Sumpah Pemuda 1928 dan Sumpah Pemuda 2018

07.58


Beri aku sepuluh pemuda
Niscaya akan kuguncang dunia
-      Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama –


Peran pemuda Indonesia di masanya masing-masing

Tahun 1928 para pemuda bersama-sama mengucapkan sumpah yang mempersatukan bangsa Indonesia, begitu pula yang terjadi tiap zamannya. Pemuda memiliki peran penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Dari tahun 1945, 1960-an, 1970-an hingga tahun 1998 pemuda menjadi salah satu arah penentu sejarah bangsa. Bagaimana dengan pemuda masa kini, generasi millennial? Bagi saya mereka pun berperan besar sesuai kapasitasnya. Salah satu peran besar pemuda mempersatukan Indonesia yang terjadi baru-baru ini adalah perjuangan mereka di Asian Games.

Dalam nuansa peringatan Sumpah Pemuda, saya ingin bercerita tentang prestasi para atlet yang berlaga di Asian Games. Perjuangan para atlet di lapangan hampir sama besar pengaruhnya dengan yang telah dilakukan para pendahulunya. Rakyat Indonesia bersatu padu mendukung para atlet yang bertanding dan membuang peseteruan yang selama ini “panas” akibat perbedaan pandangan politik.


Edgar Xavier Marvello yang saya kenal
Si peraih medali pertama untuk Indonesia dari cabang wushu ini dahulunya adalah murid saya. Mengajarnya sejak kelas tujuh hingga kelas sepuluh membuat saya mengenal Edgar secara pribadi. Pemuda periang, kreatif, aktif dan bertanggung jawab serta kisah cinta remajanya pun saya tahu dengan pasti. Ia tetap Edgar yang ramah, yang saya kenal meski kini namanya makin melambung karena prestasi yang diraih. Bagi saya inilah sumpah pemuda di zaman sekarang, saat seorang pemuda mengerahkan segenap kemampuannya demi nama bangsa.


Edgar Xavier dan Phillippe Keneth


Prestasi para atlet
Selain Edgar, ada seorang siswa dari Jubilee School yang meraih medali emas di cabang tenis ganda campuran. Aldila Sutjiadi dan rekannya Christopher Rungkat mempersembahkan medali emas yang telah lama dirindukan dari cabang tenis. Aldilla dan Edgar menjadi kebanggaan sekolah kami.

Gerbang depan Jubilee School
Tak main-main, Indonesia berada di peringkat empat bersama dengan negara-negara kuat seperti China, Korea Selatan dan Jepang. Salut sebesar-besarnya untuk para peraih medali.

Masih teringat momen emas pertama yang diraih dari cabang Taekwondo. Jeritan keseruan mendukung Anthony Ginting dan tentu saja si tampan Jonathan Christie. Ada Hanifan Yudha Kusumah atlet pencak silat yang bukan saja meraih medali emas namun mampu mempersatukan kedua calon presiden, Jokowi dan Prabowo dalam satu peluk sang saka dwi warna. Ini menulisnya pun saya terharu, iya saya memang lebay.

Menjadi saksi perjuangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Sore itu saya berusaha secepat mungkin menuju Gelora Bung Karno dari Stasiun Pasar Senen. Pukul enam nanti saya akan menyaksikan pertandingan atletik di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Menyaksikan Lalu Muhammad Zohri —sang sprinter yang sedang naik daun karena prestasinya sebagai pelari tercepat di kejuaraan dunia junior— adalah momen yang tak boleh dilewatkan.


Suasana sore di gate lima SUGBK Senayan sudah dipenuhi ribuan supporter mancanegara dengan bendera negara masing-masing. Antrian masuk sudah penuh sesak. Ratusan penonton sedang nobar pertandingan bulu tangkis sambil menjerit dengan kompak di pelataran area Atung.


Korean Supporter

Serunya nobar badminton

Setelah mengisi perut dengan seporsi mendoan untuk kami berlima, kami berjalan menuju SUGBK dan mengantri untuk masuk ke pintunya. Ini pertama kali saya masuk SUGBK setelah direnovasi. Stadion ini benar-benar sudah kelas dunia, bersih dan modern. Saya dan teman-teman sudah duduk di tribun dan bersiap menyaksikan pertandingan. Menonton pertandingan atletik membuat kita bisa menyaksikan aneka perlombaan di saat yang sama. Ada tolak peluru, lompat jauh dan juga lompat galah.


Stadion Utama Gelora Bung Karno

lapangan dipenuhi dengan persiapan pertandingan atletik

Saat Lalu Muhamad Zohri turun bertanding, seisi Gelora berteriak. Sama hebohnya saat Emilia Nova turun bertanding di lari gawang dan berhasil mempersembahkan medali perak. Meski tak menjadi pemenang, nama Zohri terdengar di seluruh penjuru GBK yang menonton pertandingan malam itu. Dari cabang lompat jauh, Indonesia pun memenangkan medali perunggu.


Jojo's effect. Setiap usai pertandingan, atlet pria selalu membuka bajunya

Sungguh merinding dan terharu saat Victory Ceremony meski Indonesia Raya belum berkumandang, namun menyaksikan atlet Indonesia turut berdiri di podium menjadi suatu yang akan selalu saya ingat.


Emilia Nova usai memenangkan medali perak di nomor lari gawang 



Inilah perjuangan di era yang sekarang. Yuk kawan, mari berjuang dengan sesuatu yang kita bisa, dengan kemampuan terbaik yang kita miliki untuk kemajuan negara.

