi di Jakarta saja. Bahkan kota-kota besar dunia yang sudah sangat maju transportasinya, seperti Tokyo, Singapura bahkan New York, masih mengalami kepadatan kendaraan umum saat jam-jam tertentu. Saya sendiri pernah mengalami berdesak-desakan di dalam MRT di Singapura dan di Kuala Lumpur.


berdesakkan di MRT Singapura
MRT Kuala Lumpur, Malaysia


Beralih ke kendaraan umum saat ini menjadi pilihan mutlak bagi warga Jabodetabek yang terus berkembang. Kendaraan pribadi adalah sumber utama kemacetan Ibukota. Kita lihat, setiap tahun selalu ada penambahan jalan baru, infrastruktur secara masif mulai dibenahi, masyarakat pun perlahan tapi pasti mulai beralih ke kendaraan umum. Di Jabodetabek, Pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan terus berupaya mengurangi kemacetan dengan terus membangun transportasi publik. Saya sendiri yang tinggal di Halim melihat perkembangan pembangunan LRT Jakarta-Bogor yang jalurnya sudah rapi.

Jangan berharap hanya pemerintah yang membereskan segala permasalahan yang berkaitan dengan kemacetan. Kita sebagai warga Jakarta dan kota yang menopang ibukota seperti Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi tentu harus berkontribusi. Memang, naik kendaraan umum tidak mungkin senyaman kendaraan pribadi tapi naik bus itu manfaat sosialnya banyak. Membantu mengurangi macet, mengurangi polusi dan membuat hidup kita pun makin berkualitas. Bahkan ada kejadian lucu, seseorang bertemu dengan jodohnya di bus Trans Jakarta, siapa sangka? Sekarang tahu kan mengapa saya senang naik bus Trans Jakarta, peristiwa lucu tadi mengilhami saya, loh siapa tahu kan? hehehhee.

Saya, Henny dan Nana sering jalan-jalan naik bus Trans Jakarta

Dari semua cerita di atas, apa kamu yakin masih mau bawa mobil pribadi kemana-mana? Sudah lelah menyetir, macet juga, jadi mudah emosi dan rentan stress. Kalau saya sih mending naik bus Trans Jakarta deh, bisa istirahat bahkan sampai tidur pulas dan terbangun di tempat tujuan. Bahkan penumpang wanita seperti saya dimanjakan dengan bus Trans Jakarta khusus wanita yang berwarna pink cantik, kereta juga memiliki gerbong khusus wanita.

barisan bus Trans Jakarta terbaru 
Bus Trans Jakarta khusus wanita
sumber gambar dari google
Tentu saja dalam menggunakan kendaraan umum kita harus punya tata krama. Taatilah aturan yang berlaku, jadilah pengguna yang bijak hingga cerita “rebutan” kursi prioritas di atas tak perlu lagi terjadi. Kendaraan umum sejatinya adalah milik bersama, karena itu kenyamanannya juga menjadi tanggung jawab bersama. Ayo Naik Bus!

baca juga:

You Might Also Like

16 comments

  1. jadi pengen traveling lagi sayah, tapi mau jalan g enak sama anak istri takut dibilang apa masih kurang

    BalasHapus
  2. Sejak ada fasilitas ojol dan rute transportasi umum yang semakin terintegrasi, saya sudah jarang menggunakan kendaraan pribadi. Hitung-hitungannya sudah nggak ketemu.

    BalasHapus
  3. Saya pengguna bus transjakarta. Di jurusan tertentu bahkan kami buat WAG. Saling berbagi informasi posisi bus etc etc. Menyenangkan....

    BalasHapus
  4. Saya pengguna bus transjakarta. Di jurusan tertentu bahkan kami buat WAG. Saling berbagi informasi posisi bus etc etc. Menyenangkan....

    BalasHapus
  5. Jangankan naik bus, mbak :') Saya naik mobil aja jarang, lebih suka berkendara menggunakan sepeda motor. Dan itu juga karena saya tinggal di Provinsi Bali yang pada kenyataannya kepadatan dalam berlalu lintas jarang ditemui. Jadi, untuk berkendara menggunakan mobil pribadi tidak takut juga untuk terjebak macet.

    BalasHapus
  6. sudah makin banyak transportasi umum yang buat penumpangnya nyaman, termasuk disurabaya juga transportasi umum makin mudah ditemukan

    BalasHapus
  7. udah banyak banget yang menyalahgunakan fasilitas transportasi khususnya bagi disabilitas dan ibu hamil. jangan kan bus, di commuter line juga udah jadi pemandangan tiap hari.

    BalasHapus
  8. seru ya naik bus, aku juga suka kalau hari libur naik kendaraan umum, emang sih belum bisa setiap hari :(

    BalasHapus
  9. Setuju. Saya yang notabene komuter dari Bekasi juga pilih menggunakan transportasi umum menuju Jakarta. Kereta api komuter + ojek daring adalah duet maut siap hantaran ke tempat kerja :D

    Salam

    BalasHapus
  10. Jadi Kak Yun naik Bus Transjakarta terinspirasi dari seseorang yang bertemu jodohnya di bus? ���� #gagalfokus

    BalasHapus
  11. Miss Yun, Aku tinggal di Joglo, Jakarta Barat. Sejak ada halte bus pengumpan di depan komplek perumahanku, suamiku jadi naik TJ. Aku pun kalau ada undangan event- kalau dekat naik ojol, kalau jauhan juga naik TJ.
    Hemat dan cepat!

    BalasHapus
  12. pengalaman naik bus trans jakarta saat gak jam sibuk memang nyaman dan aku suka gak ada ayang ngerokok , coba angkot badan jd bau rokok

    BalasHapus
  13. Saya setuju kalo kita sebaiknya saat ini mulai membiasakan diri naik kendaraan umum. Saya juga sering ke mana2 naik kendaraan umum. Tapi keluarga saya tetep menyarankan saya buat bisa mengendarai mobil sendiri, karena kalo ada apa2, misal orangtua sakit tengah malam ada yg bisa antar tanpa ngerepotin orang lain. Hehehe. Tapi emang dasar, saya nyalinya ciut, jadi belum belajar ngendarain mobil juga hehehe

    BalasHapus
  14. Saya masih jarang menggunakan transportasi umum khususnya TransJakarta (TJ). Halte TJ terdekat di daerah saya adalah Ragunan. Semoga suatu saat nanti bisa beralih ke TJ.

    BalasHapus
  15. Setuju, jadilah penumpang yang bijak :)
    Jadi kangen naik trans Jogja keliling Jogja sampe ke Prambanan juga :)

    Biasanya teman yang main ke Jogja juga selalu ada yang pengn d.anter jalan-jalan pake trans Jogja. Seru sih aslinya udah gitu harganya murah lagi..hehe

    BalasHapus
  16. Pengalaman naik bus ini juga pernah saya alami, kejadiannya waktu Study Toud di Jakarta. Di Bus itu, kami saling rebutan kursi. Tidak dapat dipungkiri, saya juga ikut rebutan. Jakarta memang seganas itu?

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images