Catatan kecil:
Saat tulisan ini rampung, entah mengapa ada rasa nasionalisme dalam dada saya yang begitu kuat. 

You Might Also Like

23 comments

  1. Negeri ini memang masih jauh dari kata mapan, tetapi tak ada salahnya merayakan setiap prestasi yang diraih. Semoga pencapaian Indonesia di Asian Games tahun ini bisa menjadi batu loncatan bagi negeri ini untuk melambung ke pucuk yang lebih baik.

    BalasHapus
  2. Bangga ya lihat para atlet berhasil memenangkan medali buat Indonesia. Apalagi salah satu atlet yg juara adalah murid sendiri. Heheeh.

    BalasHapus
  3. wah keren mba Yun muridnya banyak yang atlet, menang lagi..

    BalasHapus
  4. Menjadi saksi atas perjuangan mereka membela merah putih, nationalisme kita ikut terbawa ya Mbak. Berharap Asian Games kemarin, kesuksesan lebih dari lancarnya penyelenggaraan tapi kebanggaan sebagai bangsa

    BalasHapus
  5. Menjadi saksi atas perjuangan mereka membela merah putih, nationalisme kita ikut terbawa ya Mbak. Berharap Asian Games kemarin, kesuksesan lebih dari lancarnya penyelenggaraan tapi kebanggaan sebagai bangsa

    BalasHapus
  6. Kali ini aku bangga menjadi pemuda, meskipun hanya menyaksikan perjuangan mereka di lapangan

    BalasHapus
  7. Manyaksikan Indonesia berprestasi itu itu bikin merinding, seperti waktu nobar final Piala AFF u-16 lawan Thailand di kampus. Waktu Indonesia berhasil memasukkan gol penentu kemenangan jeritas histeris bahagia itu keluar dari setiap org yg nonton. Semua bahagia melihat Indonesia berhasil jadi juara 1 dan teriakan Indonesia Indonesia terus berkumandang sewaktu Indonesia menang.

    BalasHapus
  8. Rasanya kalau lihat generasi muda berprestasi terasa optimis masa depan bangsa ini bakalan cerah. Perlu dishare lebih luas lagi.

    BalasHapus
  9. Wah keren, ada siswa dari Jubilee yang meraih medali di Asian Games. Semoga penghargaan buat para atlet yang membela nama negara makin bagus lagi di masa yang akan datang.

    BalasHapus
  10. Woooww mba Yun luar biasa. Guru yang hebat menghasilkan murid yang hebat..

    BalasHapus
  11. Mba Yun pasti bangga sekali ya punya murid yang hebat-hebat.

    BalasHapus
  12. Miss Yun...ketje bangets muridnya, mengharumkan nama bangsa!
    Itu waktu cabang atletik berarti kita di tempat yang sama..hahaha, aku juga nonton langsung, sampai jam 10 malam kelarnya ya kan?
    Dan itu bikin terharu campur aduk, bangga banget lihat penonton bersatu padu dukung atlit kita..Meski ada yang kalah tetap kita semangati dan banggakan. Senang lihatnya!

    BalasHapus
  13. Keren Bu Gurunya, muridnya jadi keren juga kaan..selamat Jubilee school turut melahirkan atlet terbaik untuk Indonesia.

    BalasHapus
  14. Momen Asian Games kemaren jadi ajang pemersatu bangsa ya. Ajang menunjukan kalau Indonesia punya potensi yang luar biasa. Bangga sama atlet yang sudah berjuang untuk Indonesia sampai masuk posisi 4. Setiap pemuda punya jalannya sendiri-sendiri untuk membuat Bangsa menjadi besar. Selamat Miss Yun muridnya bisa jadi Altet hebat. ��

    BalasHapus
  15. seneng banget bu Guru kalo cerita, the next boleh diceritakan kisah inspiratif tentang asian para games lebih detail hehe

    BalasHapus
  16. Pasti bangga banget ya kak yun murid yang dulu dibimbing sekarang mengharumkan nama bangsa. Aku nunggu cerita Asian Para Gamesnya kak

    BalasHapus
  17. Aiih.. mbak Yun itu brondong bikin galfok deh semacam pemain film kungfu aja yak.. keceh..
    Eniwei emang beda rasanya liat pertandingan/ perlombaan secara langsung sama di tv, ada rasa syahdu yg ga bs dirasain kalo lewat layar kaca.

    BalasHapus
  18. Wah baca ini malah jadi nyesel kemarin ga sekalipun nonton asean games. Tapi lewat tulisan ini aku jadi turut bangga, karena kita ga pernah tau ternyata orang yang kita kenal, menjadi orang yg dibanggakan negeri.

    BalasHapus
  19. Kebanggaan tersendiri punya murid yang hebat. ka yun lebih seneng menyaksikan live di lapangan ya biar greget.

    BalasHapus
  20. Waa pasti bangga banget yaa mba punya murid2 yang berprestasi

    BalasHapus
  21. Ya ampun kak yuun.. muridnya yang juaraaa. Kerreeen.. ah baca ini jadi gagal move on lagi sama asian games

    BalasHapus
  22. Membawa nama bangsa ke kancah internasional menumbuhkan rasa nasionalisme ya, Kak Yun. Terima kasih berkat peran kakak sebagai guru jugalah para atlet bisa berprestasi. Salut!

    BalasHapus

Blog ini adalah "kelas kecil" Miss Yunita, tempat menikmati kisah sambil minum kopi. Terima kasih sudah berkunjung. Kalau suka boleh komentar, boleh juga di-share. Mohon tidak meninggalkan link hidup.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images